Menyapa Balikpapan

Sebuah kota pelabuhan di provinsi Kalimantan Timur — provinsi yang kaya akan pertambangan (migas, batubara). Kota dimana saya menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di bumi Kalimantan. Dalam rangka tamasya tugas dinas ke field di Badak. Kota Balikpapan sungguh merupakan kota kecil yang maju dan modern. Jalannya lurus, rapi, dan mulus — mengingatkan kita kepada kota-kota besar di pulau Jawa seperti Bandung atau Malang. Cukup bersih dan ramai. Bahkan dibandingkan dengan ibukota provinsinya, Samarinda, Balikpapan jelas jauh lebih mentereng.

Bandara Internasional Sepinggan

Pesawat Garuda Indonesia yang saya tumpangi mendarat tanpa cela meskipun disambut oleh hujan rintik-rintik. Bandara Sepinggan terlalu kecil untuk ukuran sebuah bandara internasional. Tetapi memang demikianlah adanya. Saya melihat pesawat Singaporean Airlines (meskipun bukan A380) ada di sana dan beberapa maskapai penerbangan asing.

Saya yakin, salah satu sebab bandara ini ada dan tampil dengan sedemikian anggun karena bandara ini adalah titik pulang-balik karyawan-karyawan perusahaan migas yang kebanyakan adalah perusahaan asing. Di lantai dua bandara ini, ada ruangan-ruangan khusus yang diperuntukkan untuk perusahaan-perusahaan tersebut. Saya melihat ada Vico Indonesia, Chevron Indonesia, Total Indonesie, dan Medco Energi. Perwakilan perusahaan tersebut menguruskan semua tetek bengek transportasi via Bandara Sepinggan. Jadi orang tak perlu repot-repot check-in atau mengurus tiket.

Pemandangan Pantai

Karena sudah tidak dipusingkan oleh urusan tiket, saya sempat berkeliling kota Balikpapan sebelum saya kembali ke Jakarta. Saya naik angkot ke Kelandasan untuk mencari oleh-oleh khas daerah ini: Amplang alias Kuku Macan. Makanan semacam krupuk udang yang berpotongan kecil-kecil. Kelakuan angkot dimana-mana ternyata sama, hehehe… bandel, pelanggar aturan lalu lintas. Sopirnya berkepribadian ganda. Kalau penumpang penuh, ia bisa bertindak seperti Kimi Raikonnen atau Luis Hamilton. Tapi kalau lagi sepi, Kura-kura pun bisa lebih cepat darinya.

Pasar Kelandasan langsung berbatasan dengan laut. Maklum, Balikpapan memang kota pantai. Saya perhatikan, kota ini tidak memiliki pantai yang bisa dikatakan cocok buat berlibur. Bukan pantai pasir putih yang indah, tetapi pantai yang berhadapan langsung dengan beton pemecah ombak. Namun demikian, secara komposisi fotografis, ia memiliki langit yang terlalu cantik untuk dilewatkan kamera saya.

Restoran Kepiting Kenari

Nah, nah… di kalangan orang-orang yang berkomuter 14 kerja-14 libur Jakarta-Badak, kepiting khas Kenari ini wajib dicoba. Sepertinya semua orang yang hendak bertolak dari Balikpapan mampir ke sini dulu untuk membawa sekotak dua kotak kepiting. Tak heran ketika sampai di dalam pesawat, saya mendapati bagasi di atas kepala yang penuh kotak kepiting Kenari.

Bos Sponge Bob (Mr. Crab) yang disajikan di sini memang berukuran jumbo. Konon, ia didatangkan dari Tarakan. Disajikan dalam beberapa macam: Saus tiram atau lada hitam. Saya paling suka dengan saus tiramnya. Rasanya sangat unik, asam-asam manis. Keunikan inilah yang membuat kepiting Kenari cukup mengerti brand positioning-nya. Untuk bisa menikmati satu porsi kepiting, selembar uang merah seratus ribuan mesti keluar dari dompet. Tak mengapa, terkadang, kita harus mengabaikan jumlah uang untuk membeli sebuah pengalaman.

Foto-foto: FLICKR
Kamera: Nikon D40
Lensa: Nikkor AF-S 18-55 mm

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

15 comments

  1. Sepinggan kok sepintas mirip soekarno-hatta ya…btw, foto teratas dan terbawah ngambilnya asal2an ya, Lih… πŸ˜‰

  2. #juminten:
    tapi asli enak, nilla! asli. jaminan mutu pokoknya. kamu harus coba kalo mengaku penggemar seafood ;))

    #hedi:
    mas hedi teliti juga πŸ˜‰
    foto teratas memang sudah mengejar pesawat, foto terbawah sudah nggak sabar pengen makan kepiting. mumpung masih anget πŸ˜€

  3. seingat saya orang sana gak ngenal istilah angkot deh bro.. mereka nyebutnya taxi :p
    dan di sana mau ngebut sih oke-oke aja soalnya jalanan sepi dan bagus

    duh, kepitingnya itu bikin ngiler ajah!!!

  4. gw jd bernafsu pengen trip ke balikpapan…!kota yg jd ambisi penjelajahan gw berikutnya.katanya balikpapan udah byk punya hotel mewah yg gedungnya menjulang2.temen gw aja sampe bingung mo nginep dmn (hmmm…perlu dibuktikan sendiri nih).
    mampir jg di kalimantanku.blogspot.com ya
    byk foto n info ttg penjelajahan gw di kalimantan

  5. Wah..kata siapa kayak Malang? Pas adem aja kali tu Lih…coba pas panas…hehehe…terpanggang kayak kepiting rebus difotomu itu tuh πŸ˜€
    Kl jalanan sepi sih…kayaknya nggak juga deh..mungkin kl di pinggir2 kota seputaran airport sih..tapi kl yg ditengah (apalagi pas malem minggu) wuih jgn ditanya ramainya..Tapi…enak kok balikpapan..kl org yg terbiasa di kota besar, yaa…balikpapan oke lah.. (gak seperti Bontang yg sepi ini…huuhuuhuu…hiks..hiks…)

  6. #det:
    ooo begitu ya…

    #ulliee:
    maksudku bukan cuacanya, lia, tetapi kondisi jalanannya. tapi emang pas kemarin balikpapan lagi mendung dan hujan sih πŸ˜€

Leave a Reply to ulliee Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *