Java Reporting Tool

Setelah sekian lama berada di alam fotografi, ada rasa rindu juga untuk menulis di dunia programming. 😀

Ada yang kenal Crystal Report? Itu lho, reporting tool yang saya kenal dia berjaya di saat Visual Basic 6 di puncak popularitasnya. Pernah memakainya? Biasanya kita memakai reporting tool untuk memproduksi sebuah laporan yang outputnya secara fleksibel dalam berbagai format seperti PDF, dokumen MS-Word, dokumen MS-Excel, dsb.

Java memiliki banyak reporting tool, baik yang berlisensi free maupun yang propietary. Saya akan membahasnya beberapa — tentu saja, menurut subjektivitas dan sedikit pengalaman saya.

Oracle Report

Produk dari Oracle ini propietary. Anda harus membayar lisensi jika ingin menggunakannya dalam lingkungan produksi. Keunggulan utama Oracle Report adalah manajemen data source-nya. Karena produk Oracle, maka Oracle Report adalah report standar semua hal yang berbasis Oracle. Hal yang menjengkelkan dari Oracle Report adalah lembar kerja desain layout-nya. Tidak fleksibel. Sulit memindahkan sebuah field di section tertentu ke section yang lain. Salah-salah yang keluar adalah error dan celakanya, kita tidak bisa melakukan undo banyak-banyak. Karena tidak bisa kembali, seringkali solusi satu-satunya adalah memulai dari awal (hapus semua, dan buat lagi) 😀

Homepage: Oracle Report.

Actuate e.Report Designer

Produk dari Actuate corp. ini bersifat propietary. Saya mengenalnya karena IBM Maximo (dulu milik MRO) memakai ini sebagai report standar-nya. Sangat fleksibel. Lembar kerja actuate memakai slot-slot yang bisa diibaratkan rak-rak kosong yang bisa diisi macam-macam, mulai dari koneksi, SQL Query terpisah, bahkan SubReport yang berisi slot-slot kosong lagi. Setiap Report Section memiliki blok-blok Before Section, After Section, Page Header, Column Header, Detail, dll yang masing-masing menandakan dimana report akan ditampilkan, apakah sebagai header setiap halaman, apakah sebagai footer, tergantung penempatannya. Actuate adalah report tool yang menurut saya paling nyaman dan paling enak dipakai.

Homepage: Actuate e.Report Designer

Jasper Report

Jasper mungkin adalah reporting tool open source yang paling populer. Memiliki IDE designer terpisah yang dinamakan iReport, Jasper merupakan tool yang fleksibel, utamanya dalam hal data source. Banyak sumber data yang didukung Jasper selain database relasional via SQL, salah satunya bisa bersumber dari prosedur-prosedur Java. Jadi, Jasper bisa menerima sebuah java.util.List untuk dijadikan data source-nya. Hal ini dimungkinkan, karena Jasper bersifat embedded dan dikompilasi menjadi kode binari Java juga.

iReport Designer juga sangat mudah. iReport memperkenalkan istilah yang disebut band sebagai container dari field-field report. Ada band title, pageHeader, columnHeader, detail, columnFooter, lastPageFooter, dan summary. Meskipun fleksibel, sayangnya masih banyak hal yang tidak bisa dilakukan oleh Jasper. Misalnya dukungan terhadap format HTML. Meskipun mendukung format HTML lewat StyledText-nya, tetapi tag HTML yang didukung sangat-sangat sedikit dan jika Jasper menemukan tag yang tidak ia kenal, ia langsung mereset diri menjadi unformated text sehingga semua tag HTML akan ditampilkan seluruhnya, bukan dalam kondisi terformat. Selain itu, dalam beberapa kasus, Jasper tidak bisa mengatur data memanjang ke kanan. Ia hanya bisa scrolling down ke bawah, tapi tidak ke kanan. Kita kadang perlu membuat susunan yang memanjang ke kanan dan sayangnya hal itu tidak didukung oleh Jasper.

Dan seperti produk-produk open source lainnya, Jasper miskin dokumentasi. Sebagian besar pengetahuan saya tentang Jasper berasal dari source code-nya, bukan dokumentasi. Dokumentasi yang buruk yang tidak tersedia bebas cukup menyulitkan developer. Hanya developer yang geek yang mau membongkar kode sumber. Dan untungnya, hampir semua developer relatif geek dengan tingkat geek yang berbeda-beda. 🙂

Homepage: Jasper Report dan iReport

Eclipse Bussiness Intelligence Reporting Tool (Eclipse BIRT)

Di bawah proyek Eclipse Foundation, BIRT yang disponsori langsung oleh Actuate corp. (pemilik Actuate e.Designer) muncul dengan pendekatan yang berbeda dan menjanjikan. Ada kemiripan dengan Actuate meskipun tidak persis sama. BIRT menggunakan IDE berbasis Eclipse dan memiliki pendekatan pendesainan seperti ketika kita mendesain halaman HTML dengan Macromedia Adobe Dreamweaver. Jadi kita diberi lembar kerja kosong, tanpa slot (istilah Actuate) atau band (istilah Jasper). Kita bebas menaruh sebuah field di mana saja.

Cukup menjanjikan. Sangat menjanjikan bahkan. Kekurangan Jasper yang tidak bisa merender HTML dan tidak bisa memanjang ke kanan diatasi oleh BIRT. Apalagi produk ini bersifat open source. Namun sayangnya, ketika saya mencoba membuat report dengan SQL yang sederhana, — tidak terlalu banyak nested SQL, hanya menampilkan 75 kolom yang dijoin dari 2 tabel –BIRT cukup terengah-engah dengan responnya yang begitu lambat. Harus melakukan beberapa kali tuning viewer (bongkar source code) baru BIRT bereaksi dengan cepat. Kalau query sederhana saja begitu lambat, apalagi query yang rumit?

Tetapi mungkin saya yang masih perlu banyak belajar tentang BIRT. Tool ini sangat menjanjikan dan bisa jadi menaklukkan popularitas Jasper Report di dunia open source reporting tool.

Homepage: Eclipse BIRT.

Published
Categorized as Java, Review

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

6 comments

  1. Saya sedang ngambil data dari excell terus di tempatkan di jasper, ada yang ngerti caranya ndak y? 🙂

    Bukan dari jasper -> excell, tapi sebaliknya

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *