Untuk Seorang Kawan

Kawan baikku,

Inilah nggak enaknya menjadi laki-laki. Perempuan ada di pihak yang memutuskan. Apalah artinya sebuah status pacaran? Tak lebih dari sebuah kata yang sering membutakan banyak orang. Orang bilang sebuah komitmen dan ikatan. Ikatan apa? Komitmen apa? Atas dasar apa?

Orang tidak akan bisa hidup dari kekuatan cinta. Apa? Cintah? Makan itu cintah! Bukankah kamu sering mendengar aku mengumpat seperti itu? Apalagi orang tua. Semua orang tua menginginkan anak perempuannya hidup bahagia dengan orang yang lebih mapan. Jujur saja, definisi orang tua terhadap kebahagiaan adalah cukup secara materi. Kalau ada orang yang telah mapan secara finansial datang melamar, ia pastilah diterima dengan baik. Dan memang ada tipe-tipe perempuan yang tak sanggup menolak rekomendasi orang tuanya.

Memang… mendengarkan suara lembut di ujung telepon sana sungguh menyenangkan. Serasa menjadi knight in the shining armor bagi seorang Snow White ya? Merasa dibutuhkan, ditemani, dan rasanya suasana menjadi meriah karena hadirnya. Dan itu tak akan kau alami lagi bukan? Apakah rasa hampa telah menyergapmu kawan? Apakah kau merasa bahwa hari esokmu akan panjang dan hampa?

Tak usahlah lama bersedih hati. Marilah kembali duduk di dekatku. Memandangi matahari merah yang sedang tenggelam, menapaki jalanan basah yang baru saja diguyur hujan di sore hari, melihat betapa warna hijau dan kelabu bisa pula bersatu, menikmati kedamaian yang diciptakan alam kepada kita. Bukankah rasa sepi dan hampa itu juga bisa dinikmati?

Aku yakin, setelah ini, kamu akan menjadi jauh lebih kuat dan tegar. Aku percaya itu. Selamat menikmati sakitnya patah hati. Akuilah dia bukan jodohmu. Tuhan punya rencana yang lebih indah bagimu. Tapi paling tidak, kamu pernah mempunyai pacar kawan. Hahaha… lihat, bukankah keadaanmu jauh lebih baik daripada aku? Aku, di sini masih bisa tertawa riang gembira. Kenapa engkau tidak bisa tertawa dan malah terduduk lemas di sana? Wake up boy, cinta deritanya memang tiada pernah berakhir. 🙂

–Untuk kawan baikku yang sedang bersedih, nun jauh di sana–

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

8 comments

  1. Pernah denger lagu Siap Sakit Hati-nya Sandy?

    Percaya deh,
    terkadang kita harus ketemu dulu orang yang salah sampe kita menemukan yang terbaik.

    Nitip pesen sama temennya Mas Galih,
    Ga perlu bersedih, tenang aja, Tuhan sedang mempersiapkan yang terbaik buatmu 🙂

  2. Tuntaskan cerita sedihmu….Buyarkan lamunanmu..
    Abaikan nmasa lalu rengkuh masa depan…
    Ikhlaskan yang telah terjadi
    Menjajal cobaan baru…
    Mendaki tantangan terjal….
    Dan mengubah hidup menuju pencerahan masa depan…
    Kalau lah smua akan menjadi masa lalu…terus kenapa harus disesali…
    Sedangkan mengikhlaskan itu lebih berarti…
    Kesabaran lebih utama…:)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *