Isolasi Objek Pada Sebuah Foto

Sebuah foto yang baik sebaiknya memiliki objek yang ditonjolkan yang lebih dikenal sebagai POI (Point of Interest). POI menceritakan tentang tema sebuah foto dan menceritakan apa yang ingin diceritakan oleh sang fotografer. POI adalah sebuah titik dimana mata manusia akan tertarik untuk mengamati titik tersebut dengan lebih detail daripada titik yang lain. Membuat sebuah foto memiliki POI gampang-gampang susah, tapi dengan semakin sering menekan shutter dan menambah jam terbang, hal ini bisa terbentuk dengan sendirinya.

Berdasarkan dari apa yang saya ketahui, paling tidak ada beberapa hal yang bisa dijadikan patokan untuk membuat sebuah foto memiliki POI. Saya namakan teknik ini sebagai isolasi objek. Mari kita bahas satu per satu:

Depth of Field yang Tipis

Hwaduh, apa itu Depth of Field (DOF)? DOF adalah area yang tampak tajam dari sebuah foto dimana area lain kabur. DOF yang tipis dengan menyisakan POI yang tajam secara otomatis mengisolasi POI dengan sempurna. Contoh dari teknik ini dapat dilihat di foto dua batang rumput (representasi puisi jatuh cinta saya) atau foto anak-anak ini.

Teknik ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu: (1) Membuka diafragma selebar-lebarnya (nilai F kecil, misalnya F/3.5, F/2.8, F/1.4), (2) Memakai lensa tele, misalnya 55-200mm, (3) Membuat jarak POI dengan kamera jauh lebih dekat daripada jarak POI dengan background.

Motion Blur

Motion blur adalah teknik memotret dengan membiarkan objek bergerak terlihat kabur. Dengan demikian, POI yang diam akan terekspose dengan baik. Contohnya foto di bawah ini. Ini sebenarnya termasuk foto gagal saya, karena masalah komposisi dan ketajaman, tapi cukup untuk menjelaskan teknik motion blur.

POI saya adalah peserta rally sepeda yang sedang berpose untuk difoto temannya. Di belakang, ada mobil-mobil yang sedang bergerak. Jika saya membekukan mobil, maka mobil akan menjadi pengganggu POI, oleh karena itu, teknik motion blur dipakai agar mobil tidak terlihat jelas sehingga mata orang akan segera terfokus pada POI.

Cara membuat foto dengan teknik ini lebih sulit daripada cara pertama. Anda harus melakukan sinkronisasi kecepatan objek yang sedang bergerak. Cari shutter speed yang lebih lambat kecepatan objek bergerak, tapi masih cukup untuk membuat objek diam tidak kabur. Tidak ada rumus baku seper-berapa detik di sini, tergantung situasi dan kondisi. Foto di atas saya ambil dengan kecepatan rana 1/3 s. Kecepatan yang “nekat” — Kecepatan ini sudah pasti akan mengaburkan objek apapun yang bergerak, tapi tak ada jaminan objek diam terlihat tajam.

Panning

Panning adalah kebalikan dari motion blur. Kita membekukan objek yang sedang bergerak, tetapi objek diam sebagai background dibuat kabur. Contohnya foto Bajaj di bawah ini. Sekali lagi, foto ini termasuk gagal dalam hal komposisi, tapi berhasil dalam hal panning.

Teknik ini lebih sulit daripada motion blur. Dengan latihan teratur, kita bisa menguasai teknik ini. Caranya, set shutter speed di kecepatan sedang (setiap kondisi berbeda, untuk tingkat kecepatan Bajaj di atas, 1/25 s bisa dipakai). Objek yang bergerak harus dari sisi Anda. Kiri ke kanan, kanan ke kiri, atas ke bawah, atau bawah ke atas. Kemudian, set Auto Focus System pada Single-Servo, dimana sistem autofocus akan mengikuti gerak objek yang difokus. Gerakkan kamera mengikuti objek dan ketika kira-kira sampai di depan Anda, tekan shutter. Setelah menekan, terus gerakkan kamera mengikuti objek sampai objek tak terlihat.

Di sini pemilihan shutter speed yang tepat dan gerakan kamera sangat berpengaruh. Semakin lambat shutter speed, kemungkinan POI kabur akan semakin besar. Sementara gerakan kamera tergantung ketrampilan tangan Anda. Panning yang bisa dikatakan berhasil adalah panning yang POI terlihat tajam, sedangkan background-nya kabur.

Isolasi Warna

Tiga teknik yang telah saya bahas adalah teknik ketika di lapangan. Isolasi warna adalah teknik post-processing dengan software pengolah citra seperti Adobe Photoshop. Teknik ini tidak memerlukan keterampilan memotret, tapi keterampilan dalam menggunakan Photoshop. Ini pekerjaan photosoper, bukan fotografer. Contoh foto bisa dilihat di bawah ini:

Jika Anda ingin menonjolkan warna merah bunga, seleksi dengan rapi bunga, kemudian dengan Layer Adjustment, pilih Black and White. Di sini yang paling diperlukan adalah ketelatenan dalam melakukan seleksi sehingga hasilnya rapi. Olah digital foto di atas dikatakan kurang rapi dalam hal seleksi.

Demikian empat cara yang bisa dilakukan untuk menonjolkan Point Of Interest. Happy hunting! 🙂

Published
Categorized as Fotografi

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

9 comments

  1. salut buat master…
    terus lih… ajari aku dengan tutorial2.
    klo gini kan enak, gak perlu ngeluarin tenaga buat baca artikel fotografi english dengan sejuta istilah yang memusingkan.

  2. yup sangat membantu sekali…. bagi orang2 seperti saya yang males banget baca…. terima kasih banyak.
    salam dr purwokerto

  3. Kalo kamera Nikon yg bsa bwt tehknik diatas yg tipe ap gan ? Dan yg harganya ckup terjangkau. Mhon bantuanya .

Leave a Reply to prakoso Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *