Secercah Harapan

Apa yang kau lakukan ketika,

Ada seseorang yang dekat denganmu,
Ia baik, menyenangkan diajak bicara ngalor ngidul
Tapi.. “zat kimia” itu tak datang juga
Apakah kau akan memberikan harapan kosong baginya?
Padahal ia seorang teman bicara yang benar-benar baik
Apakah itu pelarian?
Apakah kau akan melukainya?

Published
Categorized as Melankolis

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

12 comments

  1. Uhmmm… Kayak pengalaman pribadi aku aja, nih! 😕 😛

    Kalo aku sih paling “pantang” ngasih harapan kosong!
    Kalo GA ya GA… Kalo Iya ya IYA… :-w
    Emang harus tegas kalo utk urusan hati!
    Kalo hatinya luka akibat sebuah penolakan…
    Aku rasa ia sudah tau resiko itu sebelumnya! 😉 🙂

    Seperti yg Mas Galih pernah bilang :
    “Dan ditolak dengan cara itu bukanlah suatu kekalahan. Harga diri tak pernah berkurang sedikitpun karena kamu telah membuktikan bahwa kamu jantan dan tanggung jawab.”

    Hehehe… 😀

  2. #Nilla:
    Bagaimana kalau masalahnya, kita sendiri belum yakin pada hati kita apakah dia benar-benar “the one” ataukah sekedar cinta yang pernah hinggap dan akan segera pergi?

  3. tetap bicara tapi tidak memberi harapan..
    maksudnya?
    komunikasikan apa yg bisa kau beri dan apa yang tidak..
    *halah sotoy*..

  4. Karena pintu hati udah tertutup mungkin?

    JANGAN PERNAH untuk memberikan harapan kosong pada seseorang! Apa yang Anda rasakan ketika sadar bahwa ternyata dia mampu menggetarkan hati kita, sementara semuanya sudah terlambat?

  5. # Mas Galih : Yg jelas, jangann pernah nerima seseorang kalo bukan karena “bener2” cinta! 😉 *halah… “anak kecil” kok ngomongin cinta? :P*

    # Mas Anang : /:) *gangerti.com*

  6. ya aku memang akan membiarkan semua itu,aku akn memilih menjadikan dia sahabat.aku tidak akan melukainya dengan memberikan harapan2 tak tentu karena aku tahu memberikan harapan2 kosong itu sangat menyakitkan

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *