Windows Vista dan Internet

Windows Vista tidak cocok untuk digunakan di daerah fakir bandwidth. Terlalu banyak “spyware” legal yang berjalan.

Itu adalah kesimpulan saya tentang sistem operasi ini. Ceritanya, saya dipinjami notebook yang berisi Windows Vista Bussiness agar saya bisa bekerja di rumah. Saya bekerja dan terhubung dengan internet menggunakan koneksi GPRS IM3 dengan ponsel Sony Ericcson W200i saya. Vistanya masih baru, jadi segala setting masih default.

Saya pun segera terhubung ke internet berbekal pulsa Rp. 5000. Perkiraan saya, dengan digunakan hanya untuk chatting pakai Pidgin, pulsa sebanyak ini bisa tahan hingga tiga hari. Tapi tak lebih dari lima menit, pulsa saya habis! Padahal saya tidak browsing webpage. Ada koneksi diam-diam tanpa seizin saya tapi diizinkan oleh Windows. Bahkan oleh Norton Protection Center yang (kebetulan) terinstall. Selidik punya selidik, program itu adalah Windows Update. Secara default, Windows Update akan mencari update terbaru dan mendownloadnya. Hmm.. pantesan 5 MB saya habis! Tak sampai kejapan mata, saya habisi Windows Update supaya tidak buat koneksi seenaknya! Setelah itu lancar. Bandwidth keluar sesuai dengan kontrol.

Sampai tadi ketika saya terhubung dengan internet sambil mendengarkan musik dengan Windows Media Player. Pengalaman dengan Windows Update, segala opsi yang berhubungan dengan internet sudah saya matikan. Tapi traffic data begitu derasnya. Lagi-lagi yang terdeteksi terhubung dengan internet hanya Pidgin saja. Aplikasi ini sudah terjamin tidak menggunakan bandwidth secara misterius. Transparan. Ketika saya mematikan Windows Media Player, traffic data normal kembali. What a goddamned Windows! Apa itu bukan spyware namanya? Dasar. Karena tak ada Winamp, saya pakai VLC Media Player. Jauh lebih bersih dari koneksi misterius.

Saya jadi ingat quote dari Section Head saya ketika bicara tentang Internet Explorer dan Mozilla Firefox,

Microsoft mah bikin aplikasi jelek dan buruk gak masalah. Yang penting bagi dia adalah, meskipun jelek tapi semua orang pakai. Orang nggak tahu apa itu Firefox, yang tahu cuma yang sedikit ngeh sama komputer. Orang cuma tahu IE. Titik.

Wow!

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

14 thoughts

  1. hehehe, gara2 ini makanya gue pilih linux sekarang, cuma 10 persen pake windows, itu juga di kantor dgn komputer lain dan hanya karna alasan kerjaan tertentu :d

    Btw, waktu di pesta blogger, sejumlah blogger nyebut “huuuuu” pas nama microsoft disebut. Bukan tindakan yang bagus, tapi perlu hehehe

  2. gak hanya Nista lih yang begitu… klo pake “Jendela” versi lainnya juga tuh (settingan default auto update)…
    ternyata ada juga yang bernasib sama sepertiku… 🙂

    *hatrik comment* :))

  3. #Hedi:
    Tapi rasanya kalau untuk olah digital, pasangan windows dan potosop masih sayang kalau ditinggalkan hanya demi idealisme menggunakan software yang legal 😀

    #nRa:
    quatrik pisan tah? 😛

  4. ..salah satu konspirasi terbesar dimuka bumi yg pernah ada.. windows.. sbegitu hebatnya windows mampu men-drive kita untuk menggunakannya.. (mau tidak mau.. dan amat sangat dimanjakan dengan semua kemudahannya)..

    rumusnya :

    windows versi baru = hardware baru

    hardware baru = profit (bagi microsoft & partner2-nya.. tentu saja)

    gitu gak sih?? huehehe.. (seorang newbie yang berceloteh.. abaikan saja)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *