Hanya Rumah Tua

Seri Oleh-Oleh dari Kampung
Lokasi: Ds. Sanan, Kec. Pakel, Kab. Tulungagung, Jawa Timur
Nikon D40 | Nikkor AF-S 18-55mm | 1/640 s | F/4

Rumah berdinding bambu itu, atau gedhek dalam bahasa Jawa, tentu sudah setua penghuninya. Saya masih ingat, jalan depan rumah ini adalah jalur saya bermain balapan sepeda waktu masih SD kelas 1. Sekarang jalanan itu masih sama, persis 16 tahun yang lalu. Hanya sedikit yang berubah, kecuali pembalap sepeda kanak-kanak itu yang kini telah beranjak tua.

Published
Categorized as Arsitektur

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

9 comments

  1. jadi ingat rumah waktu akyuu diami saat masih SD 😉
    hanya beda catnya saja 😉
    asli klo mlm dingin..brrrr..n nyamuknya byk :p

    tapi seru dari balik bilik bisa lihat2 keluar, orang/bukan yg jln kelebatannya bisa terlihat 😉

    lalu karena atapnya ngk di triplek n lsg genting n tulang2 bambu, suka ada burung hantu/kelelawar bahkan tokek yg nemplok…

    asli dgn dikelilingi pepohonan gitu, klo mlm apalagee musim ujan gini suara kodok sahut2an bersama suara jangkrik 😉

    Sekarang rumahnya wis ora ana :p
    uda digantikan dgn bangunan permanen nuansa mediterania n kontrakan :p

  2. Jadi inget jaman dulu, era keemasan dalam bermain-main ria ma temen-temen….
    Rumahnya mendukung banget buat area bermain anak-anak ndeso
    ;))
    Btw, ngakses halaman ini dari sini -kampus TC- koq lama ya mas..?

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *