Berhenti Upload di FN

Tidak dapat dipungkiri, pengajar fotografi saya adalah komunitas Fotografer.net. Karakter foto-foto saya (kalaupun punya karakter 😀 ) sangat dipengaruhi oleh FN. Saturasi, ketajaman, dan olah digital. Namun, sejak beberapa waktu yang lalu, saya berhenti upload di FN, bahkan mengunjungi situsnya pun sudah sangat jarang.

Ada beberapa hal yang membuat saya tidak upload lagi ke FN. Salah satu hal yang paling tidak nyaman adalah nilai dan komentar. Nilai FN dibagi menjadi 6: 3 Thumbs Up untuk foto yang paling sempurna, 3 Thumbs Down untuk foto yang paling parah. Setiap anggota FN diwajibkan memberikan nilai dan komentar. Sekarang, dari 6 kategorisasi nilai itu, 3 TD hanya untuk para penjiplak, plagiat, dan pembajak. Orang pun sudah jarang yang memberikan nilai 2TU dan 1TU, mayoritas 3TU meskipun sebuah foto tidak layak mendapatkan nilai sempurna. Jadi, jika disimplifikasi, nilai sekarang hanyalah 3TU dan miskin penilaian. Saya pribadi — dengan adanya penilaian ini — wajar jika ingin foto saya memiliki nilai yang bagus. Saya jadi dituntut untuk selalu upload foto-foto yang mencolok agar menarik perhatian di antara sekian ratus foto yang sama-sama tampil. Bukan foto-foto yang bagus, tapi asal mencolok! Saturasi warna dihajar sampai level tertinggi. Foto-foto sederhana tapi bermakna malah tidak laku di FN. Mayoritas foto FN kini dipenuhi dengan: foto sunrise, sunset, infra-red, dan tentu saja…. model cewek! 😉

Saya menjadi tidak nyaman lagi upload sembarang foto, sehingga saya akhirnya memilih upload foto di blog saja. Saya bebas mengupload foto yang saya suka. Saya bebas bereksperimen warna dan komposisi. Saya bebas mengupload foto yang jelek sehingga dikritik teman-teman. Kritik yang membangun. Di FN, sebuah foto hanya tampak beberapa menit saja karena disusun dalam urutan waktu. Sebuah foto di halaman 3, artinya tidak akan ada orang yang melihat dan itu artinya tidak akan ada kritik dan masukan buat Anda.

Sebenarnya ada situs-situs baru yang berusaha memperbaiki FN yang terlalu malas untuk berubah. Ayofoto.com misalnya. Ayofoto tampaknya berusaha mengurangi keterlibatan olah digital dengan melarang penggunaan frame, berusaha memperbaiki sistem komentar dan nilai. Tapi karena komentar dan nilai bukan hal yang wajib, komentar dan kritik menjadi jauh lebih sepi. Jadi serba salah. 😀 Sehingga, saya menemukan tempat yang nyaman: blog sendiri dan flickr 🙂

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

13 comments

  1. awalnya aku sempat ngerasa agak aneh juga dg kebijakan harus komen 2 foto untuk upload 1 foto. tapi iya, traffic upload yg sederes itu, kesempatan foto untuk tampil di halaman 1 cuman itungan menit aja. abis gitu dijamin nggak ada yg nengok hehe. btw flickr gratisan terbatas 200 foto yg bisa tampil gal, aku sekarang share foto di multiply. traffic dan space = unlimited, cool 😉

  2. hehe… belajar dari guru yang sama FN 😀
    tapi kita berbeda kemampuan yah kawan… dirimu menang murid teladan 🙂
    iya neh… dari FN kita berharap foto2 kita dapat nilai yang bagus… eh ternyata 🙁 , tapi saya menganggapnya sebagai suatu pembelajaran. foto yang menarik tidak hanya dari temanya saja… warna yang mencolok juga berpengaruh supaya orang datang melihat (udah digoreng abis2an di PS 🙂 ).
    sekarang aku masih pake flickr, mungkin klo udah gak bisa flickr pake picasa kali yah… khan masih punya accout gmail 😀

    gimana kita bangun komunitas sendiri aja yah? sesama temankan lebih enak menghardik, mencaci dan memaki foto2 😀 … supaya bertambah jam terbangnya.
    keep upload, foto2 mu selalu ku ikuti.

  3. foto mirip dengan lukisan…bagus atau jelek, memenuhi kaidah estetika atau tidak, sangat subyektif…buat apa memberi nilai dengan pembatasan 3TU or 3 TD. Akhirnya justru jadi pembunuhan kreativitas. CMIIW

  4. gw malah gak pernah aplot di FN. Anggota pasif ajah 😀

    Buat gw pribadi sih, foto2 lu bagus2. Momentnya pas & bercerita.

    Oia, soal foto2 di blog gw, sementara ini semua masih pake pocket digicam aja. Tanpa filter juga 🙂 Kapan yaaa kebeli seperti punya loe… hehehe

  5. #Juminten:
    no problemo 😉

    #fahmi!:
    aku lagi ngabisin jatah 200 gambar. aku udah ada account di multiply juga. ntar kalo dah 200, baru deh pindah ke sono 😀

    #Hedi:
    setojo!

    #shakurani:
    terima kasih, mbak rhan 🙂 foto dari kamera saku aja kayak gitu, apa lagi dari SLR yah? ;))

  6. hm hm hm..blog sampeyan cepet banget update’e ya. isin aku rek 🙂 ..dan aktual en fresh lagih

    FN oh FN .. memang miskin penilaian tapi terkadang ada satu atau dua kritik yang bisa membuka wawasan . Apalagi klo yg kritik termasuk fotografer handal 🙂 .. So , sy pribadi tetap keep uploading .. tapi aga selektif ! harus benar2 foto yang nendang ..!!!

    Saya rutin ke FN..tapi buat liat2 Forum Bursa hehehe . Galerynya jarang di intip..mending ke page Interestingness-nya Flickr 🙂

    mas tukangfoto ..mas galih..kita bikin Group di Flickr yok ! buat saling caci dan maki hehehe diskusi ding

Leave a Reply to tukangmoto Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *