Secret Admirer, Pemuja Rahasia

Dari dulu hingga sekarang, salah satu hobiku adalah menjadi secret admirer alias pemuja rahasia kepada seorang cewek. Bukannya pengecut (tapi kamu boleh saja anggap aku pengecut, it’s ok ๐Ÿ™‚ ), tapi memang menjadi secret admirer adalah cara yang paling aman dalam memuja wanita. Bersembunyi di kegelapan, diam-diam memperhatikan gerak-geriknya ketika berjalan, sekali waktu mencuri pandang dalam-dalam ke wajahnya yang memang sejuk dipandang.

Jika kuingat lagi, ada banyak sekali wanita yang pernah secara diam-diam kupuja. Mengenal cinta mulai kelas 2 SMP, jatuh cinta pertama dengan seorang yang sangat mempesona. Orangnya kurus, kulit putih mulus. Itulah kali pertama hatiku dibikin jungkir balik bergetar tak karuan. Dasar tak punya nyali (hei, who am I?, just a little boy who have big dream), kali pertama pula lah aku menikmati jatuh cinta yang dipendam sendiri. Dan seterusnya, aku sangat menikmatinya.

Tapi menjadi secret admirer harus tahu akan risiko. Kau boleh cemburu habis-habisan, tapi kau tak bisa protes. Kau boleh menangis tatkala yang kau puja tak sedikitpun menaruh perhatian, tapi kau harus sadar bahwa memang itulah risikonya. Kau boleh patah hati ketika sang kekasih menjatuhkan pilihannya kepada seorang pria yang beruntung, tapi kau tak boleh bunuh diri karenanya. Salah sendiri perasaan itu kamu pendam sendiri. Kalau tak mau sakit seperti ini, jangan jadi secret admirer. Utarakan perasaanmu ke sang kekasih. Jika diterima, akan lebih baik bagimu. Dan jika ditolak, kau bisa segera terbang ke lain hati. Tapi mungkin aku memang orang yang aneh, aku justru menikmati sakit karena ini. Dan rasanya aku lebih siap patah hati karena ditolak daripada harus memegang tanggung jawab dan komitmen ketika aku diterima.

Aku tahu, menjadi secret admirer adalah tindakan yang egois. Sang kekasih tak pernah tahu bahwa ia menjadi tokoh yang sangat dikagumi pengagum. Ia tak pernah diberi kesempatan untuk ikut memberi perhatian, atau bahkan ikut memberi cintanya. Dan yang paling parah, ia mungkin akan memilih orang yang tak bisa mencintai sedalam aku mencintainya. Ingat film Alexandria? “Itu egois, Gas!”

Tapi sebenarnya, menjadi secret admirer artinya bahwa itu tak pernah serius. Itu hanya permainan perasaan belaka. Perasaan itu boleh dikendalikan oleh hati. Namun keseriusan dikendalikan oleh logika otak. Cinta mungkin memang buta, tapi keseriusan itu tidakTM. Jika kamu memang serius dengan cintamu, secret admirer adalah tindakan yang pengecut. Jika kamu serius dan siap memegang komitmen, maka berilah kesempatan dia untuk tahu perasaanmu. Berilah kesempatan dia untuk juga mencintai dan memilikimu. Tapi kamu juga harus memberi kesempatan dia untuk mendepak kepalamu ketika kau berlutut memohon cintanya. Dan ditolak dengan cara itu bukanlah suatu kekalahan. Harga diri tak pernah berkurang sedikitpun karena kamu telah membuktikan bahwa kamu jantan dan tanggung jawab. Tanggung jawab terhadap perasaanmu ke dia. Jauh lebih jantan daripada perbuatan seorang pengecut yang menyembunyikan diri, tak berani bilang sayang karena takut harga dirinya jatuh. Jadi, nyatakanlah cintamu sekarang kawan, sebelum dia diambil orang. Go go go!

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

37 comments

  1. #Kakak Aini:
    Ngga ada apa-apa kok mbak, tak ada yang serius, sante ๐Ÿ˜€

    #Pak Urip:
    Nah, masalahnya, yang menjadi target ngomong itu lho pak yang belum ada ๐Ÿ˜€

    #Anang:
    Bener kok, coba aja tebar senyum dikit aja. cepat atau lambat pasti datang kok ๐Ÿ˜‰

  2. ehmm…
    aku paling suka “sebelum dia diambil orang. Go go go!”

    bagaimana klo dia uda diambil orang…nah baru dipraktekkan tuch secret admirernya ๐Ÿ˜›

    “ku tunggu jandamu..”–>buat galih
    “ku tunggu dudamu…” –>XXXX

    klo gue “ku tunggu lamaranmu…” –> bangun2 uda siang ๐Ÿ˜›

  3. wah, jangan takut buat tanggung jawab, dong.. makanya jangan diliat sbg tanggung jawab. Lihatlah sbagai “memberikan yg terbaik buat org yg dikasihi”.
    Go Galih, go! ๐Ÿ˜€

    ps. *film 300 kan bukan film yg ‘cewek banget’. Itu film perang loh, Lih.. Berdarah2 gitu, malah ๐Ÿ˜€

  4. Hihihi… terinspirasi dr blog saya kah? ๐Ÿ˜›
    Mungkin istilah รขโ‚ฌล“sebelum dia diambil orang. Go go go!รขโ‚ฌย itu lebih pantas buat cowo kali, ya? ๐Ÿ˜€
    Karena sebagai wanita, saya ditakdirkan utk “menunggu” 8->
    Prinsip saya : Don’t find love! Let love find You! ๐Ÿ˜‰

  5. Kirain mbahas web lagi..
    yaaah….
    Melankolis, cengeng, nggak mutu…
    xixixixi….

    btw kalo aku nonton di film Attila tuh:
    “Sebelum anak pertama menangis…”

  6. Komentar yang tepat

    *dnial* Melankolis, cengeng, nggak mutuรขโ‚ฌยฆ
    xixixixiรขโ‚ฌยฆ.

  7. #nunung:
    Hmm… asumsi posting ini untuk sebelum menikah ๐Ÿ˜›

    #rhani:
    boleh juga sudut pandangnya. Trims ๐Ÿ™‚

    #Nilla:
    honestly.. yes.. :”>

    #rawins:
    thanks for coming ๐Ÿ™‚

    #danial:
    Sori nDan, durung oleh mood. Dan rasanya, positioning brand untuk blogku adalah di situ: melankolis, cengeng, nggak mutu. ๐Ÿ˜€ Untuk diferensiasi saja. Blog yang mbahas masalah sosial, umm buanyaks… masalah teknis, lebih banyak lagi. Tapi rasanya belum ada yang mbahas masalah cinta anak muda, apalagi dari sudut pandang orang pertama hehehe ๐Ÿ™‚

    #jka:
    halah.. ayo ndang mas, gek ndang ditembak selak didisiki wong. sing dadi secret admirer mbak iku akeh lho ๐Ÿ˜›

  8. Mmm…kalo gitu sering2 jadi secret admirer punya kesempatan untuk jadi bajul juga dong ๐Ÿ˜€ apa lagi kalau yang di kagumi itu banyak. bedanya, bajul yang ini cuman memendam rasa aja. wah…bisa gaswat ini kalo udah nikah.

  9. yup.. jadi co harus brani dunk nanggung resiko.. ditolak bukanlah suatu ketakutan. tapi banyak hal yang bisa dipetik, setidaknya hati udah plong…

  10. “Orang ditolak tuh sakit tetapi yg lebih menyakitkan tuh orang yang belum sempet ungkapin perasaannya” Klu gak cucok yo sori lih…jenenge ae pendapate bajul lugu ๐Ÿ˜€

  11. HAHAHAHA….Cinta..cintaan…zaman sekarang…cinta monyet.. cinta anak ingusan.

    Cinta ga memandang umur lageee…kalo pas ke panah nya umur 99 tahun gimana dunk…kan rezeki pamali di tolak pak de…

  12. sama nian dengan kisah aku saat ini,benar nian mas gali,aku dak bisa berbuat apa2 nak marah ketika wanita yang aku kagumi itu berjalan atau di bonceng bermotor samo orang lain aku dak pacak berbuat apa2,mas gali ada saran gak

  13. mas gali boleh gak aku jimplak postingan nya karena sama dengan kisah aku,aku lagi jatuh cinta sama umi tapi dia gak tahu,tapi mendingan dia gak tahu mas gali aku pinjam ya postingan nya mas gali ini blog ku bripdarizal.blogspot.com

  14. ko sama banget sama nasib ku ???
    aku juga seorang secret admirer .
    aku selalu nyembunyiin perasaan ini . n aku jga ga mau dy tau tentang perasaan aku karena aku takut dia nolak aku mentah-mentah . kan malu ?? . jadi tolong kasih saran dong . uhu hu huuuu . aku juga sebenernya cape sih kalo gini terus .ckckck .

  15. Wah emang bingung jd secret admire, takut ditolak.. Tapi kalau diterima juga belum siap & lum cukup ilmu..jd baiknya apa?! -kunjungan pagi-

  16. hati ku ni lah lelah mnjd secret admirer, gmn klo aq mmberitahukan k ia bhwa aq telah lama mnjd secret admirer nya…?
    mgkn d bulan ni yg pas tuk katakan ny…

    So, gmn pndapat n solusi nya?
    apakah harus atau tdk dikatakan?

    Mohon ptunjukny…
    Mkash…

  17. Hmmm…
    gimana ya?
    kalo ini sih soal masalah hati
    dan masalah hati ngga bisa dipaksain

    kalo dia milih buat jadi secret admirer, dia juga harus siap dengan segala resikonya ๐Ÿ™‚

  18. Kalian bisa membilang saya pengecut,tidak jantan,dll.
    Tapi saya menjadi pemuja rahasia wanita yang sudah mempunyai pacar.
    Apa yang harus saya lakukan???
    Saya mau ngomong salah,saya ga ngomong,jadi tambah sakit hati ni.
    Mohon bantuanya ya brother and sista

    1. jangan putus semangat kawan, jodoh mah udah ada yang ngatur, ingat pepatah “dia belum milik siapa-siapa sebelum janur kuning digantung”

      intinya jgn nyerah, kalo dia emang udah punya pacar, saingan kamu cuma satu, beda kalo dia belum punya pacar, saingan kamu banyak ๐Ÿ™‚

      keep struggle!!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *