Membunuh Waktu

Salah satu hal yang paling aku benci adalah diam membiarkan waktu berlalu tanpa melakukan sesuatu yang berguna, atau paling tidak melakukan apapun selain terbengong-bengong ngelamun tentang cintah [cintah.. makan tuh cintah!]. Celakanya, cukup banyak juga keadaan yang memaksa kita untuk diam terbengong-bengong tanpa melakukan sesuatu. Apa aja? Menunggu kereta datang di stasiun, duduk diam di perjalanan, menunggu sesuatu…

Aku sering berandai-andai…. andai tempat fasilitas umum di Indonesia memungkinkan kita untuk bekerja, alangkah senangnya hati ini. Andai aku bisa membuka laptop dan mengerjakan sebaris dua baris saat menunggu kereta tiba di stasiun Gambir. Andai aku bisa membuka laptop dan browsing-browsing (blogwalking? 😀 ) waktu di perjalananan di dalam kereta yang biasanya memakan waktu semalaman itu.

Tapi kurasa, itu hanya akan jadi angan-angan yang tak bakalan terwujud. Di perjalanan, kita wajib melakukan safe mode: jangan menarik perhatian kriminalis berbahaya! Simpan laptop di tas yang paling butut, simpan ponsel kita di saku yang paling dalam. Kunci rapat-rapat saku belakang yang berisi dompet berhias kartu debet dan kartu kredit itu. Safe mode itu wajib dilakukan meskipun di stasiun paling eksekutif dan kereta yang paling eksekutif [ironis: kelas paling eksekutif yang dimiliki PT. KAI hanyalah rangkaian gerbong tua tak terawat dengan toilet macet berbau pesing 🙁 dengan kecepatan tak lebih dari keong yang sedang merangkak].

Weekend kemarin, di perjalanan pulang kampung kesekian kalinya dengan kereta Gajayana, pagi-pagi tiba di stasiun Madiun aku sudah nyaris membuka laptop karena sebaris kursi A-B-C-D itu hanya tinggal aku yang tersisa. Tapi belum sempat aku mengambil tas, seorang wanita muda yang duduk beberapa baris dibelakangku menjerit histeris karena kehilangan tas berisi dompet dan handycam-nya. Nyarissss…. untunglah tas lowepro kecil yang berisi Nikon D40 dkk. ikut aku masukkan ke tas. Tidak seperti biasanya yang aku taruh di bawah dan kujaga dengan setengah menginjaknya. Perbuatan bodoh, karena lowepro itu pasti akan menarik perhatian.

Mungkin, fasilitas umum yang bisa digunakan untuk berlaptop ria adalah ruang tunggu di bandara (apalagi executive lounge-nya 😀 ). Masih di weekend kemarin, sambil menunggu penerbangan malam singkat ke Jakarta, aku melihat banyak orang membuka laptop dan bekerja dengan asyik di terminal keberangkatan Bandara Juanda yang masih baru gress itu. Waktu itu aku nggak sempat ikut-ikutan menghidupkan laptop karena disibukkan oleh sebungkus tahu tek asli Surabaya kesukaanku ;)) [Akhirnya! Makan tahu tek!!!] Di dalam tas, masih ada sebungkus besar nasi bebek asli Surabaya yang rencananya kumakan sesampainya di kamar kos nanti, heheh… 😀

Apa yang biasa teman-teman lakukan untuk membunuh waktu? Tidur? Baca buku? Bengong? Ngobrol sama orang di samping? 😉

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

14 comments

  1. Kalo aku apa ya.. browsing ama nonton dvd.
    Tapi membunuh waktu emang membosankan, tp lebih menyenangkan daripada dibunuh waktu.. eg : dikejar deadline 🙁

  2. Tidur adalah jawaban yang aman dan tidak menarik perhatian orang lain.
    Tapi waspadalah, ketika tidur yang namanya tangan penjambret dan segala pasti juga akan bertindak..
    Tapi kalau nggak tidur mau ngapain ya? 🙂

  3. @ anang : ini beneran anang kan? subhanAllah… sudah tobat rupanya ;))

    @ yang empunya blog : tergantung tempat seh, klo dibandara enaknya emang buka notebook sambil dengerin mp3 player. Klo distasiun… makan aja kali yah, riskan klo mo buka notebook 😀 . Yang paling sering seh… dengerin musik dari mp3 butut ku 😀

  4. #evelynpy:
    khusus buat cewek, kalau tidur di kereta waspada juga pada penjahat kelamin 😀

    #d’:
    sama kayak aku de’, hal yang paling memungkinkan saat ini ya cuma membaca…

  5. hadah,, yo ngaji mas,,klo di tes calon istri ben lancar,,huehuehue,,,

    waduw, sapa juga yang deg-degan mau naek pesawat, apalagi cuaca hujan mengguyur surabaya malam itu,,selamat karena pesawatnya gak jatuh,,he

  6. kalo aku mas, bisa dipake buat mbaca2 (kalo ada bacaan) tapi kalo bener2 ngga ada yang bisa diapa2in ya cuman liat2 sekeliling aja sambil lihat situasi..

  7. Ruang tunggu airport Djuanda Soerabaja kita, koneksi Internet e mantep kok ndut…
    dah tak test lumayan…

    jauh lbh baik daripada Hangnadim Batam…
    dan agak mending daripada BUISH (Bandara int Soekarno Hatta) krn yg akses sedikit heheheh

  8. iyah tuh bener bangeeet,,,
    banyak waktu yang kebuang di jalan, bengong nunggu bis.
    Belum lagi yang kesedot buat macet..
    tapi mungkin ada hikmahnya juga ya..
    setidaknya ada ‘break’ dari sela-sela waktu sibuk..

    salam kenal.

Leave a Reply to ciplux Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *