Nikkor AF-S 55-200 mm VR Subjective Review

Disclaimer:
Review ini sangat subjektif dan hanya berdasarkan perasaan dan kesan saya saja. Untuk review yang lebih komprehensif, disarankan membaca artikel dari Photobase ini atau artikel dari KenRockwell di sini.

Saya mendapatkan lensa tele Nikon ini dari JPCKemang, Jl. Kemang Raya, Jakarta Selatan, toko fotografi yang menurut saya memiliki pelayanan yang sangat memuaskan. Nama resminya adalah: Nikon Nikkor AF-S 55-200mm F4-5.6 G IF-ED DX VR.

  • Kode AF-S berarti, lensa ini memiliki motor untuk autofocusing di body lensanya. Lensa ini cocok untuk kamera Nikon D40/D40x yang tidak memiliki motor di body kameranya. AF-S adalah lensa generasi paling baru dari Nikon. Untuk kelas yang sama, lensa ini relatif sedikit lebih mahal daripada generasi AF atau AF-D. Sayangnya, lensa buatan pihak ketiga seperti Tamron atau Tokina tidak memiliki motor di body-nya. Hanya Sigma yang memiliki generasi lensa HSM, tapi harganya juga gila-gilaan.
  • 55-200 mm adalah jangkauan focal length yang dimiliki lensa ini. Zoom factor-nya 3,6 kali. Sudut bidiknya cukup jauh. Cocok untuk sport atau candid action. Kita bisa close up wajah orang dari jarak sekitar 6 atau 7 meter.
  • F4-5.6 adalah bukaan terlebar yang bisa dicapai lensa ini. F/4 pada 55 mm dan F/5.6 pada 200 mm. Bukaan yang bisa dibilang biasa-biasa saja. Bukan kategori lensa cepat. Lensa cepat adalah lensa yang bisa beraksi dengan baik dalam keadaan cahaya minimum. Karena memerlukan cahaya yang banyak, bukaan harus lebar. Semakin lebar bukaan diafragma, semakin cepat shutter speed yang bisa dipakai. Tapi, lensa cepat yang bisa hingga F/1.8 – F/2.8 harganya ampun-ampun.
  • G, tak memiliki ring apperture. Setting bukaan harus dari kamera.
  • IF-ED, internal focusing. Ring depan berputar, tapi tempat filter dan hood tetap diam. Ring depan untuk focus hanya selebar jari. ED adalah teknologi Nikon untuk mengurangi dispersi.
  • DX, hanya bisa digunakan dengan kamera digital. Kamera film 35 mm tak bisa memakai lensa ini.
  • VR, memiliki fitur Vibration Reduction, teknologi terbaru. Canon menyebutnya Image Stabilizer. Saya masih bisa stabil di kecepatan 1/15 sec.

Sangat menyenangkan memakai lensa ini. Hasilnya cukup tajam, meskipun tidak sangat tajam, di 200 mm, dengan kondisi lighting yang ideal (tidak over atau under). Di kondisi over exposure, cahaya matahari dari atas langsung, edge-nya tajam, tapi detailnya payah kena toplit/backlit. Itupun karena objek terlalu jauh di luar jangkauan lensa ini. Tapi jika keadaannya sangat ideal, lensa ini mantabs!! Bokehnya amat cantik jika objek di sekitar “jarak tembak” lensa ini. Sangat soft, sehingga objek yang dibidik terekspos dengan cantik sekali dan sangat tajam.

Dipasangkan dengan si mungil Nikon D40, lensa ini sangat pas. Agak sedikit berat, tapi masih lebih ringan dibanding lensa tele punya Tamron atau Sigma karena casingnya terbuat dari plastik. Zoom ring-nya dibalut karet, agak berat diputar (atau karena masih baru ya? :-/ ). Lensa ini cocok untuk sport photography dan candid action. Kemarin, aku motret teman-teman bermain sailing dan jetski, dan banyak dapat foto yang bagus. Buat foto candid juga oke punya, kemarin aku dapat banyak juga di Marina Ancol. 😉 Tapi untuk kondisi cahaya minimum, aku masih belum bisa beradaptasi dengan lensa ini. Mungkin memang lensa ini tidak didesain untuk itu, melihat bukaan maksimumnya yang cuma F/5.6.

Berikut perbandingan lensa ini dengan Nikon D40, dan dengan orang dengan berat 83 kg ;))

Terbundel bersama lensa dalam kotak warna cokelat keemasan ini adalah lens hood HB-37 bayonet (bulat), tas kantung kecil, kartu garansi, dan buku manual multi bahasa.

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

11 thoughts

  1. #rd Limosin:
    Untuk sebuah VR, ini mah sangat murah. Lensa-lensa Canon berlabel IS tak ada yang segini. Jadi, mari pakai Nikon! (promosi 😀 )

    #tukangMoto:
    semangat!!

  2. Mas, minta contoh bokeh dalam kondisi cahaya ideal dong, lalu indor…boleh ya…saya rencana mau beli lensa ini soalnya…cuman gak bisa macro ya?

  3. bagaimana dengan yang 70-300mm.Perbandingan harga dan keistewaan yg didapet gimana?nyari yang second tapi bagus dan harga miring dimana lagi/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *