Tentang Tema Blog Saya

Salah satu sebab kenapa saya tak mau ngeblog dengan cara niche/spesifik adalah karena saya cepat bosan. Bagi kelangsungan hidup sebuah blog, bosan adalah masalah terbesar. Ketika bosan berarti ide tidak akan datang. Kalau ide tidak datang, nulisnya jadi tidak update. Kalau tidak update, cepat atau lambat blog akan mati.

Meskipun tidak kentara, blog ini sebenarnya mengalami pergantian tema besar beberapa kali. Kali pertama adalah tema melankolis, tempat mendramatisir masalah cintah [cintah? makan tuh cintah!] Siapa yang berkata ketika orang jatuh cinta maka ia akan menjelma menjadi pujangga yang jauh lebih puitis daripada pujangga sekalipun? Puluhan puisi dan posting dibuat khusus hanya untuk dia yang tercinta dari hati yang tersakiti. [tuh, sisa-sisa melankolisnya masih ada].

Ada juga tema programming. Tema besar ini mendominasi ketika saya masih kuliah dan bekerja di Puskom ITS (era 2004-2006). Saya sering membahas tentang Java dan kadang-kadang Oracle. Tetapi menulis bagus dan bermanfaat seperti ini memerlukan konsentrasi dan waktu khusus untuk membuatnya. Ada tuntutan untuk membuat tulisan yang mudah dimengerti bagi orang lain. Bagi orang teknik yang tidak pandai berkomunikasi dengan orang lain, hal ini sulit dilakukan. Pola pikir orang berbeda dengan pola pikir kita ketika mempelajari suatu topik. Dan disinilah tantangannya.

Ketika sebuah Nikon D40 dilengkapi lensa kit Nikkor 18-55 datang, blog ini berganti tema menjadi fotografi sampai sekarang. Belajar mengenal D40 dengan segala sifat, karakteristik, dan kelakukannya ketika menghadapi cahaya. Belajar teknik komposisi, warna, diafragma, dan kecepatan rana. Belajar teknik-teknik khusus seperti foto landscape, foto night shot, portrait, sport, panning, dan lain-lain. Dari masalah teknis kemudian beralih ke belajar memotret dengan menggunakan hati. Tidaklah kita memotret dengan kaidah-kaidah ideal fotografi, tetapi menurut apa kehendak hati.

Rasanya saya telah dipenjarakan oleh waktu. Semakin hari, waktu luang semakin sedikit. Entah waktu sepanjang 24 jam habis digunakan untuk apa. Dulu, weekend adalah hari yang menyenangkan untuk hunting foto. Pagi-pagi menyusuri geladak kapal di pelabuhan Sunda Kelapa, menyusuri hutan kecil di studio alam TVRI Depok, loncat-loncat di kebun binatang Ragunan, berpanas-panas di jalanan Jakarta untuk mendapatkan citi view…

Kapan ya terakhir saya hunting foto sendirian seperti itu? Jadi, kalau begitu, blog ini mau berpindah tema kemana lagi ya….? ^__^

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

9 comments

  1. That’s why we have categories and tags, rite? To get post with theme.

    Alternatif lain, bikin sub-blog dengan blog utama sebagai portal dan aggregator saja. Kalau pengen nulis pendek tulis di short.galih*.com, kalo soal it taruh di it.galih*.com, kalau cinta di mellow.galih*.com dll .

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *