Selingkuh

Saya jadi ingin menulis ini ketika mendengarkan lagunya SHE: Selingkuh Sekali Saja. Lagu tentang selingkuh dan orang ketiga benar-benar sedang booming sekarang. Artinya market demand-nya memang banyak… mungkin banyak orang yang sedang selingkuh. Tren metropolis gitu locch…

Saya heran sekaligus tak mengerti, kenapa orang selingkuh? Padahal, mencari satu saja luar biasa sulit. Masih banyak orang yang belum dikaruniai anugerah untuk membagi cinta bersama orang yang juga mencintainya. Masih banyak orang yang harus jungkir balik terluka berkali-kali dalam usaha menemukan jodohnya.

Kenapa orang tidak menghargai anugerah itu dengan melakukan selingkuh?
Kenapa orang tidak mengingat masa-masa pertemuan dan ikrar untuk saling mencinta, berbagi suka dan duka?

Mitsaqan Ghaliza, perjanjian yang agung (berat), begitu Al-Qur’an menyebutnya. Al-Qur’an hanya menyebut tiga kali, dua perjanjian tauhid, satu untuk pernikahan. Komitmen yang sungguh tidak main-main.

Dan kenapa orang begitu mudahnya mencederai komitmen itu?

Entahlah, saya masih kanak-kanak, belum cukup umur untuk mengerti itu semuah…

Cintah… deritanya memang tiada pernah berakhir.

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

7 comments

  1. ada yg bilang, banyak alasan utk selingkuh.
    tp bagiku tetep, apa pun alasannya…
    Perselingkuhan adalah Kejahatan Cinta yang Paling Kejam.

    🙂

  2. Loh, itu kalimatnya Fatkai di Sun Go Kong kan yah?

    Biarkan cinta saya pada suami saya ajah, ngurus yang atu aja udah susah. 😀

  3. saya sebenarnya benci banget namanya selingkuh, tapi sy sering mendengar keluhan teman2 yg selingkuh, dan kadang saya malah memakluminya.
    Tapi2 bukan untuk diulangi lagi.
    namanya juga cinta ke sesama manusia yang dilandasi nafsu, yah ketika cinta pada pasangan tidka sesuai orang lain djadikan budak nafsunya.

  4. Selingkuh…oh selingkuhh… “tegang”nya memang tiada pernah berakhir (Ex-Panglima Bajul) wkekeke……

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *