Obat Rasa Sakit adalah Sibuk

Judul di atas adalah sebuah kata-kata dalam novel The Rage of Angels karya Sidney Sheldon. Betapa benarnya kata-kata ini. Benamkan diri dalam pekerjaan, paksa tubuh hingga mencapai titik lelahnya hingga tidur bisa nyenyak tanpa terganggu mimpi-mimpi buruk.

Apa yang dapat saya lakukan lagi selain membenamkan diri? Tempat itu ternyata masih belum memberikan keberuntungan bagi saya. Matahari belum terbit. Badai belum berlalu. A New Day has not come yet. Cinta, deritanya memang tiada pernah berakhir. Apa yang dapat saya lakukan lagi selain membenamkan diri? Tak ada hiburan yang lebih menenangkan daripada itu.

Entah sampai kapan? Only heaven knows, tapi saya yakin kalau saya masih punya banyak waktu. Untuk apa? Untuk jatuh dan sakit berkali-kali?

Tidak ada yang mengagetkan saya kali ini. Seperti yang saya bilang, mungkin saya hanya bisa tersenyum sambil berkata, “Yak ampun… lagi Lih?”

🙂

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

7 thoughts

  1. Mas Galih, kok sama? kok samaaaaa…???
    aarrrggghhhh…
    kok apa yg engkau rasakan ini selalu sama dgn yg aku rasakan skrg? 🙁
    *siap2 curhat mode : on*
    ga jd laaahhh… 😛

  2. rasa sakit tidak bisa dihindari
    tapi penderitaan adalah sebuah pilihan

    –>obat rasa sakit: pembentukan pola pikir yg lebih baik.

    “there is always sunshine above the cloud”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *