Oleh-Oleh dari Pameran FOCUS di JCC

Seperti yang aku telah ceritakan, kemarin aku nonton pameran fotografi di JCC (Jakarta Convention Center). Ternyata pameran ini jadi satu dengan pameran komputer dan pameran audio video. Jadi sesaknya bukan main. Untung yang sesak seperti pasar hanya di pameran komputer, sedang di fotografi tidak terlalu sesak.

Aku pergi ke sana Jumat malam sepulang kantor. Naik taksi BlueBird. Udah mulai nggak pe-de kemana-mana bawa Tornado butut. Si Tornado sekarang hanya untuk rutinitas pulang-pergi kantor aja. Masuk lewat pintu utara. Ini adalah gerbang utamanya:


Nikon D40 | Sigma 10-20mm HSM

Sedangkan ini adalah gerbang masuk ke dalam pameran fotografi (secara hampir semua hall di JCC dipakai untuk pameran).


Nikon D40 | Sigma 10-20mm HSM

Di bawah ini adalah suasana pamerannya. Aku ngambilnya dari atap booth Olympus. Nekat naik. Cuek pas dipelototi sama orang-orang penjaga stand Olympus. Hehe… nah, ini pesan moral untuk para fotografer: Anda semua harus bermuka tembok haha…


Nikon D40 | Sigma 10-20mm HSM

Kemudian, stand yang paling depan adalah milik Datascrip, distributor resmi merk Canon di Indonesia. Stand-nya luas, dan salah satu SPG-nya cukup lumayan buat di-candid dan dijadikan koleksi ;))


Nikon D40 | Sigma 10-20mm HSM

Alta Nikindo, distributor resmi merk Nikon, tak mau kalah. Sayangnya booth-nya sepi pengunjung. Sepertinya Nikon tak bergairah dalam pameran ini.


Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200mm VR

Dan tentu saja sesi motret modelnya. Inilah kenapa fotografi model begitu diminati. Sebabnya, fotografer-nya cowok yang mayoritas ngiler melihat paha putih dan tubuh yang seksi ;))


Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200mm VR

Secara keseluruhan, sebenarnya pameran kali ini tak begitu menarik. Tidak ada yang baru yang dipamerkan. Kesannya seperti toko alat-alat fotografi yang pindah ke satu tempat aja. Tidak ada booth asesoris fotografi semacam Gary Fong, Hoya, Kenko, Velbond, atau Manfrotto. Stage-nya terlalu ramai dan sesak. Tidak bisa fokus. Aku juga tak sempat ikut seminar. Selain karena nggak gratis ( 😀 ), juga tak ada jadwalnya. Di website resmi penyusunan dilakukan terpisah-pisah berbasis judul, bukan waktu. Jadi sangat tidak nyaman. 🙂

Oh iya, sempat juga melihat-lihat pameran audio. Sebenernya naksir abis sama gitar Ibanez yang ada di situ. Apalagi pas mencoba pakai intronya Enter Sandman-nya Metallica. Pijak-pijak pedal efek, hohoho… bisa bergaya ala John Petrucci neh! (Lho, Metallica apa Dream Theater sih?) Tapi hooops… Lih! Enough! Cukup! Aku udah terlalu boros di fotografi, jangan tambah-tambah lagi bisikan setan kepingin punya gitar listrik. Hahah….

Keluar JCC agak mengalami disorientasi (nggak tahu arah). Bingung mau keluar lewat mana. Akhirnya aku malah tersesat menyusuri trotoar gelap di tepi Gelora Bung Karno. Mana gerimis lagi. Sambil jalan coba menelepon seseorang, eh, nggak diangkat. Bandel, telepon lagi. Wah, yang ini direject. 😀 Ya sudah, mending langsung pulang saja. Aku akhirnya dapat taksi setelah berjalan hingga depan TVRI. Tapi menyenangkan juga berjalan-jalan sendirian dalam gelap begitu, hehehe… bisa diulangi lagi nih.

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

6 comments

  1. weleh-weleh.. terakhir saya datang ke launching sebuah mobil, ealah model wanitanya lupa pake bra dan celana dalam!!! apa memang sengaja?!!!

    jadi ndak heran kalo model cewek tsb laris menjadi objek, lha wong memang ‘disediakan’ untuk ‘difoto’ kok :))

  2. @det:
    Beneran tuh..kok bisa tau???wah2…
    Komen anda bikin bulu ketek saya n bulu yg laen berdiri wkakaka…..

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *