Kita Sedang Dibodohi Operator GSM

Ya, apalagi kalau bukan soal tarif? Bukannya malah berlomba-lomba memperbaiki kualitas layanan, justru berlomba-lomba membuat mekanisme akal-akalan agar bisa kampanye tarif murah di TV. Saya sebenarnya tak ambil pusing terhadap iklan-iklan tersebut karena tidak yakin mereka tulus memangkas harga. Selalu ada tanda bintang yang berisi syarat dan ketentuan yang ditulis dengan font yang tidak mungkin terlihat. Gara-gara iklan XL versi kawin dengan monyet lah saya penasaran ingin cari tahu.

Kampanye XL menggembar-gemborkan tarif 0,1 rupiah per detik ke seluruh operator. 0,1 rupiah dari Hongkong? Ternyata tarif tersebut hanya berlaku pada menit ke-sekian hingga ke sekian. Menit pertama dan menit berikutnya menggunakan tarif yang normal. Artinya sama mahalnya. Hwarakadah… kalau begitu saya bisa saja bikin iklan dengan tarif gratis, ke semua operator, sepanjang waktu! Untuk menit ke 3000 dan seterusnya… menit pertama tarif tetap ;)) Dan memang setelah saya hitung-hitung, tarif XL pada menit pertama tetap mahal, 25 kali 60 = Rp. 1500. Tarif 0,1 yang digembar-gemborkan itu berlaku pada menit ke-2, artinya setelah orang mengeluarkan uang Rp. 3000.

Telkomsel dengan Simpati Pe-De-nya? Sama saja, hanya berlaku setelah menit pertama. Mereka pasti telah meriset dengan alat Bussiness Intelligence-nya, bahwa statistik pelanggan mereka rata-rata tidak pernah menelepon lebih dari satu menit. Itu artinya, mereka bisa bikin iklan bombastis seakan-akan turun tarif, padahal sebenarnya tidak. Strategi marketing yang luar biasa.

Indosat Mentari yang memasang Dian sebagai endorser mengusung gratis pada 1 menit pertama. Saya belum memeriksa lebih detail lagi, tetapi saya lihat di website Klub-Mentari, ada Term and Condition yang cukup panjang untuk dibaca.

Saya sendiri saat ini sudah jarang menggunakan telepon dan SMS. HP CDMA saya sudah lama tidak pernah aktif lagi, nomor Simpati saya sudah tidak saya isi dan akan memasuki masa tenggang besok lusa. Tinggal nomor IM3 yang masih saya gunakan sebagai nomor utama. Selain untuk SMS-an dan sesekali menelepon, pengeluaran terbesar pulsa M3 ini adalah untuk akses internet via GPRS.

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

27 comments

  1. hmmm… benar sekali! 😕
    perasaan masih ada operator lain yg belum disebut, deh… yg baru2 itu, tuh! :-\” ;))
    ya sudah. kalo begitu pake CDMA aja. 😀
    sayang HP CDMA ku lg rusak… 🙁 hix…

  2. Mau murah kek… mau mahal kek… sebenernya yang penting mindset.

    Toh sebagian besar pengguna hape di indo pake prabayar. Diset aja… misalnya sebulan 50rb atau 100rb atau berapalah…. kalo sudah lebih dari itu ya udah… jangan ngisi lagi sebelum bulan berganti. Kalo bisa disiplin seperti itu, mau apapun kartunya tetep 50-100rb / bulan.

    Intinya…. make hape itu yang epektip dan episien. 😀

  3. #Juminten:
    secara nggak pernah pakai yang baru-baru itu la’, jadi nggak ditulis…

    #dnial:
    hmm… sudah lulus dan? selamat yo.. 😛 ;))

    #elys welt:
    serius lo? wah… hebwaat…

    #tukang foto keliling:
    Rp. 1/KB atau Rp. 100/menit, tinggal pilih salah satu. lebih cepat lagi kalau pakai modem HSDPA via indosat 3,5G. tarifnya sama.

  4. oh gitu toh, tengkyu mas buat infonya
    tadinya pengen nyobain yang 0,1 ituh…eh dudul ternyata haha

    hidup tri, walopun cuman kesesama dan sinyalnya lom bagus huahahah, secara ditelpon gratis molo 😛

  5. suer..saya gak dibayar ama XL.
    Tp saya emang udah lama pake XL juga. Nah, memang kl kita nelepon dibawah 10 menit jadinya bayarnya mahal (sekitar 1500 an). Tp kemaren saya nelpon sampai 18 menit, trus dikasih notifikasi sama operatornya lewat sms, biaya pemanggilan terakhir dapat diskon 95%, jadi cuma bayar sekitar Rp.350 utk 18 menit tersebut (ke sesamanya tentu saja) heheheh…Kesimpulannya..bagi yg jauh dr keluarga dan ingin ttp keep in touch n ngobrol lama2, kayaknya XL lumayan utk dipertimbangakan 😉

  6. hidup CDMA (FLEXI)

    kalo gak mau di akal-akalin neleponnya di wartel aja. lebih terkontrol.
    palingan diakal-akalin sama kasirnya yang suka membulatkan tarif sebulat-bulatnya.

  7. #det:
    berarti agensi iklan XL telah berhasil 🙂 memang itu tujuannya meremehkan operator lain, sama persis seperti iklan Esia yang mengusung Agus Ringgo sebagai endorser.

  8. bukan dibodohi, Mas…
    kita cuma sedang diuji kecerdasan dan kekritisannya aja kok…

    ya yang harus pinter milih kan kita kita juga…

    namanya juga perusahaann, strategi itu pasti diperlukan laaah…

    masak sampeyan ndak kek gitu sih?
    😀

  9. ide komparasi Anda bagus juga, ya itu emang strategi pemasaran aja, semua tergantung kita mau pake yang mana, catatan untuk xl emang yang prabayar reguler itu tarif internetnya mahal Rp. 10/kb tapi yang paket mega data bisa di pertimbangkan Rp 99 rebu dapat 250 mega, cuman namanya gprs kadangkala drop juga koneknya

  10. ada yang lebihgila lagi nii.. emtri.. lbih dahsyat,, nelpon k semua operator 0,01 rupiah/detik ada syaratnya jg cc… kalo ssama oprtr setelah 90detik pertama… ya skitar ngabisin pulsa 1350.. tu murah gileee… setelah itu cuma 0,01 rupiah.. kalo d itung2 ya.. nelpon 2 jam cuma ngabisin pulsa kurang dari 1500.. gile ee ee bener

  11. #sip:
    koreksi, 2 jam artinya 4 kali 30 menit. FYI, im3 selalu call drop setelah 30 menit. Jadi, total biaya yang harus dikeluarkan adalah 4 * 1500-an = 6000-an. masih termasuk sangat murah. dulu saya pernah pakai bonus telkomsel yang pagi-pagi itu, 6000 hanya untuk sekitar 15-20 menit saja. im3 memang mantabs!

  12. halahhh, prinsip telp murah ato gratis sepanjang itu 1 operator itu sih sm aj bulsiit. yg penting nelpon murah, di telpon murah n sinyal jg kuat. itu baru ok. pernah coba pake xl jempul lumayan hemat tuuh,tp ditlp pake tlp rmh walah mahal. im3 ga mahal di tlp dri rmh (kt temen). tp matrix lbh nyaman tuuuuh

Leave a Reply to andre Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *