Garis Lembah

Hehe, landscape lagi 😛 . Ini Flickr-nya dan ini Fotografer.net-nya 😀

Seperti biasanya, sehabis subuh, aku tak bisa tidur lagi sampai pagi. Karena ini adalah suasana liburan, aku lihat dari jendela kaca villa yang super lebar, landscape yang hmm.. tak terlalu dramatis sih, tapi cukup menarik untuk dinikmati. Segera kusambar kamera, tak lupa menjambret tripod-nya Pak Revin, aku lari ke halaman dan hilir mudik di situ, mencari sudut bidik. Sudah kukatakan, Puncak terlalu banyak villa sehingga merusak pemandangan bukitnya yang seharusnya indah.

Foto ini adalah landscape terbaik yang bisa kudapat dari villa. Aku tak bisa mengambil puncak bukit sebagai background, karena foreground-nya benar-benar jelek. Namun aku agak sebel juga baca komentar orang di FN yang menyuruh menghilangkan antenna BTS dan memperbanyak lampu kota. Weits… ini fotografi, bukan seni olah digital 😛

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

8 comments

  1. kalo menurutku, mendingan nunggu agak siangan dikit deh… biar fotonya kelihatan agak lebih terang lagi.. kalo bisa pas sudut matahari terbit tuh momen yang bagus banget mas..
    ( hu.. sok ngatur.. 🙂 )

  2. #Nilla:
    Hmm.. maunya si ratu narsis 😛
    #asistenBP:
    Kalau agak siangan, malah kehilangan momen, lampu-lampu sudah mati, warna biru langit yang kelam juga ganti dengan biru laut yang terang. POI (Point of Interest) garis lembah juga akan dikaburkan oleh foreground villa-villa yang berjubel. not an interesting object… 🙂

    thanks komentarnya 🙂

  3. langite kurang greget cak. ngenteni sedilut maneh pas wayah terbit be’e ketok apik (opo malah dadi elek? hehe), soal selera sih. btw iki nggawe white balance normal opo tungsten iki?

  4. Nyambung komennya Fahmi, foto yg di atas udah bagus, tapi lebih bagus lagi ada foto kedua dengan warna langit yang berbeda 😀

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *