Tripod, Perlukah untuk Pengguna Kamera Saku?

Saya pernah diolok-olok ketika memasang kamera saku kecil Canon Powershot A400 di atas sebuah tripod. Sok banget, kamera saku aja pakai tripod. Tunggu dulu, ini bukan masalah sok-sok-an, tapi kualitas gambar. Apa pertimbangan saya bahwa tripod tetap diperlukan dalam fotografi dengan kamera saku?

Membidik tanpa menggunakan blitz/flash

Lampu flash built-in kamera saku sebenarnya sangat buruk. Cenderung merusak kualitas dan kealami-an gambar daripada membuatnya bagus. Ini disebabkan flash-nya kecil dan memiliki jarak tembak yang dekat. Kalaupun jarak tembaknya memadai (sekitar 2-5 meter), dia akan mengguyur objek dengan lampu putih yang menyilaukan dan menyapu warna lain. Hasilnya, gambar cenderung terlalu terang (over exposed) dan lampu lingkungan objek (ambience light)-nya tidak terasa. Oleh karena itu, jika memungkinkan, saya mematikan lampu flash dan lebih sering membidik tanpa flash agar hasilnya lebih alami.

Celakanya, pada pencahayaan yang kurang, gambar yang diambil cenderung goyang dan kabur. Ini disebabkan oleh kemampuan tangan memegang kamera, atau istilahnya hand-shake atau camera-shake. Kemampuan tangan memegang kamera secara stabil berbeda-beda di setiap orang. Rata-rata di sekitar 1/60 s. Saya masih bisa stabil di kecepatan 1/15 s dan kadang-kadang 1/4 s. Fotografer profesional bahkan bisa memegang dengan stabil di 1 detik!

Pencahayaan yang bisa membuat goyang biasanya cahaya lampu ruangan pada malam hari, cahaya sore yang temaram, dan semacamnya. Biasanya, kamera akan mengeluarkan peringatan dengan menampilkan icon kecil bertanda kamera goyang jika kita akan membidik. Di situlah kita harus menyalakan lampu flash, atau… memakai tripod! Tidak perlu tripod yang mahal, tripod yang ringan dan kecil sudah lebih dari cukup dan itu tak lebih dari 100 ribu rupiah.

Gunakan Lampu Flash Hanya Jika Terpaksa

Saya jauh lebih suka gambar yang soft tanpa efek lampu flash daripada gambar yang tajam dan terlalu terang. Suasana dan emosinya jauh lebih terasa. Namun demikian, penggunaan lampu flash dalam kamera saku tidak dapat dihindari dalam keadaan:

  • Objek bergerak-gerak, seperti dalam suasana pesta
  • Tidak ada pencahayaan sama sekali, misalnya dalam acara renungan malam waktu kemah.
  • Kita berpindah-pindah tempat, sehingga tripod sangat merepotkan.
  • Momment bergerak cepat sehingga ditakutkan ketika kita memasang tripod dan mengaturnya pada posisi steady, momment telah berlalu.
  • Tempat tidak memungkinkan untuk menggunakan tripod. Misalnya karena karena dicemooh seperti saya tadi hehehe…
  • dsb (dan saya bingung)

Ngomong-ngomong, saya kok jadi kepengen beli lampu flash external buat D40 saya yach… 🙁 Mungkin saya memang sudah memerlukan hadirnya “menteri keuangan” di kehidupan sayah….

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

6 thoughts

  1. wah…kalo saran saya ya, menteri keuangannya kalo bisa jangan dari kalangan seleb mas, ntar malah boros hehehe :). salam kenal hari ini. moga2 lowongan menteri keuangannya segera terisi 😉

  2. mampir dilut ah….
    wes suwi ora petu’an karo cah iki :p

    aku ngerti… aku ngerti….
    tipe2 menteri keuangan yang dicari mas Galih :))…
    secara tipe kita hampir sama gitu lho :p

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *