Karakter Conan Doyle, Agatha Christie, dan Sidney Sheldon

Tiga penulis cerita misteri favorit saya. Saya adalah penggemar novel bergenre misteri. Sir Arthur Conan Doyle, tentu saja lewat tokoh legendaris Sherlock Holmes dan dr. Watson. Agatha Christie dengan tokoh detektifnya yang sombong dan penyuka kerapian: Hercule Poirot. Sydney Sheldon dengan tokoh-tokohnya seperti Dana Evans, Jennifer Parker, dan beberapa tokoh lain yang selalu tidak sama di setiap judul. Semua memiliki gaya penulisan yang unik dan berbeda. Apa itu?

Sir Arthur Conan Doyle

Gaya penceritaannya sederhana tapi detail. Holmes dalam menyelesaikan kasusnya bertumpu pada detail-detail fakta yang terlihat di lapangan seperti sidik jari dan jejak kaki di tanah berlumpur. Kesimpulan-kesimpulan yang ia buat bertumpu pada fakta yang sangat lemah — kalau mau jujur. Agak sulit dibayangkan kalau di dunia nyata ada fakta-fakta seperti dalam cerita kasus-kasus Holmes. Terlalu dramatis.

Tapi justru di situlah kekuatannya. Alur cerita menjadi sangat enak diikuti. Apalagi karakter Holmes sangat khas: cerdas, agak meremehkan rekannya Watson, dan kurang bisa berteman. Di cerita ini, dinas kepolisian dibuat bodoh dan memiliki rasa hormat yang sedikit berlebihan terhadap detektif swasta ini. Alur dan fakta yang sederhana terkadang membuat akhir cerita mudah ditebak — misalnya siapa pembunuh utamanya.

Agatha Christie

Hercule Poirot adalah tokoh detektif swasta yang memiliki metode nyaris bertolak belakang dengan Holmes. Sidik jari dan jejak kaki sudah ketinggalan jaman. Baginya, penyelesaian kasus bukan didapat dari mengendus-endus ke sana ke mari seperti anjing pemburu, tetapi cukup duduk diam dan berpikir.

Biarkan sel-sel kecil berwarna kelabu itu bekerja dengan rapi dan metodis

Kutipan yang sangat terkenal dari Poirot. Ia tertarik menyelesaikan sebuah kasus lewat sisi psikologis — motif, siapa yang paling diuntungkan dan dirugikan.

Karena itulah, hampir semua novel Agatha Christie memiliki terlalu banyak tokoh. Terlalu banyak dialog yang membosankan. Di sinilah uniknya Agatha Christie. Ia menyisipkan fakta-fakta yang benar sekaligus fakta penyesatnya di semua bagian novel. Ia memancing pembaca menebak-nebak, siapa sang pembunuh. Dan di akhir cerita, biasanya si pembunuh adalah orang yang sama sekali tidak dicurigai oleh pembaca. Baru setelah membaca puluhan novelnya, kemarin saya bisa menebak dengan tepat si pembunuh dalam novel Death in the Clouds.

Dibandingkan Holmes, Poirot jauh lebih banyak meracuni otak saya. Saya tertarik kepribadiannya yang khas. Sombong, fanatik terhadap simetri dan kerapian. Ia biasa dicela banyak orang karena penampilannya yang aneh (kumis besar, dan melebih-lebihkan sikap asingnya). Namun sejatinya, ia sangat baik hati. Ia beberapa kali membantu orang yang kesulitan dengan tulus, mendonasikan sejumlah besar uang kepada yayasan jompo, dsb. Saya tertarik dengan caranya berbicara — sedikit bertele-tele, namun sangat runut, struktural dan metodis.

Sidney Sheldon

Raja kejutan, itulah Sidney Sheldon. Novel-novelnya beralur pendek-pendek, dan melompat-lompat. Satu kejadian singkat di sini, melompat kejadian singkat di sana, dan begitu terus sampai akhir novel dengan diselingi kejutan-kejutan yang membuat pembaca terpesona. Kalau urusan membuat cerita kejar-kejaran yang menegangkan, ialah ahlinya. Bagaimana tokoh utama berkali-kali beruntung lolos dari jebakan maut penjahat diceritakan dengan sempurna olehnya.

Dari novel Sidney Sheldon pula saya belajar mengapresiasi akhir yang sedih (sad ending). Sebelum itu, saya paling tidak suka kalau suatu cerita berakhir tidak dengan happy ending. Tapi ketika membaca cara Sidney Sheldon mengakhiri jalinan kisah Jennifer Parker di Rage of Angels (Malaikat Keadilan), saya mulai bisa menyukai sebuah akhir yang sedih.

Akhir yang rasional dan masuk akal. Sekarang saya bertanya, mana yang lebih Anda suka:

  • Sebuah cinta segitiga. Sang tokoh utama mencintai orang yang tidak dapat mencintainya. Ia lebih memilih orang ketiga. Sang tokoh utama kecewa. Tapi ia bersikap jantan dengan membiarkan orang yang dicintainya memilih orang yang bukan dirinya. Cerita berakhir.
  • Sebuah cinta segitiga. Sang tokoh utama kecewa. Ia bersikap jantan. Namun di menit terakhir, cintanya kembali sambil berkata, “Aku tak harus kemana-mana. Cinta sejatiku ada di sini.” Sang tokoh utama tersenyum, dan mereka berdua berbahagia. Cerita berakhir.

Cerita disadur dari sebuah sinetron cinta (FTV) di SCTV yang dibintangi oleh Christian Soegiono. Mana yang lebih Anda suka? Saya lebih suka yang pertama, yang memiliki akhir sedih, hehehe… *curcol dikit.. 😛

Published
Categorized as Review

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

36 comments

  1. ndak pnah baca satupun novel dari mereka btiga. tapi membaca reviewnya, jadi pengen skali2 baca..

    *clingak-clinguk mencari sasaran pinjaman*

  2. Agatha Christie yang tokohnya Miss Marple emang belum pernah mbaca?

    Saya pilih ending :
    3. Sang tokoh utama kecewa dengan pilihan sang wanita (asumsinya cinta hetero dengan cowok dan cewek dan tokoh utamanya pria), Cinta itu buta, cinta itu obsesif kompulsif, cinta itu harus memiliki. Sang pria jadi gila dan membunuh wanita itu. “Jika aku tak dapat memilikinya tak seorang pun dapat!”
    Setelah melakukannya dia merasa penyesalan menyesak dada, kekosongan tiba-tiba muncul. Bahwa kebahagiaan tidak muncul karena apa yang dia lakukan.

    Dia sedih dan kosong, lalu mulai membaca buku untuk mencari jawaban kekosongannya. Mulai Conan Doyle, Agatha Christie, dan Sidney Sheldon.

    Dan menuliskan resensi di blog ini.
    .
    .
    .
    Tamat.

  3. pernah baca yang Rage of Anglenya SS tentang Jennifer Parker, awalnya seru banget … cuma karena aku lebih suka yang happy ending, jadi menyayangkan aja akhir ceritanya.

  4. aku seneng Agatha Christie, tapi selama dia nulis Poirot aja. kalo yg miss marple (entah bener atau salah) aku ga pernah baca…kurang asik 😀

  5. aku suka ending yang pertama. Dari dulu aku paling sebel kalo nonton ato baca film yang endingnya hepi. Karena di dunia nyata, dalam segala kasus, kemungkinan happy ending itu hanya 50-60 persen aja. itupun butuh perjuangan untuk mencapainya…..
    Ps: kebetulan aku penggemar berat ketiga pengarang tersebut. Dan aku punya semua novel2nya.

  6. saya suka banget agatha christie, belum pernah membaca novel detektif yg lain, krn sudah kadung jatuh cinta sama hercule poirot & miss marple. tapi next mungkin kapan2 akan nyoba utk baca novel detektif yg laen…

  7. kalo boleh minta tolong….
    bisa gak sebutin semua novel2nya sidney sheldon..
    karena jujur, saya suka sekali cara berceritanya Sidney..
    dan saya hanya baru membaca 3 bukunya

  8. tau ga… di novelnya SS jg ak blajar jd wanita yg kuat, trus agatha Crs, hmmm skali2 praktekin jurus detektifnya, bwt “mengintai” suami. waakkkakak

  9. hUuw…Q seeh sUka am taNte agatha,

    kENapa PoiRot gag pNh ktEMu miSS maPle yah?
    kN meReka b2 bS meRit tuh,,

    oM sheLdon am 0pa Conan jUg uDa baCa sih, taPi 0pa Conan kUrg mnaNtaNg…
    bUt seLain dEteCtive, aD jUg yg kErEnnn…
    John GriShaM.
    am sANdRa bRowN.
    tRz Jk.RowLing.
    jUg DaN bRown.
    banYak dehh

  10. setelah membaca lebih dari separuh karya alm. sidney sheldon, semakin kagumlah saya akan kekayaan imaginasi seorang sidney. tak berlebihan kiranya di setiap cover belakang novelnya selalu terdapat tagline : jago cerita kelas dunia!
    kereen banget. di suatu novel dia bicara tentang seluk beluk dunia kedokteran, di lain novel dia menceritakan tentang rumitnya masalah hukum. wow, sungguh penulis novel yang tidak main-main.
    someday, i wish, kita punya seorang sidney sheldon dari indonesia. semoga…

  11. kl mnrut gw, yg the best ttp sherlock holmes. soanya ia it gmbran manusia yg sgt ps untk sebuah kejeniusan. aplg yg nyritain conan doyle, singkat, tapi sangat berseni tinggi. it sgt gw ska bgt. mulai dr kejutannya, plakunya, smpe cra nangkep pelkunya it sngat pas mengjutkan, enk bwt di ikutin. mskpn bnyk cerita holmes versi pengrng lain, gw ttp ska 5 conan doyle. g akn ad yg bis gantiin dia bwt nyritain detektif kebanggan kita sherlock holmes.

  12. Agatha Christie ada satu tokoh lagi dengan cerita yang menarik, Mr. Harley Quinn. Kalau saya lebih suka karya Agatha daripada Sir Arthur, mungkin karena ending yang tak terduga seperti pembunuhan atas Roger Ackroyd, yang menurut saya the best, juga peryl at end house. Saya secara kebetulan dapat tiga buku Agatha Christie cetakan pertama peryl at the end house terbitan tahun 1978 dari penerbit sanjaya, bandung, kenudian cermin apa gitu, lupa hehe.. sama naskah dramanya agatha yang dibukukan(masih pakai ejaaan lama seperti “saya” masih “saja”. Agatha the best lah….

  13. agatha christie memang sedikit membosankan tapi selalu memancing saya untuk terus mengikuti ceritanya dan mengetahui siapa pembunuh utamanya. saya hampir tidak pernah bisa menebak sampai 2 atau 3 bab terakhir. selain Poirot, saya lebih suka Harley Quinn yang bekerja sama dengan Mr. Satterthwaite dari pada Miss Marple. Poirot juga sebenarnya pernah menaruh hati dengan Countess Vera Rosakof dari Rusia dalam salah satu novel Agatha. bukan dengan Miss Marple.

    Agatha dan Conan mempunyai kelebihan masing2.

  14. gimana seh nyari donlot’an novel SS yg rage of fire versi indonesia q kan gak punya duit buat beli plis kasih masukan ato paling gak kasih info, dikasih jg mau hehehehehe

  15. saya menyukai ketiga pengarang diatas terlebih agatha, dalam buku catatan josephine, tirai dan sepuluh orang negro…satu lagi cuma lupa judulnya tokohnya miss marple….

  16. saya suka ke-3 pengarang tersebut. Sydney, Agatha dan Sir Arthur….duuh, suka lupa waktu kalo dah baca karya2 mereka…asyik diskusi ttg isi cerita sama sahabat saya, yang sama2 suka ke-3 penulis tersebut…
    sy suka Poirot….kalo Misss Marple ga begitu..Sydney ah…Like Him so much….

  17. Saya suka SEMUA bukunya Agatha Christie. Buat saya, buku bukunya dia lebih cerdas dan elegan. Saya bisa baca beberapa kali buku bukunya dia dan gak pernah bosan. Sydney Sheldon dan Sherlock Holmes juga udah saya baca semua, tapi sampai sekarang belum bikin saya berniat untuk “ngulang” lagi.
    Tokoh favorit saya di bukunya Agatha Christie adalah Lucy Eyelesbarrow di “Kereta 4.50 dari Paddington.” Cuma sekali dia muncul, itu juga dengan pengarahan Miss Marple. Tapi sangat berkesan buat saya sampai saya bercita cita bisa seperti dia hehehe… Buat saya buku bukunya Agatha Christie lumayan nambah pengetahuan tentang bagaimana cara membunuh yang “manis dan elegan” hahaha…
    Soal bagaimana akhir cerita yang baik, buat saya sih mau happy ending atau sad ending gak masalah. Tergantung ceritanya dan gak sampai “maksa”.

  18. Wkt kcl bc 5skawan. Dah bsr, prnah bc agatha, kpala puyeng d tengah buku, stop deh. Kl sherlock blm prnah, kpn2 mo coba. SS, smuanya dah baca, top bgt. Det conan jg suka, pnasaran skl kpn ya balik ke tubuh smula/tamat

  19. sy suka sm novelnya agatha christie… & my fav is Hercule Poirot hehehe & dulu pertama2 beli pasti cari yg tokohnya Poirot, puas banget bacanya.
    tp pernah dikasi sm temen yg judul 10 anak negro…. ternyata bagus jg
    jd pingin koleksi judul2 yg lain ^^
    sidney sheldon bagus2 juga novelnya, Conan Doyle… lg pingin coba baca bukunya
    thx ^^

  20. sy suka baca ketiganya, tp menurut sy paling enak baca kisah2 agatha christie terutama yang ada tokoh hercule poirot.. kayanya udah baca semua n hampir pnya smua buku detektif hercule poirot. hehehe, bis alur cerita bagus.. jd ketagihan deh. trus ada juga ceritanya tentang Mr Quin yang Misterius… keren abiss, baca dah!!

    selain ketiga penulis tersebut, ada lg kisah detektif yang menjadi fav aq pas waktu kecil. mungkin yg lain juga pada tau, kisah lima sekawan n pasukan mau tahu karyanya enid blyton, dan trio detektif karya Robert Arthur, Jr

  21. Sy suka bgt novel SS,hampir semua novelnya sdh prnh sy baca, top bgt deh pokoknya. Sangat cerdas, alurnya cepat dan tidak bertele tele, jalinan ceritanya jelas, dengan akhir cerita yang mengejutkan. Setiap kali selesai membaca satu novel SS, saya merasa lebih kaya,baik dari sisi emosi, psikologi, pengetahuan, dan trik2 tertentu

  22. sepenggal kalimat penutup di novel malaikat keadilan sidney sheldon: jennifer berusaha melihat masa depannya, tapi yg terlihat justru masa lalunya. daleeem buanget. kalimat itu singkat tp mewakili cerita yg panjang dgn emosi yg paling mendalam. terjebak pd dua cinta dari dua pria ekstrim kanan dan ekstrim kiri. jennifer bukanlah wanita dgn satu dimensi. kehidupan dan percintaan berkualitas. dulu baca waktu sma. dan karakter jennifer selalu terngiang. bgaimana rasanya terjebak dlm cinta yg dahsyat itu. adam warner seorang presiden dan michael moreti adalah mafia terbesar negeri itu. dan dua2 nya keren! dua2nya layak dicintai. dua2nya jg punya cara mencintai yg berbeda tp dalemnya sama. sampe akhirnya gw skrg, krn begitu ingin merasakan situasi jennifer, gw bener2 akhirnya merasakan obsesi yg selalu hidup dlm pikiran gw. cerita it kebawa dlm hidup gw, bener2 terjadi. meskipun adam dan michaelnya ya versi gw,he2. tnyata keren jika hanya sebatas imajinasi fiksi, mending kayak tracy.. lupa. dlm bila esok tiba

  23. sepenggal kalimat penutup yang gak terlupakan di novel sidney sheldon yang judulnya malaikat keadilan; “Jennifer berusaha melihat masa depannya, tapi yang justru terlihat adalah masa lalunya” kalimat pendek mewakili keseluruhan cerita yg panjang dan dalam. tokoh wanita multi dimensi dengan kehidupan percintaan luar biasa. berada di tengah dua pria yang sama tangguhnya. sama kerennya. adam warner yg seorang presiden dan michael moretti mafia terbesar di negeri itu. dua pria bertolak belakang tapi bisa mencintai sama dahsyatnya–dan keduanya juga layak dicintai. baca novel itu waktu sma dan penasaran gmn rasanya hidup di tengah dua pria yang sama2 dahsyat. sampe akhirnya obsesi “seperti jennifer” terjadi dalam kehidupan gue,,, tobat nasuha deh rasanya. meskipun adam n michaelnya versi lokal, heehe. mending ngefans sama ending stacy dan jeff di bila esok tiba. kisah cinta yang abadi dan penuh gairah. sidney sheldon penulis genius. gue baca novel malaikat keadilan sampe 7 kali, bila esok tiba 5 kali, itu yang paling favorit. kalo yg lain2 cuma sekali. sampe ada novel terakhirnya yg sengaja gw gak beli saking takutnya semua karya sidney selesai gue baca. kalo sherlock holmes, filmnya keren, aktornya juga pass. knp novel sidney gak semuanya di film in ya… jujur tokoh2 wanita dalam novel sidney sheldon membentuk karakter gw jadi lebih mandiri, bisa berstrategi, kuat, smart,, he2. gw baca dari smp dan sampe sekarang gak terasa basi. layak dapet nobel versi kepenulisan, karena menguasai banyak tema dan bidang sama kuatnya,, gak tau gmn risetnya, yang pasti gak gampang.. sangat menginspirasi dan menambah wawasan,, ramuan kisah dan penokohan spektakuler, cerdas, bernas, genius!!!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *