Wanita Merokok?

Apa salahnya? Kalau pria merokok, kenapa wanita tidak boleh? Itu adalah hak setiap orang untuk menikmati salah satu ekstase kecil yang legal bernama rokok. Memilih sebuah gaya hidup yang lazim dilakoni oleh mereka yang mengaku sebagai pria sejati. Atau… sekadar untuk memenuhi kebutuhan. Bukan lagi sebagai gaya hidup atau segala hal yang mengawang-awang dramatis mengenai rokok, tetapi hanyalah sebagai pemuas kebutuhan seperti halnya orang butuh makan dan minum.

Masalahnya, kita hidup di negeri dongeng yang memiliki adat istiadat yang nanggung. Hitam tidak, tetapi putih juga tidak. Serba abu-abu. Orang suka meributkan masalah kecil dan dibesar-besarkan, tetapi masalah yang besar malah tidak dipedulikan.

Kita masih memandang segala sesuatu dari apa yang nampak dari luar. Konotasi dan asosiasi yang dibuat selalu berdasarkan apa yang terlihat. Nah, entah bagaimana awal mulanya konotasi untuk wanita yang merokok lebih negatif daripada jika pria yang merokok. Mungkin kesan yang akan didapat bahwa wanita yang merokok adalah:gaul, nggak alim, suka jalan-jalan, bahkan ke suka dugem dan pulang pagi. Jauh dari kesan anggun, kalem, dan alim (konotasi positif yang biasa disematkan kepada wanita).

Mungkin iklan dan media komunikasi visual adalah salah satu biang kerok (lagi-lagi) pembuat kesan seperti ini. Iklan rokok tidak pernah menampilkan wanita sebagai bintang utama. Pria berwajah tampan, bertubuh atletis dambaan setiap wanita adalah citra yang ditunjukkan oleh pengiklan tentang seorang perokok. Benar-benar pria sejati.

Dimana posisi saya? Bagi saya merokok atau tidak merokok adalah sebuah pilihan. Saya tidak merokok karena alasan yang tidak jelas. Saya tidak membenci rokok, tapi juga tidak menyukai rokok. I wish I could be a smoker, but I couldn’t. Dan bagi saya, tidak seharusnya wanita merokok. Itu akan menghilangkan kesan anggun di mata saya (halah!). 😀

Published
Categorized as Opini

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

18 comments

  1. “Dan bagi saya, tidak seharusnya wanita merokok. Itu akan menghilangkan kesan anggun di mata saya (halah!). ”

    Itu kan kalau kesan anggun di matamu bagi seorang cewek itu penting.
    Kekekekeke………….

    Buatku, mau si cewek ngerokok kek, mau nyedot kenalpot kek, ya bukan urusanku kalau dia nggak ngurusin aku 😀

    Hihihihi……..
    Tapi sama seperti temen cowok yang ngerokok, aku juga menyarankan mereka untuk berhenti dan mendukung kalau mau berhenti. Kalo ndak mau ya sudah.

  2. #Nike:
    sebenarnya dari cewek-cewek kantoran yang dandanannya wah dan selalu merokok. kebetulan ada peristiwa zaskia. ya sekalian ditulis ;))

    #aRuL:
    see…

  3. ya itu Lih, negaramu ini kok seneng banget kelir abu2…tapi ngomong2 sekarang juga banyak cewek “merokok” hahaha

  4. merok buat saya sama sekali tidak ada gunanya, baik pria maupun wanita, rokok ngak akan buat kita semakin gaya kok. 🙂

    malah menurut saya orang yang merokok itu adalah org yang paling bodoh. 🙂

    jelas2 di rokoknya sendiri sudah di kasi peringatan kalo merok itu sangat berbahaya, tapi malah tetep juga……….! 🙂

  5. hehe.. akur dgn nike, pertama kali baca langsung keinget kasus zaskia mecca.

    cewek merokok memang cenderung tampak negatif. padahal si pencipta rokok jg ndak mendiskripsikan penemuannya ini untuk umat manusia bergenre laki2 atau perempuan. stereotip masyarakat, dan iklan seperti kata mas gal, bahwa rokok identik dgn kejantanan, sesuatu yg garang, arrrgh.. hehe.. dan wanita ndak cocok dgn label itu.

  6. Sepakat ma nengbiker
    Bingung juga dilain sisi sumber pendapatan terbesar negara, dilain sisi…….
    Kyke negara mesti kreatif nyari sumber pendapatan yg lain..:)

Leave a Reply to Hedi Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *