Ah, Entahlah!

Saya baru sadar, ternyata luka lama itu benar-benar parah,
Saya baru sadar ketika melihat bekas-bekasnya…
Saya baru sadar itu ketika tiba-tiba saya takut untuk jatuh cinta lagi

Saya tahu, saya telah bertemu kembali dengan secercah harapan
Namun saya tak yakin apakah harapan baru ini mesti dipupuk
Saya takut ini terlalu awal untuk membangun harapan baru
Saya takut ini sudah terlalu terlambat untuk membangun harapan baru
Saya takut saya terlalu terburu-buru
Saya tak mau lari lagi
Saya tak mau menghindar lagi
Tapi saya tak yakin untuk bisa terluka lagi
Sudah terlalu banyak saat ketika saya dilukai oleh sebuah harapan
Tapi rasanya, saya akan merelakan diri untuk terluka lagi

Saya akan belajar menyiapkan diri
Saya harap, ini belum terlalu terlambat untuk sadar bahwa saya telah bertemu…

seorang yang bisa membuat saya kacau seperti ini….

Published
Categorized as Melankolis

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

10 comments

  1. Hehehe… Itu kan artikel yg pertama kali aku baca waktu maen ke blognya Mas Galih! 😛
    Wajar kalo terluka… tp jangan “dinikmati” luka itu.
    Chayo, Mas Galih! Chayoooo….!!! 😀

  2. ‘kebahagiaan’ ngga akan pernah kita rasakan jika belum pernah mengalami ‘kepedihan’…Bersyukur lah jika kita pernah merasakan semua “perasaan” itu..Setidaknya itu menjadi ‘tanda’ bhw kita bener-bener ‘manusia’. he.he.

  3. Galih…
    ini tulisan fiction atau bukan ya?
    Btw… kenapa heartbreak seberat itu? Melebihi berat badan sendiri
    Hiksss

    Turut bersimpati

Leave a Reply to EL Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *