Kekayaan Alam Indonesia dirampok Bangsa Asing?

Harga minyak dunia menembus US $ 100 per barel. Indonesia, sebagai negara penghasil minyak tidak bisa mencicipi kenaikan ini. Indonesia justru menangis dan kalang kabut menutupi defisit anggaran APBN yang semakin melambung. Banyak kalangan berpendapat bahwa hal ini disebabkan sumber daya alam kita dirampok bangsa asing lewat perusahaan-perusahaan tambang mereka yang ada di negeri ini. ExxonMobil, Chevron, Total Indonesia, dan masih banyak lagi. Pemerintah dituduh telah menjual kekayaan alam ini tidak untuk kemakmuran rakyat. Padahal UUD 1945 pasal 33 (ada yang masih hafal UUD dan Butir-Butir P4? 😀 ) telah mengamanatkan hal ini.

Apakah memang benar begitu? Kenapa kekayaan kita dikuasai oleh perusahaan-perusahaan asing? Teman saya, seorang Geologis, yang bekerja di sebuah perusahaan minyak asing memiliki uraian pendapat yang menarik. Berikut kutipannya:

Ini ada artikel gara2 minyak nembus 100$/barel, para Oil kompeni tanah arab nawarin signing bonus 1 juta dollar bwt narik para professional yg udah expri untuk berkiprah disana……

Klo ngomongin gmn mngakomodir UUD 34, yg harus diberantas dulu tuh masalah kemiskinan dan mental orang miskin. Sperti kata pepatah, semua masalah itu berpangkal dari kemiskinan

Skarang negara kita klo nawarin blok migas itu mentahnya doank brur, cuman di survey geologi tp ga pake seismik apalagi sumur wildcat (istilah sumur eksplorasi). Beda sm diluar negeri, disana blok migas itu udah pasti proven reserve-nya berapa..jd investor itu tinggal nyedot isinya. Makanya pemerintah sana pnya posisi tawar yg kuat buat bagi hasilnya

Kenapa kita cuman nawarin mentahnya? Krena kita miskin brur…..skarang nge-run seismic itu hrganya 25 juta $, plus ditambah ngebor sumur wildcat paling enggak 5 – 6 sumur yg masing2 hrganya 5 – 10 jt $, plus akuisisi data sumur & ngetes sumur kaya’ well logging, DST, RFT/MDT, dst, blm lagi masalah fiscal, beli bloknya, dsb….totaL jendralnya minimal 150 JUTA$!! Itu belum tentu dapat Oil ato gas-nya…klo dry hole atau water, ya udah manyun aja…..

Masalahnya, mana ada bank atau perusahaan pembiayaan keuangan yg mau minjemin duit 150 juta dollar cuman buat gambling atau ngebiayain sesuatu yg ga jelas hasilnya…artinya apa?? Kita kudu punya duit tunai brur !!!

Trus ada ga perusahaan nasional ato BUMN kita yg punya duit tunai 150 juta dollar cuman buat eksplorasi?? Ga ada…Pertamina aja budget buat maintain & develop lapangan yg udah ngasilin aja ga nyampe segitu…..

Jadinya kita cuman ngundang investor asing ato perusahaan internasional yg pnya duit tunai segitu kaya’ BP, Chevron, Exxon dsb buat ngeruk kekayaan kita…tp krena yg ditawarin itu cuman blok mentah, otomatis mereka kudu kluar 150 juta dollar dulu donkk…,ya klo toh akhirnya dapet, bagi hasilnya juga kudu diatur….krena gmanapun yg susah payah berkeringat ditambah sport jantung pula krn blm pasti dapet, beda dgn yg ongkang2 kaki tinggal nyedot…

Klo Geologist sm Geophysicist di dunia perminyakan itu jualannya sbenernya sama….bedanya geologist itu berbicara dari data yg sifatnya detail/local (kayak singkapan batuan and well log) kmudian coba di interpretasikan kondisi regionalnya (frog eye), klo geophysicist itu sebaliknya…berbicara dari data yg sifatnya regional (kayak seismic) kemudian coba di interpretasikan kondisi detainya (bird eye).makanya kudu saling ngelengkapi biar oke…

Just for fun….

KeyKiss

Published
Categorized as Opini

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

29 comments

  1. iya… kita gak dirampok ko’,
    wong bapak2 diatas sana dengan suka rela membagi kekayaan negara antara mereka dan ‘alien’.
    bagi kita yang gak memiliki minyak (minyak tanah ada tuh, satu galon 😀 ) kenapa harus bingung. 🙂

  2. Materi Berat ini…. Angkat tangan ane :p
    Just Curious….Apa benar mreka (perusahaan asing) cmn “gambling” 150 Juta Dollar… ngebor sana ngebor sini ga jelas hasilnya?? Apakah mreka sebodoh itu?? Kan mereka “mungkin” udah tau… klo ada “tambang” disitu.. cmn kandungannya berapa kan sebatas “perkiraan-perkiraan”. Mreka kan punya “dukun”, tinggal kasih “kemenyan” kemudian tinggal liat2 di indonesia / atau negara laen daerah mana yg ada “tambang” nya… itung sana itung sini… setelah data2 lengkap, ke Indonesia persentasi… lobi sana lobi sini sawer sana sawer sini… :p
    Penguasa2 yg ga “ngeh” potensi alam n taunya $-) dikasih sawer sekarung langsung tanda tangan. Hasilnya ya seperti sekarang 🙂 Ga setuju klo bilang “kita” ngasih secara sukarela tp penguasa “kita” yg bermurah hari kepada “pihak” lain. Just my opinion n khayalan semata…bukan berdasarkan fakta… wong ga pernah tau masalah geologi palagi tender, bagi hasil dkk… 🙂 pisssssss

  3. #excalibur:
    Faktanya, memang seperti yang dikatakan temanku yang Geologi itu. Pemerintah kita tidak memiliki bargaining position yang kuat dalam bagi hasil karena data yang mereka kasih mentah. FYI, perusahaan asing dalam eksplorasi harus izin dulu lho, nggak boleh tes sana tes sini tanpa membeli blok BP Migas, jadi mereka juga tidak tahu bahwa di suatu tempat ada minyak atau tidak. Seringkali mereka ngebor dan hasilnya sumur kering atau bahkan cuma air. Kalau sudah begitu ya jelas perusahaannya bakalan merugi. Jadi tidak semudah kelihatannya. Mungkin kamu akan lebih mengerti posisi kita kalau bekerja di perusahaan migas. 🙂

  4. sebenarnya sich tidak dicuri sama bangsa asing tapi tepatnya diserahkan sama pejabat negara kita yang matanya selalu tidak bisa tertutup melihat tender besar di depan mata!

    Hukum mati koruptor (anarkis gak?!)

  5. @Galih:
    Itu kan klo menurut aturan lih :p
    Secara yg punya rumah ga bisa deteksi klo rumahnya diobok-obok kan ga masalah. “Dukun” mereka kan lebih canggih? wkaka… sama kayak kabar burung dmn “negara lain” nyuri ikan pake kapal selam muncul2 dah jadi ikan kalengan atau sarden, klo dari aturan kan ga boleh tp klo radar kita jadul n g bs detect mreka trus gmn? hehehe….. banyak kesepakatan yg dilakukan jaman bahula, emg saat itu kita dah punya teknologi untuk tau isi perut bumi? orang luar taunya darimana?dari dukun indonesia? wkakaka… ya gini klo discus ma orang keras kepala tp sok tau 😀 mungkin aku bisa ngerti klo dah kerja di perusahaan migas 😀 hehee…. pengen sih tuing2…..

  6. #excalibur:
    yah… aku sih cuma berharap kamu bisa mengerti fakta, bukan sekedar teori konspirasi. di sini bukan tempatnya untuk bicara soal teori konspirasi, karena kalau sudah bicara begitu, imajinasi akan terlalu terbawa kemana-mana. jangan kira setiap ngebor pasti berhasil lho, banyak sumur yang gagal produksi karena ternyata sumur air atau sumur kering, atau kandungannya tidak layak untuk diambil.

  7. argumen nya excalibur masuk akal banget seh..

    Dengan teknologi satelit bisa pantau sampai mendalam.. its far more advanced nowadays..

    gambling 150 juta dollar bisa di eliminir

  8. gw sebernya sebeeeeel banget! tp gw bisanya apa? cuma nonton dowang! yah plis lah tuh yang bisa ngocros buat bilang sama tuh pencuri budaya! gak punya kreatifitas ya mas mbak?

  9. kalian nih ngaco…
    ngomong apa toh?
    cari ahlinya di kadir’swebblog
    dan di irsangalih.wordpress.com

    ini dia ahlinya…jadi mikir dulu baru ngomong
    dasar tukang ngarang
    sory-candaan

  10. Klo bcra indonesia sudah pasti akn kekayaan alam tp untuk pengelolaan itu masih membutuhkan tenaga asing gimana masyarakat umum atau warga indonesia mau sejahtera.Berarti sarjana2 di indonesia masih banyak yag goblok!!!!!!! Yang bisanya ngongkang2 kaki dan memenuhi kebutuhan sendiri tanpa memikirkan orang lain yang masih kesusahan.Klo bicara lebih jauh lagi ane tidak banyak tahu ttg masalah ini,tp kita sebagai penerus bangsa, harus punya tekad yang kuat untuk memajukan indonesia agara makmur dan sejahtera

  11. Indonesia adalah negara yang baru membangun.Dengan jumlah penduduk yang lebih besar dari pada pendapan negara,maka dibutuhkan dana segar untuk mencukupi hal itu.Jadi didakanlah kerjasama internasional yang dari sisi pembagian pendapatan indonesia berada pada posisi yang dirugikan.Indonesia sebaiknya sekarang mengadakan kontrak ulang.dan melakukan perbaikan arah kebijakan ekonomi dengan melakukan audit pada setiap departemen dan melakukan efisiensi dalam segala hal.
    “Negara ini didirikan dengan perjuangan panjang Bukan dengan Hutang yg banyak”
    “Saatnya Indonesia ‘Bisa’ Lepas dari hutang”

  12. blognya bagus 🙂 termasuk settingan & topiknya… klo minta template nya gimana ya… soalnya saya baru nih buat blog.
    oh ya kalau kekayaan alam kita emang susah ngaturnya, disimpan sendiri ga ada org indo yg mau/bisa ngolah, kalau dikasi ke org laen tentunya org laen yg dapat lebih banyak untungnya.
    Nah sekarang saatnya menunggu Pemimpin sang pendobrak sistem. Harus ada yg mau dgn berani memulai mengubah sistem pengolahan kekayaan kita & itu harus dimulai dr pucuk pimpinan paling atas alias Presiden.
    Presiden ke-7 adalah Pemimpin yg kita tunggu-tunggu untuk membawa Indo ke arah kemakmuran sejati. Insya ALLAH…

  13. cape dech…..terlalu complicated dan rumit…….itu kata yg agak pantas untuk di analogikan pd kondisi bangsa Indonesia……siapa yg peduli…??? meneketehe…!!. Mungkin rasa senasib, seperti halnya indonesia menghadapi agresi militer Belanda I dan II yang akan merubah negara ini kepada suatu kondisi dimana ada rasa kebersamaan untuk menumbuhkan rasa simpati, empati juga rasa memiliki apa yg menjadi hak bersama……..karena dengan berjuang bersama akan menampakan manakah wajah para manusia opportunis yang naziss……ficik, hipokrit, serta bhoullshiitttt…….. dan mana pula orang2 yang berjiwa kesatria, bernurani tinggi, bermoral besar, dengan tanpa menampikan kesempurnaan, tapi paling tidak masuk kedalam kriteria dan kategori pemimpin dan bapa bangsa dari rakyat Indonesia.
    pemimpin pada saat revolusi lahir berdasarkan evolusi dan bukan hasil dari sebuah kompromi, pemimpin adalah panutan, triger, tentunya orang yang berjuang selalu berada di garda terdepan, bukan berkoar di belakang yang berlagak bak komandan perang, dengan dalih mengatur strategi, yang karena skill speak nya agak lebih tinggi merasa diri sebagai pakar negosiasi, apa bila terjadi konflik hanya berlari tuk sembunyi………… silahkan berpikir apakah kita sudah memilih para wakil dan pemimpin yang akan membawa kita menjaadi bangsa yang bermartabat dan berderajat………….wallahu a’lam bissawabb..!!!

  14. Negara kita memang lebih suka dapet duit tanpa mengelola,
    Andaikan saja Sumber Daya Alam yang melimpah ini bisa kita kelola,
    apalagi dengan SDM bangsa kita sendiri,
    Mungkin pengangguran tidak akan menjadi penyakit lagi dan kesejahteraan rakyatpun meningkat, tanpa dipengaruhi oleh melambungnya harga BBM….

  15. Sebenarnya kita tidak bisa menyalahkan bangsa kita sendiri, karena sebenarnya kita ini tidk ada yang pinter atau goblok, karena sistem pemerinthan kita yang membuat kita menjadi melarat karena yang telah mempersilahkan nagsa asing untuk merampok semua kekayaan yang ada di Indonesia.. jadi sekali lagi sistem pemerintahaan kita yang telah mengabdi dan menjadi Budak kaum Imperialisme dan kesempatan kaum Imperialisme yang mengeruk kekayaan Indonesia sampai habis… kalau memang pemeritah punya pikiran yang murni demi kemajuan bangasnya sendiri pasti aka memeikirkan bagaimana untuk bagaimana mendidik para remaja, bagaimana mengolah kekayaan alam Indonesia, jadi tidak perlu Cecunguk cecunguk Luar Negeri leluasa meranpok negara kita yang kaya-raya… kalau kita mau sebenarnya kita mau bergerak dengan cara yach bersatu berjuang lewat berorganisasi… bangsa Indonesia tidak ada yang bodoh kok.. tapi kita telah dibodohi..

  16. kebodohan dan ketololan indonesia adalah:
    “Indonesia menjadikan Perusahaan asing itu sebagai Majikan!bukan sebagai Mitra!!”
    untuk apa tkut sm perusahaan asing,klo mrka melobi amerika kta siap mmprtahankan kedaulatan ngara ini!!
    lihat bolivia sm venezuela!brani amerika menentang mreka?,Gak!jdi indonesia harus berani mengubah perjanjian dng perusahaan asing,gitu…

    yang jelas yg buat indonesia miskin dn ga’ ada duit adalah minyak dan emas kta yg dikuasai asing,itu dulu yg penting bru korupsi sbab gimana mw brntas korupsi klo kkurangan duit…

  17. dr jaman nenek moyang ampe skrang bangsa kt masih ttp di jajah…….!!!!pemeritah gag becus cus cuss cusss………………………….

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *