Pemburu Pagi

FN | FLICKR

Siluet teman-teman fotografer waktu hunting bareng di Pelabuhan Sunda Kelapa. Maksud hati menyapa sang mentari yang muncul di ufuk cakrawala, apa daya mendung memayungi persada langit dan bumi. Ide orisinilnya sebenarnya bukan dari aku sendiri, tapi dari bang uq. Aku tertarik dengan idenya soal siluet fotografer yang menapak pagi di pantai Kenjeran, Surabaya. Dengan Ricoh tuanya, hasilnya mantap bo’. Sabar ya, kalau blog-nya udah selesai ku setup, akan kuperkenalkan lebih jauh lagi orang yang menjadi guruku desain komunikasi dan visual ini.

Quick Workshop: Bagaimana bikin foto ini? Gampang… Untuk membuat siluet, pastikan cahaya kuat datang dari depan lensa dan objek membelakangi sumber cahaya kuat tersebut. Set bukaan diafragma dalam mode kecil, set shutter speed secukupnya, dan selesai. Bila perlu, set white balance di mode cloudy agar warna kuningnya semakin kuat. Agar tidak over expose pada sumber cahaya, buat objek menutupi sumber cahaya yang paling kuat. Matahari pada gambar ini sudah cukup tinggi, tapi masih kuning keemasan. Dengan pengaturan komposisi sesuai selera (aku suka low angle), jadilah siluet berbackground warna gradasi pagi yang kuning keemasan.

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

11 comments

  1. Hmm…
    Dari blog melankolis-programming-review sekarang nambah lagi fotografi.
    Ternyata bidang minatmu banyak yo, lih…

    Jadi pengen ke Sunda Kelapa lagi, ngeliat bangunan kuno segitu banyaknya kayaknya pengen punya rumah di sana. Asal nggak “dihuni” aja…

  2. #dnial:
    Sisi mellow: aku lagi males mendramatisir kisah cinta. orang sudah terlalu percaya kalau semua ceritaku adalah kisah nyata.

    Sisi programming: lagi muales poool bikin step by step programming. apalagi blog tentang mrogram sekarang juga seabrek-abrek, beda dengan dua, tiga tahun yang lalu waktu blog/diary ini berdiri. artikel pemrograman berbahasa indonesia masih cukup sedikit.

    Sisi review: tak ada buku yang menarik untuk direview. Aku sempat mau review biografi Gajah Mada karangan Langit Sapta Hadi. sayangnya aku kecewa dan merasa “tertipu” oleh judul buku Sumpah Palapa.

    kebetulan aku lagi suka gila ama foto secara ada sarana untuk eksplorasi yang lebih luas daripada sekedar penataan komposisi. hehe… begitulah 😀

  3. waaaaahhhhh… galih berlebihan neh… itu juga bukan ide orisinilku kok… aku juga terinspirasi dari siluet gedung2 sby karya masiwa2 despro… karena menurutku orisinalitas sekarang udah susah banget hampir semua udah ter explore… jadi ya banyak deh pengembangan kembali gaya atau fashion.. sample aja retro.. gothic.. dlll.. n juga bukan guru galih… sudah berulangkali kita diskusikan…teman belajar… sekali lagi teman belajar… mangnya akugak banyak belajar dari kamu apa? btw site ku selesein buruan dung… yah

  4. Salam….weeeeetss kreeeeen banget bro.
    gilaaaa…pengen deh belajar banyak ma teman2.
    kalo kamera digital bisa ga yah kaya gitu??
    gue dari dulu bercita-cita jadi fotografer loh tapi belum punya kamera SLR cuma kamera digital standar doang…
    gimana dong???
    solusinya gimana tuh???
    tengss

  5. keren mas… aku butuh bantuan di dunia fotografi mas..
    bantuin ya…
    kasih tips2 lagi…
    matur nuwun

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *