Busway Koridor Kesekian…

Kemarin malam sepulang dari acara bukber di Setiabudi Building, saya pulang ke kos-kosan di daerah Pancoran Barat melalui kompleks Patra Jasa yang menembus di samping Menara Bidakara dan akhirnya lewat perempatan ruwet Pancoran. Sejak saya menemukan rute ke kantor yang ada di Gatot Subroto via Mampang-Tegal Parang-Pancoran Barat, saya jarang melewati perempatan ini. Dan ternyata ada hal yang bikin saya kaget: pembangunan jalur busway koridor kesekian.

Proses pembangunan ini sungguh kilat khusus ekspress. Jalur ini memakan satu jalur arteri paling kanan Gatot Subroto dan bersisian langsung dengan tol dalam kota. Di Pancoran yang ke arah Cawang (MT. Haryono), menjelang perempatan Cawang-Pasar Minggu-Tebet, jalur ini mengalami penyempitan menjadi dua jalur, karena dua jalur lain naik flyover. Nah, sebelum ada jalur busway, arus lalu lintas mengalami bottle neck di sini. Jam lima sore sampai delapan malam adalah saat-saat yang paling parah dari segala kemacetan lalu lintas di Jakarta. Nggak usah saya ceritakan, pokoknya bagi pengguna Kopaja/Metromini/Bus Kota, terjebak kemacetan di sini pada waktu jam pulang kantor adalah penderitaan hebat yang harus dialami tiap hari.

Jalur bottleneck ini sekarang dipersempit dengan adanya jalur busway. Tinggal sisa satu jalur saja. Tampaknya perancang tidak belajar dari pengalaman pembangunan jalur busway Ragunan-Mampang atau Pasar Rebo-Cililitan. Entah seperti apa kemacetan yang akan terjadi ketika jalur ini telah selesai. Oh iya, penyempitan tak masuk akal ini juga terjadi di jalur Tamini Square TMII hingga Pasar Rebo.

Memutuskan memakai trans-jakarta sebagai pilihan juga repot. Armadanya kuraaaang! Selain harus menunggu lama, kita juga harus berdiri. Nggak nyaman! Padahal operatornya sudah mengeluh karena pembengkakan biaya operasional dan akan mengurangi armada yang beroperasi jika tarif tidak dinaikkan. Halah!

Entahlah… siapa suruh datang Jakarta? 🙂

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

4 comments

  1. uhmmm…
    sebenarnya aku termasuk yg sering jg memakai jasa busway.
    emang busway kontrofersi, sih…
    bagi sebagian org, ia menguntungkan…
    bagi sebagian lg, malah membuat repot!
    mestinya dipikirkan pengoperasiannya supaya lbh optimal dan tidak menimbulkan masalah lain lg, ya? 😀
    spt moto nya penggadaian : “Mengatasi masalah, tanpa masalah!”
    Halah… 😛

  2. #Anang:
    tantangan baru, pengalaman baru.

    #Nilla:
    kalau melihat grand design perancangan busway, memang sebenarnya busway memakan jalan yang sudah ada biar pengguna kendaraan pribadi beralih memilih kendaraan umum seperti busway. kemacetan maha parah di jalur busway Ragunan-Mampang telah memaksa beberapa pengguna mobil kini memilih busway. tapi ya itu tadi, kalau naik busway juga sama-sama menderitanya, sama juga bo’ong dong. ingat, kendaraan pribadi tetap membuat kita jauh lebih mobile daripada kendaraan umum.

    #bangsari:
    tinggal 2 minggu lagi! 😀

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *