Membuat Java Servlet

SERI MEMBANGUN APLIKASI WEB-BASED DENGAN JAVA ENTERPRISE

Dalam sesi tutorial kali ini, kita akan membuat servlet sederhana dalam langkah demi langkah dengan tujuan memahami bagaimana gaya Java menangani sebuah mekanisme website (request dan response) dalam mekanisme protokol HTTP. Seperti yang telah saya tulis di panduan ini, Java Servlet memiliki beberapa kelemahan yang sangat signifikan. Tetapi saya tetap mengantarkan konsep ini daripada saya memperkenalkan cara yang lebih mudah seperti JSP. Alasan utama saya, untuk memperkenalkan kepada Anda konsep sistem Java Enterprise dengan bertumpuk-tumpuk servlet, Anda harus mengerti konsep servlet terlebih dahulu karena framework-framework tersebut sebenarnya juga tersusun dari servlet.

Tutorial ini membahas mengenai pembuatan servlet sangat sederhana dengan menggunakan IDE Eclipse Europa versi 3.3. IDE ini sangat memudahkan kita dalam melakukan development sistem Java Enterprise. Servlet yang akan kita buat hanya menampilkan form, meminta pengunjung memasukkan nama, dan menyapanya kembali dengan nama yang telah dimasukkan tersebut.

Pada bagian akhir tutorial, kita melakukan deployment pada server production dengan menggunakan Apache Tomcat.

Silakan mendownload panduan ini (dalam format PDF) di sini: Membuat Java Servlet.

Jika Anda memerlukan source code lengkap beserta hirarki directory-directory-nya, silakan download di sini (dalam format ZIP): Source Code Lengkap.

Selamat mencoba. 🙂

Link yang mungkin terkait:

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

16 comments

  1. #purna:
    thanks purna, mumpung lagi menemukan mood bikin tutorial di saat mood nerusin kerjaan ilang. ini aku buat jam 11 malam sampai jam 1 pagi loh… pas lagi didera insomnia nggak bisa tidur… hehehe

  2. Oh ya lih, gw pernah baca buku Head First Servlet and JSP by Kathy Sierra (Chapter 2). Dalam MVC kita tidak boleh berasumsi kalo desain yang kita buat hanya dipakai di aplikasi web. Jadi business logic sebaiknya ditaruh di Model (Plain Old Java files), bukan di Servlet. Karena mungkin business berkembang, dibutuhkan Swing untuk aplikasi yang sama, dan kita tidak usah coding lagi. Servlet jadi cuma controller-nya.
    Terus berkarya lih ! Semoga someday bisa seperti kamu :).
    CMIIW

  3. #Aris 1:
    Aku ndak bisa EJB ris, nggak diajari di sini je 😀

    #Aris 2:
    semoga someday aku juga bisa seperti kamu. jalan-jalan keluar negeri, the real eksmud is you ris. 🙂

  4. Bagus mas galih, tutorial anda jelas banget… dan saya test langsung tidak ada error..Good.. orang yang kayak gini yang bisa bikin indonesia maju… good luck bro… Aku tunggu artikel lanjutan yan mas janjikan yaitu : Framework web

  5. ada tutorial komplit g bro, dari awal banget mpe’ akhir per langkah getttoooooo… please bantu aq belajar kie

  6. wah…
    saya bingung nih..
    soalnya banyak banget jenisnya java..
    sekarang saya memakai IDE Neatbeans..
    Hanya sajasaya bingung dengan jenis2 java mana yang dipakai..
    🙁

  7. Saya lagi bingung mencari referensi Servlet JSP. Eh terlempar di blog ini.
    Iseng-iseng baca2 artikel lainnya. Sip sekali tulisannya mas hehehe. 🙂

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *