Review: Sang Pemimpi

sang-pemimpi.jpgJudul Buku: Sang Pemimpi: Buku Kedua dari Tetralogi Laskar Pelangi
Penulis: Andrea Hirata
Penerbit: Bentang

Sekelompok anak-anak miskin di kawasan Belitong, bekerja sebagai kuli paling kasar di pelabuhan Belitong agar tetap bisa sekolah. Adalah Ikal, sang penutur cerita sekaligus pemeran utama; Arai, saudara Ikal, seorang simpai keramat atau sebatang kara yang diasuh oleh orang tua Ikal; dan Jimbron, si tambun yang gagap yang punya obsesi kompulsif terhadap kuda. Meskipun nakal dan berandalan, Ikal dan Arai adalah penghuni garda depan, istilah untuk orang-orang yang memiliki top rank di sekolah. Sebagai kaum buruh miskin, mereka memiliki cita-cita yang lebih mirip mimpi daripada cita-cita. Pungguk merindukan bulan.

Tapi anak-anak ini tidak sekedar bermimpi. Mereka termotivasi oleh mimpi-mimpi dan bekerja keras untuk mewujudkannya. Menabung sereceh demi receh hasil dari pekerjaan mereka ke dalam celengan demi untuk mewujudkan cita-cita bersekolah ke Perancis! Waw…

Biar kau tahu, Kal, orang seperti kita tak punya apa-apa kecuali semangat dan mimpi-mimpi, dan kita akan bertempur habis-habisan demi mimpi-mimpi itu!!

Arai

*

Kisah cinta apa yang paling menyedihkan di muka bumi ini? Cinta yang patah berkeping-keping karena pengkhianatan? Dipaksa putus karena perbedaan? Cinta yang menjadi dingin karena penyakit kebosanan? Terpisah oleh samudera? Bukan. Cinta yang paling menyedihkan adalah cinta yang tak peduli. [hal. 186]

Zakiah Nurmala adalah wanita pujaan Arai. Namun sayang, Zakiah terlalu tak peduli pada Arai. Tapi lihatlah bagaimana perjuangan Arai untuk mendapatkan cintanya. Mengharukan. Tak kenal lelah, tak kenal putus asa meskipun respon Zakiah sangat buruk, bahkan cenderung menghina. Apakah hati Zakiah luruh dengan perjuangan Arai ini?

Di titik Zakiah ini, mungkin saya terlalu larut dengan novel ini. Secara tak sadar saya selalu bersimpati dan tertarik oleh cerita-cerita yang menggambarkan kasih tak sampai. Mungkin seperti bercermin melihat diri sendiri kali ya? 🙂

Si Ikal sendiri ternyata adalah Andrea Hirata. Jika kita melihat perjalanan hidup Ikal dan kemudian membaca biografi Andrea, sangat mungkin bahwa Andrea menceritakan kisah perjalanan hidupnya sendiri dengan banyak bumbu-bumbu dramatis. Gaya penceritaannya hiperbolis, dengan pengandaian-pengandaian yang sering keterlaluan dan membuat geli dan tertawa kecil.

Saya suka ketika tahu bahwa para pendidik diangkat dan dihormati di sini. Pak Balia adalah sosok kepala sekolah yang cerdas dan jujur. Pak Mustar, meskipun masih bersikap sangat keras, beliau sebenarnya sangat perhatian dengan perkembangan anak didiknya.

Kesimpulan, novel ini wajib baca. Ringan, menghibur, menyenangkan, dan memotivasi untuk selalu bersemangat dan terus siap tempur. Thanks to Mas Puntadi yang telah meminjami novel ini. ;)) [banda nyilih thok aku kiy]

Published
Categorized as Review

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

26 comments

  1. vertamax plus udah naek belum harganya? kan harga minyak dunia naek tuh 🙂
    * maaps gak nyambung 😀

    btw, mimpi dan kerja keras (baca: cerdas)… akan menghasilkan sesuatu yang menakjubkan 🙂
    * aku masih mimpi nih lih waktu nulis komen ini 🙂

  2. “Mungkin seperti bercermin melihat diri sendiri kali ya?”.

    Wah mas apa hiya cerita sampeyan kayak novel itu.
    Klo begitu jangan patah semangat mas.
    Jodoh itu di tangan Tuhan YME.
    Jadi Ayo semangat. Klo tdk dapet satu mungkin yg lainnya bakalan kecantol.

  3. Kl dibandingin ama buku ke1 bagusan mana ya? Aku udah beli 3 bukunya, tapi malah blum sempet baca 🙁
    Oia biografinya andrea hirata direview sekalian dong…
    Bwt galih, jgn melas gitu dong…tar malah cewek2 simpatiknya gara2 kesian heheheheh….

  4. penggemar laskar pelangi juga neh
    emng bener, novel itu penuh inspirasi dan motivasi
    aku dah baca ketiga novel nya, dan kini tengah beredar ke temen2ku di sby
    dan byk yang jatuh cinta
    novel pertama dan kedua menarik, sama bagusnya
    novel ketiga yang aga krg dibandingin 2 novel itu

    salam laskar pelangi 😀

  5. #nanakiqu:
    SEMANGAT! 🙂

    #ulliee:
    wah penyakitnya sama kayak aku ternyata, daftar buku yang harus dibaca masih banyak. Biografi singkat Andrea dapat dibaca di bagian sampul belakang novel. Ada kisah kecil mengenai latar belakang penulis.

    heheheh…

  6. kok aku belum tertarik ya baca buku kelas menengah-berat kyk gini. akhir2 ini, aku bondo nyilih, tertarik baca yang light dan tipis kayak Travelers’ Tale-nya Adhitya Mulya dkk; bukunya Miund (Gokil), trus Ouch-nya Melanie Subono…

    kapan itu pinjem triloginya Clara Ng aja, ga kebaca. abis tebel….

    sisanya? baca majalah donk…instyle, seventeen. bener2 super light deh, seleraku! hehehe…

  7. #ndutyke:
    wah, kita kayaknya memiliki definisi berbeda terhadap kata light itu. 😀 Buat aku kelas sang pemimpi ini ringan, soalnya ceritanya mengalir, nggak pakai alur campur aduk.

  8. Ceritanya mengalir lancar.
    Tapi punya banyak bagian yang bikin berhenti mbaca dan mulai berpikir.
    Tapi kalo mo dibawa santai juga bisa kok.

    Yang baru aku baca:
    Bumi dan Manusia sama Anak Semua Bangsa, btw 2 novel itu udah diterjemahin ke 40 bahasa.

  9. Wuih…… Jempol kedua tangan dan kaki rasanya gak cukup loh….. ini membuktikan bagi anak bangsa yang dapat membangkitkan betapa negeri Indonesia patut kita banggakan, dibalik kekuarangna dan kemiskinan, ada hal-hal yang membahagiakan yang tak terbayarkan dgn uang. Aku rekomendasikan deh untuk dibaca, wong bukan novel, ceritanya perbab-bab yang berdiri sendiri2. Kalau mau lengkap baca dan nonton video di http://www.kickandys.com, tayangan metroTV, OK banget loh

  10. tidak ada realitas tanpa transparansi, kebenaran yang hakiki hany di dapt dengan pendekatan yang komprehensif.kick andys memang yang paling tepat.tapi saran saya tolong bintang tamunya para pakar sejarah untuk membahas tentang distorsi sejarah indonesia seperti g30s n dll.ok

  11. Assalamualaikum…

    wah.. pertama tau bukunya Kak Andrea Hirata yang pertama karena dipinjemin temen, gak sampai 2 hari bukunya langsung khatam… besoknya langsung beli buku yang Sang Pemimpi dan Edensor…, yang laskar pelangi akhirnya dibeli juga yang edisi hard cover..

    Bagi gue semua judulnya menarik, karena punya cerita masing2, pada waktu/tahap yang berbeda. tapi tetep nyambung satu dengan yang lainnya..

    sebenernya gue paling suka yang Edensor, karena dari situ gue yakin kalau mimpi gue pasti bisa terwujud asal ada niat dan usaha yang kuat…

    Terima kasih ya Kak Ikal, pesan moral disemua buku itu sudah aku catat (walaupun banyak yang konyolnya), juga urutan penyakit gila yang di deskripsikan.. walaupun semuanya konyol, tapi didunia sehari2 itulah penyakit gila sesungguhnya…

    Btw, yang namanya Zakiah Nurmala itu yang mana sih.. kok bisa sih nolak Arai, kalau Arai gak mau sama Zakiah Nurmala, sama Andhian Nurmala aja deh.. hehehehe…. kidding..:)

  12. ass,,,,,,,,,,,

    kapan yah aq bisa kyk mreka-mreka??????????????

    bwt b’mimpi aj bwt aq usah bgt………………

  13. saya kagum dgn andrea mllui laskar pelangi dan saya sudah nonton filmnya saat pertama kali diputar,shnga saya tertarik baca semua novel tetralogynya.dan saya sangat tertarik hanya dgn melihat resensinya,saya ingin bertemu andrea hirata. itu mimpi saya.

  14. seperti pepatah mengatakan “manusia tanpa mimpi lebih baik mati saja” semua orang pasti punya mimpi dan kita harus bisa mewujudkan mimpi itu menjadi kenyataan dengan perjuangan keras dan berbahagialah orang yang sudah bisa mewujudkan mimpinya

Leave a Reply to johanes Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *