Firefox.. oh Firefox…

Habis sudah kesabaran saya dengan browser satu ini. Browser ini bagi saya adalah browser terbaik dan sangat cocok untuk developer seperti saya. Merender HTML dengan nyaris sempurna membuat saya sangat nyaman berselancar dengan browser ini. Extension yang banyak juga sangat mengasyikkan. Extension yang telah saya pasang adalah Firebug Javascript Debugger ketika saya bercengkerama dengan Javascript. Lalu Tada Downloader sebagai Download Manager menggantikan FlashGet dan DownloadAccelerator yang diblock oleh proxy kantor.

Sungguh, saya telah jatuh cinta dengan browser ini dan malas pindah ke lain hati….

.. kalaulah tidak ada hal yang sangat menyebalkan dari Firefox. Update demi update terus datang membuat browser ini semakin gendut dan semakin berat. Sangat tidak responsif. Apalagi jika telah membuka tab lebih dari 10 buah. Bisa diam lama sekali dia tak bisa diapa-apain. Penyebab utama mungkin karena fleksibilitasnya terhadap extension, sehingga dia memerlukan waktu yang lama untuk memproses.

Akhirnya, hari ini, firefox saya pensiunkan dan hanya digunakan untuk debugging Javascript dan download saya. Lalu untuk browsing, saya pakai apa? Saya tak mau pakai Internet Explorer. Jadi akhirnya, terpaksa pakai Opera. Meskipun rendering HTML dan Javascript-nya agak payah, tapi saya suka kecepatan dan responnya yang terkesan ringan. Setidaknya hingga saat ini.

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

10 comments

  1. Kalo aku ga cocok dengan Opera. Progress bar-nya malah mengesankan lambat. Firefox masih jadi andalan, tapi sangat menyebalkan kalo liat halaman web suka ga ganti. Halaman kemarin masih terpampang meskipun dah pencet reload berkali-kali. Harus di set hapus cookies n cache tiap keluar. Hasilnya website update tapi lambat. 🙁
    Untuk yang begini, aku masih pake IE.

  2. iya firefox ku juga rada lelet kadang2…
    terus klo buat streaming sering gak muncul gambarnya … hiks,
    padahal udah sekian lama setia dengan firefox,
    akhirnya aku menggunakan IE untuk streaming 🙁

  3. FF dalam kondisi normal aja makan byte paling banyak, coba cek lewat Ctrl+Alt+Del (Windows). Makanya saya pake FF dengan sedikit pluggin aja, biar ga tambah berat.

  4. Ada beberapa kelebihan firefox yang membuatku tetap setia menggunakannya :
    – dukungan banyak addons-nya membuat firefox semakin powerfull
    – setting-nya ga seribet Opera :p
    – tentu saja lebih cepat daripada IE

    Kelemahan firefox :
    – menggunakan resource (memory) yang tidak sedikit
    – kadang2 untuk me-render gambar di halaman web tidak muncul

    Ada beberapa cara yang biasanya aku pakai buat ngakalin si firefox ini :
    – gunakan addons yang benar2 diperlukan saja. jangan banyak-banyak, ga usah pake skin yang aneh-aneh. Cukup skin default.
    – untuk me-render image bisa digunakan addons ImgLikeOpera. Hehehe, jadi bener-bener mirip Opera. Dia nambahkan menu Load Image di menu klik kanan Firefox (aku heran, kenapa firefox dari dulu tidak dikasih menu ini, cuman ada menu View Image 🙁 )

  5. Aku setuju banget ma pendapat mas Galih… Firefox sangat powerfull sebagai tool untuk debugging aplikasi web yang sedang kita buat (pake tool Firebug). “firebug is the best :)”. Karena, akhir-akhir ini, aku selalu menggunakannya untuk debugging request AJAX, proses generate DOM, dan manipulasi CSS on the fly memakai tool Sakti ini :D…

    Anyway… berdasar referensi dari mas Zhain, ternyata ada settingan khusus untuk menjalankan Firefox secara Optimal di OS windows (kata mas Zhain, kalo di Linux udah otomatis)…

    Lebih lengkapnya tentang settingan firefox di Windows… goes to Optimalkan Firefox anda di Windows

    Btw… udah tak setting kayak gitu kok tidak terlalu ng-Efek ya?? Gmana mas Zhain??

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *