Apalah Arti Mencinta?

Ketika kita bicara cinta kepada seorang wanita, ketika kita memberanikan diri untuk mengungkapkan, “Aku mencintaimu,” apa artinya kata itu? Apakah hanya sekedar keinginan untuk memiliki? Ataukah hanya hasrat sekejap yang hilang ketika ada wanita lain yang lebih baik datang? Ataukah apa?

Bagi saya, kalimat “Aku cinta padamu” atau “Aku sayang padamu” sungguh berat konsekuensinya. Ungkapan ini adalah suatu totalitas untuk membuat seorang yang kita cintai bahagia dengan cara apapun, meskipun hal itu merugikan atau bahkan menyakiti kita. Hal yang paling berat tentu saja adalah cinta itu tanpa pamrih, tanpa mengharapkan apapun dari sang kekasih. Kebanyakan, orang cinta karena juga ingin memiliki. Ketika harapan itu adalah tepuk sebelah tangan, ketika sang kekasih tak membalas cinta itu, anehnya, cinta itu hilang dan bahkan bisa berubah menjadi benci.

Banyak kawan-kawan saya yang bertanya-tanya kenapa saya seperti tak bisa pindah ke lain hati. Kenapa saya sampai begitu memujanya. Kenapa saya sepertinya masih stuck on her. Padahal semua orang — termasuk saya — juga tahu, bahwa tak ada kesempatan sedikit pun untuk memilikinya. Saya tahu, ini adalah tepukan sebelah tangan.

… karena saya mencintainya. Selagi masih punya kesempatan untuk mencintainya, saya akan mencintainya. Saya terlanjur berkata (saya bahkan masih ingat kata-kata pertama itu), “Maafkan aku, aku tak bisa mempertahankan kemurnian persahabatan kita karena telah kucampur dengan cinta. Aku sayang kamu.

Ditolak memang pahit. Sangat pahit. Sangat sakit. Namun setelah melewati banyak proses, saya bertanya kembali, Apalah arti mencinta jika hanya sakit yang didapat? Apalah arti cinta jika hanya kebencian dan usaha untuk melupakan yang sia-sia? Dari titik itulah, saya mulai belajar untuk mencintai apa adanya.

Tak banyak yang saya bisa lakukan untuknya memang. Terlalu sombong dan ge-er jika saya bisa memberi arti jika saya berada di sampingnya. Yang benar adalah jika dia di samping saya, dia akan memberikan banyak arti buat saya. Dan itu tidak sehat. Cinta adalah hubungan timbal balik yang irreversible, bukan hanya hubungan searah. Bahkan tanpa ada di samping saya pun, ia telah memberikan banyak pelajaran berharga kepada saya.

Ah, Galih, apa yang kamu katakan barusan omong kosong semua. Bull shit. Itu hanyalah kedok. Di balik itu sesungguhnya ada harapan terpendam yang jahat. Kamu menunggunya, kamu masih berharap untuk mendapatkannya entah kapan. Meskipun mungkin harapan itu hanyalah sekecil debu.

Ah, entahlah. Kamu bisa bilang seperti itu. Saya juga tak pernah yakin atas dasar apa saya melakukannya. Saya juga cowok biasa. Saya punya cemburu juga. Saya hanya tahu satu hal, saya melakukan ini karena tak mungkin lagi untuk melawan perasaan. Tak mungkin lagi untuk berusaha melupakannya. Tak akan berhasil. Mana mungkin berhasil jika sekarang setiap hari saya disodori sesuatu yang pasti akan membuat saya mengingatnya?

Look at the sky tell me what do you see
Just close your eyes and describe it to me
The heavens are sparkling with starlight tonight
That’s what I see through your eyes

Looking Through Your Eyes — The Corrs & Bryan White

Published
Categorized as Melankolis

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

13 comments

  1. Iki wong-wong podho ngomong opo toh?

    #d-nial:
    Too Galih??! Yeah, you’re correct! 🙂

    #Aini:
    FYN, I don’t have hope any more to her. I just love her until I find another one :p

  2. “Maafkan aku, aku tak bisa mempertahankan kemurnian persahabatan kita karena telah kucampur dengan cinta. Aku sayang kamu.”

    “Cinta adalah persahabatan” (Kuch kuch Hota Hai) 😀

  3. #dr:
    Kalo soal cari yang baru, itu yang susah dok… musti cari yang bener2 bikin aku jatuh cinta sampek jungkir balik dalam mengejar cinta. kalo ndak sampek begitu ndak seru :D, masak tak ada acara berdebar-debar, menggebu-gebu, dan berbunga-bunga? ;))

    #mas chol:
    Itu jika sudah menjadi pasangan kekasih. Kalau belum, kenapa ada ungkapan, “Lebih susah cari sahabat daripada cari pacar?”

  4. Masih banyak yang bisa Dik Galih kasih cipratan cintanya Dik Galih. Mumpung masih punya ‘banyak’ cinta. Atau udah abis untuk si *tttiiiiiiiiiiiiitt* itu??

  5. Mencintai hak setiap orang, dah setiap orang memiliki hak untuk menentukan orang yang dicintainya.
    mungkin porsi u memeng sebates sahabat kali sama dia.
    memang obat yang paling manjur ngelupain dia.
    cari cinta yang lain.
    cari, temukan dan dapatkan.
    ok friend. never give up!!!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *