Untuk Esok Hari

FLICKR
Bapak pedagang asongan di kawasan kota tua Jakarta ini tetap semangat menyandang kotak dagangannya. Demi esok hari. Entah hari ini, entah pula esok hari. Sebuah potret untuk mengingatkan kita semua untuk selalu mensyukuri apa yang telah dikaruniakan oleh-Nya pada hari ini. Seringkali kita mengeluh, seringkali kita merasa kekurangan. Seringkali kita selalu memandang ke atas. Seringkali kita pergi ke mall-mall yang berkilau bermandikan cahaya lampu. Namun jarang kita memandang ke bawah. Apa yang telah kita lakukan hari ini?

***

Motret human interest amat sulit, apalagi jika hanya berbekal lensa kit 18-55 mm. Bokeh-nya juga tidak terlalu nendang, jadi inilah seadanya saja. Filter BW (Black and White) dioprek habis di Adobe Photoshop CS 3 lisensi GPL (Glodok Public License) ;))

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

10 comments

  1. asik brur fotonya 😀

    kota tua situ emang lokasi paling asik buat hunting2 n jepret2 yah 🙂

    cuman nggak tau kenapa aku nggak seneng sama frame-nya hehe. rasanya nggak matching. eh tapi soal selera aja sih hehe 😀

  2. #fahmi!:
    thanks mi, aku lagi coba-coba eksperimen frame. pengennya sih yang tercorat coret itu, tapi lama kalau nggak pakai action 😀
    Bokeh dengan gaussian blur bisa aja, tapi aku kurang suka karena kalau tidak teliti, bokehnya jadi tidak alami dan merusak foto secara fatal. geetoh…

  3. Kamu udah nyoba Image Retrieving with Fractal buat koleksi gambarmu?

    Coba implementasikan TA-mu ke dunia nyata, lih…

    *just a wild idea*

  4. #dnial:
    implementasi dunia nyata? project buat syarat lulus dapat A kok diimplementasikan? udah kalah start ama flickr lah ;))

    #Nilla:
    Saat hunting sama sekali tidak diperkenankan membawa teman yang peka dan narsis sama lensa. bisa2 acara huntingnya rusak! 😛

  5. Mas.. menurut saya untuk foto ini malah lebih bagus seperti sekarang ini. Background tetap terlihat walau gak terlalu menonjol. Personally sy bs “feel” suasana yg sedang dirasakan oleh si objek

    Viva Mas Galih, four thumbs up utk ulasan2 di foto2nya yg banyak angkat tema sosial.. 🙂

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *