Timpuk-Timpukan HP

Hehe, timpuk-timpukan seperti yang dilakukan oleh selebritis blog ini yang menerima timpukan dari selebritis blog yang lain lagi mengingatkan aku pada waktu masih seru-serunya ber-friendster ria (hare gene masih zaman friendster? 😛 ) Untuk sedikit bernostalgia dengan timpuk-timpukan friendster, aku ikutan njawab aah… ;))

Tipe dan Merk HP

HP pertama adalah Sony Erricsson T100 yang imut-imut lungsuran dari kakak. Menggunakan mulai tahun 2003. Cukup telat memasukkan HP sebagai barang kebutuhan sehari-hari karena waktu itu HP sudah mulai memasyarakat.

Sekarang yang dipakai adalah:

  • Motorolla C-350. Lagi-lagi lungsuran dari kakak juga. Belum pernah sama sekali punya HP GSM baru 😀 Mulai digunakan sekitar awal tahun 2004 sampai sekarang. Kondisinya cukup mengenaskan. Nggak keren sama sekali. Nggak bisa dibuat pamer. Udah tergores-gores di sana sini. Tapi buat telepon, SMS, dan internetan via GPRS, HP ini masih sangat prima. Saking cintanya ama HP ini, aku males beli HP baru (males apa nggak kuat beli baru sih?)
  • Nokia 2115. Versi black market/rakitan distributor discontinued dari Nokia 2116. HP CDMA ini aku beli dari Ambassador Mall sekitar bulan Maret 2007 lalu. Tujuannya buat telpon keluarga di rumah.

Fasilitas 3G

Hmm… buat apa yach…? Kalau misalnya ada layanan internet via 3G yang lebih murah daripada Indosat IM3/Mentari via GPRS sekarang, aku mungkin kepikiran beli HP yang 3G deh.

Wallpaper

GSM: Wallpaper default bawaan. Ganti setiap beberapa minggu sekali biar nggak bosen. CDMA: Nggak support wallpaper secara cuma hitam putih doang layarnya.

Nomor

GSM: Telkomsel simPATI. Masih pakai nomor Surabaya sejak jaman kuliah dulu sampai sekarang nggak pernah ganti.
CDMA: Telkom Flexi, bukan telepon biasa. Buat menyamakan dengan nomor rumah yang duluan pakai Flexi.

SMS Terakhir

GSM: Dari pak Frans Lim, ngabarin tempat kopdar I fotografer TheLightMagz di the buffet-Plaza Semanggi besok Senin.
CDMA: Ini mah nggak pernah dipake SMS-an, jadi SMS terakhir adalah SMS sampah bin spam berengsek dari Telkom Flexi.

Spesifikasi

GSM: Dual Band GSM, Polyphonic ringtone, layar warna, GPRS, dan yang paling sangar adalah: memakai koneksi data USB, bukan DKU-5. Sudah berkali-kali sukses buat koneksi internet via GPRS IM3 dan Telkomsel.

CDMA: Frekuensi operasi CDMA, Polyphonic ringtone, layar monochrome, ada senter kecil yang meskipun lucu tapi sangat berguna, built-in modem via kabel data DKU-5. Belom pernah coba konek ke internet pakai HP ini, tapi aku mau coba di HP-nya rin buat nyambungin ke notebook-nya.

ON/OFF?

Nyaris ON setiap waktu (ketika dicas pun sedang ON, males matiin). OFF kalau lagi males nerima telepon/SMS atau kalau sedang tidak ingin diganggu. *sok penting mode: on

Letak HP

Saku celana kanan dan kiri masing-masing satu campur dengan kunci sepeda motor, kunci kamar, dan kadang sekeping uang seratusan dan lima ratusan — uang kembalian dari warteg.

Baterai

GSM: Ganti sekali. Gantinya di Plaza Surabaya dekat Monkasel. Sekarang udah hampir habis. Tiap malem musti dicas.
CDMA: Belom ganti tuh, tapi ampun-ampun borosnya. Dibiarin diem aja tiap malem minta dicas juga ini HP.

Catatan:
Gambar di hot-link-an (males ngopi) dari:
– http://www.megaopt.com.ua/images/item/23010_short.jpg
– http://ponseljakarta.com/piciklan/nokia/2115.jpg

UPDATE 17 September 2007:

Hiks.. aku baru sadar kalau Moto C350-ku ngga bisa melayani interactive call dari suara ibu-ibu Telkomsel waktu ngisi pulsa lewat 888. Katanya suruh tekan 3 buat ngisi pulsa, tapi waktu kutekan 3 sampek capek nggak respon si ibu itu. 🙁 Terus tadi pagi juga ngga bisa nerima telepon lagi. Ditekan tombol on waktu ada telepon masuk tetep aja dia berdering-dering :((

is this time to back to SE? Sony Erricsson Wxxx? ;;)

Published
Categorized as Intermezzzo

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

5 comments

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *