Saya Perlu Sekolah Kepribadian

Kemarin malam, berdua di ruang kantornya yang luas di Medan Merdeka Barat 9, Pak Ari Santoso menasihati saya mengenai kenapa saya selalu tidak beruntung dalam masalah pencarian pendamping hidup. Biasa, sisi terlemah saya yang selalu diserang adalah ini. Kalau yang lain saya selalu bisa mengelak dan menyerang balik. Tapi kalau soal ini, saya sama sekali tak bisa menghindar.

“Lih, mungkin kamu itu perlu sekolah kepribadian sana,” katanya memulai serangan.
“Kenapa memangnya, Pak?” Saya sudah hapal arah pembicaraan ini, tapi saya juga ingin tahu ada apa yang salah dengan saya. Jadi saya teruskan.

“Tipe-tipe sepertimu itu tidak bisa menyenangkan seorang wanita. Hanya sedikit cewek yang senang dengan tipe-tipe seperti ini. Kamu tidak bisa ngobrol dengan akrab jika berdua dengan cewek.”

Hmmm… betapa benarnya kata-kata ini. Saya jadi semakin maklum kalau saya selalu gagal. Memang saya paling tidak bisa berkomunikasi dengan wanita. Inilah saya, diam dan angkuh jika berhadapan dengan orang baru dan (apalagi) tidak dikenal.
Waduh, lalu, bagaimana saya bisa memenuhi permintaan Kakak yang satu ini ya? Dalam pernikahannya nanti, ia ingin saya datang membawa pasangan. Saya akan ditendang keluar jika datang sendiri. Permintaan yang harus saya penuhi… saya kira…

Wew… :-S

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

18 comments

  1. Halah…Galih..itu ma masih belum niat aja, cari pendampingnya…

    Wis ta..Niat itu mengalahkan keangkuhan, Niat itu membuat jadi percaya diri, niat itu menjadikan kita enjoy.

    Saya percaya…Galih Pasti bisa mengatasi masalah ini, tidak serumit Java koq…:), asalkan kalo sudah niat.

    Selama ini saya amati dari dulu masalahnya cuma satu..
    Kamu Belum Niat cari pendamping hidup Lih…Vivat.ITS CUK!

  2. Bukannya sekolah kepribadian itu baru penting setelah punya mobil pribadi, rumah pribadi, pesawat pribadi 😀

    Kalo cuman takut ditendang bawa aja pasangan, siapa aja, mau cowok, mau cewek juga bisa…
    =))

  3. Ah, belum ada cewe yang nyantel di hati saja, Dik Galih. Ndak masalah. Namanya juga jodoh, dianya mau, kita ogah. Kitanya pengin, dianya (yang lain) cuma mau berteman.

  4. aku ga tau napa aku ga bisa punya sahabat sejati.awal mencari teman sich gampang, tapi aku ga pernah bisa mempertahankan sahabat2ku. aku nyadar banget aku bukan teman yang menyenangkan. aku pengen banget bisa bercanda seperti teman2 laen, tapi setiap teman ngasih aku humor aku ga bisa jawab dg humor juga. rasanya garing bgt aku ini. aku sama sekali bkan orang yg menyenangkan.
    untuk persahabatan aj, aku ga pernah bisa mendapatkan sahabat sejati. apalagi cinta.
    aku emang cantik secara fisik, banyak cowik yg pengen pdkt.tp tiap mereka pdkt ga satu pun yg bisa bertahan apa lagi meneruskan k tingkat pacaran, hiks..
    aku gak bisa mempertahankan cinta yg datang di kehidupan aku.itu karna aku garing bgt, ga enak di ajak ngobrol. teman2ku aj ga nyaman ma aku, apa lagi teman2 yg pdkt yg tujuannya adalah cinta/pacaran.
    sampe saat ini aku sendirian banget.teraniaya banget ma sepi.aku ga punya teman satu pun. banyak sich cowok yg masih ingin pdkt, tp aku slalu menghindari mereka jika mereka ingin menemuiku d rumahku.aku menghindar dr mereka karna aku takut mereka ilfil ma aku pas mereka ngajak ngobrol,saking garingnya aku..
    apa yg harus aku lakukan???aku butuh bgt sekolah kepribadian…
    help me..

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *