Cinta Arai Kepada Zakiah: Cinta Sejati ataukah Obsesi?

SPOILER ALERT: SANG PEMIMPI DAN EDENSOR

Arai, sejak SMA telah menemukan cinta sejatinya: Zakiah Nurmala. Zakiah adalah nafas hidupnya. Telah banyak tercipta puisi untuknya. Ia bahkan belajar bermain gitar — dengan suaranya yang mengerikan — dan menyanyikan lagu di depan jendela Zakiah. Namun sayangnya, ia ditolak mentah-mentah dengan cara yang cukup mengerikan juga. Cintanya bertepuk sebelah tangan. Tapi hebatnya, ditolak berkali-kali, ia pantang menyerah. Ia seperti tak mempedulikan kenyataan bahwa Zakiah nyata-nyata menolaknya, bahkan membencinya. Baginya, ungkapan rasa benci dan muak itu adalah satu bentuk cinta Zakiah kepadanya.

Pada malam ulang tahun Zakiah, Arai menelepon dari Prancis dengan kartu telepon internasional yang didapat dengan susah payah. Hanya sekedar mengucapkan selamat ulang tahun. Malang baginya, Indonesia masih jam dua pagi ketika ia menelepon. Bukan ucapan terima kasih yang ia dapatkan, malah dampratan keras dari Zakiah. Hebatnya, Arai masih bisa berkata, “Ikal, Zakiah masih mencintaiku!”

Saat perayaan kematian Jim Morisson, vokalis The Doors favorit Arai, ia membacakan puisi khusus untuk Zakiah di pusara makamnya. Puisinya menyayat hati. Sangat sedih. Sebuah keputusasaan, kenapa Zakiah tak kunjung membalas cintanya.

*

Apakah ini cinta sejati, ataukah obsesi? Apa beda cinta dengan obsesi dan keinginan untuk memiliki? Dua hal yang memiliki batas yang sangat tipis bahkan area abu-abu seperti halnya benci dengan cinta. Apakah Arai benar-benar mencintai Zakiah? Ataukah Arai ingin Zakiah menjadi miliknya? Kalau Arai cinta Zakiah, kenapa ia tidak menghormati keputusan Zakiah dengan menerima penolakannya? Ataukah memang seharusnya seperti itu wanita diperlakukan? Dikejar-kejar sampai ia kehabisan nafas dan akhirnya menyerah.

Curhat mode: on

Karena batas yang tipis antara cinta dan obsesi lah, saya kadang benci untuk mencinta. Saya lebih suka tidak ada perasaan cinta (dalam konteks: ingin menjadikan kekasih) dalam sebuah hubungan. Saya bahkan lebih suka jika tahu bahwa yang sedang saya ajak bicara sudah tidak available lagi (bahasa Friendster: In A Relationship) karena saya tidak mungkin jatuh cinta padanya. Dengan demikian, saya akan menjadi lebih tulus.

Saya lebih suka menyayangi dengan tulus. Kalau saya berusaha baik padanya, itu karena saya menyayanginya dengan tulus, tanpa tedeng aling-aling. Orang Jawa memiliki falsafah: nandur wohing pakarti — Menanam kebajikan. Satu filosofi yang diajarkan oleh Ibu saya. Ketika kita berbuat baik terhadap orang lain, buah kebaikan kita pasti akan kembali. Tidak selalu kembali dari orang yang kita tolong, tetapi orang lain yang berbuat baik kepada kita. Bahkan buah itu mungkin tidak kembali kepada kita, tetapi kepada anak-anak dan keturunan kita.

Ada perasaan benci ketika saya harus memutuskan untuk jatuh cinta. Dalam konteks: ingin menjadikan kekasih. Saya benci karena tak yakin lagi, apakah saya baik kepadanya memang benar-benar tulus ataukah menyembunyikan pamrih supaya ia menerima saya. Apakah nanti ketika setelah ditolak, saya akan tetap baik kepadanya?

Bukan perkara gampang untuk berusaha tetap tulus ketika kita mengetahui bahwa kita ternyata telah bertepuk sebelah tangan. Saya sudah mengalami hal ini bertahun-tahun dan merasa tetap belum lulus dari ujian-ujiannya. Oleh karena itu, di suatu kekecewaan di bulan Oktober-November 2007, saya memutuskan untuk melarikan diri. Maaf. Bukan apa-apa, karena saya belum siap.

Nanti, ketika akan datang lagi sebuah kekecewaan baru, saya harus melakukan apa? Yang saya harapkan adalah, saya tidak lari lagi. Saya tetap bisa tulus. Seperti karang di pantai, dihajar ombak berkali-kali tetap kokoh tegak berdiri. Doa saya, persis seperti puisi saya terakhir, batang daun akan tetap kokoh bertahan menopang hingga ada kuncup daun baru lagi, lagi, dan lagi, hingga salah satu kuncup itu akan berkembang menjadi sebuah melati yang menebarkan aroma wangi.

Someday, A New Day will come to me… and I’m sure for that! 🙂

Published
Categorized as Melankolis

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

26 comments

  1. Hmm, sama seperti yang ada di buku “The Mastery of Love”-nya Don Miguel Ruiz.

    Terkadang, cinta membuat kita merasa harus memiliki orang yang kita cintai. Kalau sudah sampai sini, itu bukan cinta lagi … tapi posesif, nafsu ingin memiliki 😀

    Cinta (kalo menurutku) yaitu hanya berusaha memberikan apa yang kita punya kepada orang yang kita cintai, tanpa pernah mengharapkan balasan darinya 🙂

  2. #abdulmuberverlose:
    tapi kalau begitu terus, ya asem lah nif :))
    kita tetap membutuhkan cinta yang berbalas ;))

    #nanakiqu:
    yap, bacaan favoritku emang novel

    #ardy:
    *lempar ardy pakai HP*

  3. Beh…
    Aku mbaca edensor tertariknya waktu Ikal dan Arai backpacking keliling Eropa, ini malah kisah cintanya.

    Udah, over and out!

  4. aku dukung arai dapat zakiah nurmala. mau itu obsesi ato sejati. cinta harus diperjuangkan. hidup cinta! btw, Andrea sudah ketemu A ling belum ya

  5. tp sayangnya aku tu pengen liat wajah asli arai sama nurmala tp aku searc g ketemu2, trus pengen tau juga kelanjutannya apakah si”ikal” ketemu “a ling” trus si arai akhirnya sama nurmala,,,,,,,,,
    da yang tau ga???!!!???!!
    *manyun mode on*

  6. Cinta kan gak harus memiliki, katanya sich…kalo kita cinta pada seseorang kita harus siap untuk melepasnya…(kayaknya gak banget dech)…BTW batas antara cinta dan memiliki itu dikiiiiit bgt, jadi beruntunglah orang yang kamu cintai juga kamu miliki…(:-))Soal Arai….Aku pengen ketemu, ada yang mau bantu gak….????

  7. Weh, kayaknya kita sealiran nih alias punya persepsi sama tentang love love love . . .
    Tapi saya justru pengen seperti Arai lho, , ,
    Arai yg jujur, begitu jujurnya, hingga sifatnya yg satu itu membuat silau orang2 yang kurang jujur ttg perasaannya
    Arai yg jg sangat meyakini perasaannya kepada Zakiah, satu orang saja,
    Seperti yg dikatakan Andrea, “Cinta yg jujur, besar, dan rabun. . .”
    Arai yg merdeka dg pikirannya
    Eh, koq jadi Arai Arai teruz ya, hehehe, maaf

  8. hmmm..tega nya si zakiah itu huhuhu kasiannya si arai..
    tapi arai itu cowo sejati lho hihihi dia berusaha dulu bekerja keras bwat menyatakan cinta nya dan itu adalah hal yang tersulit mengutarakan perasaan cinta yang tulus kepada orang yang dicinta …
    tapi mencinta itu bukan berarti memilki lho,, bisa aja dengan kejadian ditolak2 itu adalah pelajaran yang berharga… melihat orang yang qt cinta bisa bahagia,, itu lebih indah ternhyata ….
    someday a new day will come to u… n i’m sure for that..^_^

  9. dont be sad arai, dapatkan cinta sejati memang gampang-gampang susah,..
    jangan menyerah ya, bulatkan tekad jangan cuma zakiah aja yang dicari, masih adakan melati, mawar, n teman2nya,…

  10. Wah …………………………itu namanya bukan cinta sejati melainkan obsesi dia untuk mendapatkan sesautu yang dia suka,kalo cinta sejati yaitu cinta yang berasl dari hati yang terdalam tapi dia tidak memaksa seseorang untuk menerima cinta dia

  11. cinta tak harus memiliki, meskipun dengan status, karena semua di dunia ini hanya titipan dari Allah. qta hanya bisa menjaga dan memelihara cinta, bukan memilikinya. cinta datang karena kerelaan bukan karena pengorbanan

  12. Cinta kpd org yg kita inginkan hanyalah wujud dari nafsu,seolah ada binatang liar yg hidup dibalik mata kita.

    Cinta begitu agung di satu sisi yg berbeda..
    Namun, keikhlasanya tak dpt dipisahkan dari sifat ria yg menggelora..
    Dia akan terus menguji sumua cinta tulus dan keikhlasan sejati yg ada di bumi..

    Bilakah harus terjaga selamanya?

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *