Cita Sederhana dari Kuncup Daun

Lihatlah kuncup daun yang sedang tumbuh itu
Sebuah wujud nyata dari kecantikan yang terbungkus dalam kesederhanaan
Bukan cantik seperti melati
Bukan cantik seperti mawar
Hanya sederhana, tak lebih.

Mawar telah banyak mempesona di taman bunga
Melati telah banyak menebarkan aroma wangi
Namun di sudut yang tak terlihat itu,
Kuncup daun yang tulus membangun harapan
Kelak, ia bisa menjelma menjadi pesona mawar atau melati

Entah apa yang terjadi besok, ia tidak tahu
Apakah akan ada badai yang merusak kuncupnya?
Apakah akan datang tangan lembut yang akan merawatnya?
Apakah citanya akan layu bahkan sebelum ia menjadi daun?
Bahkan sebelum daun itu akan memunculkan mawar atau melati yang ia citakan?

Who knows? Only heaven knows
Yang ia tahu, ia adalah kuncup yang masih muda
Ia tahu banyak kuncup-kuncup yang tak jadi daun
Dan ia tak tahu apakah batang daunnya masih sanggup bertahan

Dalam kesederhanaan itu,
Ia hanya ingin citanya tak padam

Kalaupun padam.
Ia berharap akan ada lagi kuncup daun yang baru
Ia berharap batang daun akan tetap sanggup bertahan
Hingga suatu saat nanti, sebuah mawar atau melati tumbuh di batang itu…

Sebuah cerita dan kata-kata sederhana, untuk memenuhi permintaan seseorang yang berkomentar di posting tentang Valentine tahun lalu. Lepas dari segala kontroversinya, salam penuh kasih sayang saya untuk Anda, di bulan penuh cinta ini.

Galih

Catatan Foto:
Lokasi: Rumah Rin, Pondok Cabe – Depok.
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200mm VR | 1/200 | F/5.6

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

17 thoughts

  1. baguuus, tapi aku lebih kaget waktu lihat foto sunrise di kenjeran itu. bikin aku ndredeg krn keren bukan maen. biru gelap, satu pohon…. cuma itu tapi…….. bagus banget!!!
    oya, tau kisah Arai sekarang g??
    dia kerja dmn? tinggal dmn? aku suka banget dg dia daripada Andrea. hehhehee

  2. Izin me-review puisinya boss B-)

    Kuncup daunmu memenuhi rongga dadaku dengan kesegaran
    Izinkanlah aku utk menangis, dan rasa segar itu mengurainya dengan kepuasan
    Kini ku melahirkan buah kesegaran
    Lalu ku nikmati, dan rasa manis itu memberi ketenangan

    Kuncup daunmu telah menuntunku di bawah cakrawala yg hitam..

    Wow.. I get alot from you
    Thx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *