The Godfather

The GodfatherIntermezzo-nya udah, sekarang mbahas yang agak serius dikit (yyukkk…).

Judul Buku: The Godfather (Sang Godfather)
Pengarang: Mario Puzo
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Untunglah aku belum melihat film yang meraih Oscar itu. Bagiku, membaca buku jauh lebih mengasyikkan daripada menonton film. Imajinasi tak dibatasi. Kita bebas menggambarkan secantik apa Cinderella itu, ataukah seanggun apa Putri Salju itu. Buku setebal 678 halaman ini mantabb abizz, menceritakan sepak terjang sebuah keluarga Mafia dengan kepala keluarga Don Vito Corleone selama sepuluh tahun yang penuh dengan dinamika.

Buku ini berpusat pada konflik keluarga Corleone dengan kelima keluarga Mafia lainnya. Awalnya, keluarga Corleone yang memegang bisnis minyak zaitun dan penjualan kupon taruhan dimintai bantuan Virgil Solozzo yang dibackup keluarga Tattaglia dan Barzini untuk melancarkan bisnis Narkotika dan peredaran obat terlarang. Keluarga Corleone dimintai bantuan karena keluarga inilah yang menguasai sektor politik dan polisi. Sayang sekali, Don Vito menolak, dan hasilnya, perang berkobar dengan dimulai tertembaknya Sang Godfather. Namun sialnya, Don tidak mati.

Santino Corleone (Sonny), anak sulung Don, mengambil alih kepemimpinan dan terus mengobarkan perang kepada keluarga Tataglia dan Barzini dengan mengirim Michael Corleone membunuh Virgil Solozzo dan seorang kapten polisi yang menjadi pengawal Solozzo: Kapten McCluskey. Akibatnya Michael harus bersembunyi di Sisilia menghindari kejaran keluarga mafia musuh dan polisi. Singkatnya, pada akhirnya keluarga Corleone terdesak dengan terbunuhnya Sonny di tangan keluarga Barzini. Terpaksa Don harus turun tangan dan mengadakan perdamaian dengan lima keluarga agar Michael bisa pulang dengan selamat. Pada masa itu, keluarga Barzini tampil sebagai keluarga Mafia terkuat di New York.

Michael Corleone pulang ke New York dan diproyeksikan sebagai pengganti Don Vito. Dengan rencana yang sangat matang, Michael melancarkan pembalasan yang sangat keji. Terbunuhnya Philip Tattaglia, terbunuhnya Barzini, kemudian Fabrizio, sekaligus Carlo Rizzi yang dulu menjebak Sonny ke tangan musuh mengantarkan keluarga Corleone menjadi keluarga terkuat di antara kelima keluarga yang lain.

*

Ada banyak hal yang menarik dari buku ini. Meskipun diwarnai dengan darah dan air mata, di buku ini juga terselip pesan-pesan yang dalam. Bagaimana kehidupan Mafia itu sendiri diceritakan dengan begitu mendetail dalam buku ini.

Halaman 334: Orang menentukan takdirnya sendiri.

Don masih tidak menjawab. Akhirnya ia mengangkat bahu. “Setiap orang punya satu takdir,” katanya. Ia tidak menambahkan bahwa dengan menyaksikan pembunuhan Fanucci, Sonny telah menetapkan takdirnya sendiri.

Kemudian pada Bab ketiga yang menceritakan tentang bagaimana Vito Corleone membangun keluarganya hingga menjadi Mafia terbesar diceritakan nyaris tanpa dialog sama sekali. Bagian ini cukup tebal, 50an halaman. Jika pengarang tidak lihay, 50 halaman tanpa dialog dalam sebuah novel sama dengan membuat lembaran yang membosankan bagi pembacanya. Tapi dalam kasus buku ini, bagian ini sama menariknya dengan bagian lain. Di sinilah Puzo mendapat kesempatan untuk menceritakan seluk beluk kehidupan Mafia sedetail mungkin, pembangunan kerajaan bisnis bawah tanah yang luar biasa, yang tidak cukup dengan mengandalkan kekejaman dan koneksi politik serta suap saja, namun juga harus otak bisnis yang luar biasa jenius.

Menjadi sebuah Don dalam keluarga adalah menjadi raja dalam dunia bawah tanah. Sebagai raja, ia bukan hanya menikmati kekayaan dan kekuasaan yang luar biasa besar, namun juga harus mengatur kerajaan bisnisnya, menjalankan kekuasaan dengan sebijaksana dan seadil mungkin, menjaga hubungan baik dengan keluarga lain, persis layaknya seorang negarawan. Negarawan yang kekejamannya tak perlu diragukan lagi, membunuh orang tanpa belas kasihan dan keragu-raguan.

Akhir buku ini bagiku sangat mengagumkan. Kemenangan berdarah Michael Corleone benar-benar lengkap. Pembunuhan Barzini dan Tattaglia dilakukan dengan jenius. Hingga pembalasan dendam pembunuh istri Sisilia-nya yang cantik, Appolonia, yang dilakukan oleh Fabrizio; Fabrizio diburu, ditemukan, dan dibunuh dalam kedai pizza-nya. Dan pengkhianat dalam keluarga yang tidak diberi ampun: Carlo Rizzi penyebab kematian Sonny, serta caporegime Tessio yang membelot. Pembalasan ini dilakukan tatkala Michael diajak “berunding” tentang perdamaian baru oleh keluarga Barzini. Namun tak disangka, sebelum mereka berhasil membereskan Michael, Michael telah memberikan pukulan balasan yang kejam.

Di bagian akhir buku ini ditampilkan semacam kontradiksi dan dilema kenapa Mafia begitu kejam membalas tanpa ampun, tak peduli siapapun dia dengan dialog antara Kay, isteri Michael, dengan Tom Hagen, consigliori keluarga itu,

Hagen melanjutkan. “Ada beberapa hal lagi yang akan kukatakan terus terang kepadamu. Sesudah Don meninggal, Mike dijebak untuk dibunuh. Kau tahu siapa yang menjebaknya? Tessio. Jadi Tessio harus dibunuh. Carlo harus dibunuh. Sebab pengkhianatan tak bisa dimaafkan. Michael sebenarnya bisa memaafkannya, tapi orang tidak bisa memaafkan diri sendiri dan akibatnya mereka akan selalu membahayakan. Michael sebenarnya menyayangi Tessio. Ia menyayangi adiknya. Tapi ia akan melalaikan kewajibannya padamu dan anak-anaknya, pada seluruh keluarganya, padaku dan keluargaku, kalau ia membiarkan Tessio dan Carlo bebas begitu saja. Mereka akan membahayakan kita semua, keselamatan kita semua.”

Hehe.. kutukan sebagai pemimpin Mafia.. 🙂

Buku ini adalah buku pertamaku yang aku beli di Jakarta, di Gramedia Matraman. Sebagai salah satu perayaan bahwa aku telah menemukan tempat untuk mengaktualisasikan diriku di Jakarta. 🙂

Published
Categorized as Review

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

17 comments

  1. #bu yuhana @};- :
    terima kasih bu :D, Dalam mafia ternyata ada sisi-sisi positifnya juga lho, antara lain otak bisnis yang luar biasa dan kemampuan organisasi yang benar2 rapi

  2. cerita tentang mafia itu sebenarnya biasa saja. karena dalam kultur/jaringan masyarakat di jawa juga ada seperti di solo ada jaringan masyarakat rahasia yang bergerak di bisnis perjuadian sejak abad 17. mungkin salah satu kelebiihan dari legenda tentang mafia adalah adanya budaya tulis sehinggga legenda itu akhirnya bisa terdokumentasikan atau terkodivikasi.

  3. welcome to the club… (club mafia maksudnya)
    gue pencinta berat the Godfather……. dan saran gw, after baca bukunya…. tonton jg filem-nya…. yang komplet
    ampe akhir hidup si michael di masa tua-nya…… gak bakal nyesel deh karena tuh filem-filem dah diakui dunia sebagai salah satu or salah dua or salah tiga filem terbaik yang pernah dibuat, with the great cast: Marlon Brando, Al Pacino, James Caan, Robert Duval, and Diane Keaton as Kay Adams……
    so…. go to try …. and enjoy the Corleone’s stories

  4. every men die, but not every men really life….

    kata2 yang paling kuingat dari don corleone…
    kata yang sangat bijak dari seorang mafia.
    jadikan hidupmu benar-benar berguna, karena kita pasti mati n hidup itu hanya sekali saja.

  5. Pertama liat tebel ‘ni buku..? Ngeper juga, 678 hal bo’ !! Tp stlh mulai baca..? Ga mau b’renti ! Gaya menulisnya itu lho, penuh kejutan !! Mario Puzo emang jenius bgt ! Biarpun critanya banyak mandi darah, tp banyak hal yg bs kta dpt dari para mafioso ini, a.l kesetiaan, sayang keluarga, dll.

  6. TErima aksih kepada penulis blog ini.
    Saya 3 minggu ini baru saja menyelesaikan serinya di Antv sabtu munggu jam 9 malam.
    cerintanya sangat memukau hati saya, memang saya sangat senang dnegan dunia organisasi mafia.
    dan saya juga mendaptkan nasehat yang luar biasa dari sang Good Fahther:

    1. Dekatlah dengan temanmu, dan lebih dekatlah dengan musuhmu.
    2. Apa yang kau pikirkan jangan samapi tau oleh teman dan musuhmu.
    3. Utamakanlah Keluargamu.

    Semoga ini bermanfaat bagi anda semua.

    Salam

    Mafia palembang
    0813*

  7. saya juga baru menyelesaikan trilogi the godfather di Antv. saya terkesan sekali, apalagi waktu michael bilang sama fredo ; “jangan pernah sekali-kali membela seseorang di luar keluarga!” Jangan pernah, waah itu keren dan dalam sekali. Mungkin anda harus nonton filmnya juga, soalnya sutradarax menggambarkanx dgn baik sekali. saya bahkan tidak bisa tidur melihat ending godfather III. itu ending yang luar biasa, saat mary tertembak, dia meninggal dengan indah sekali.

  8. gw ngefans abis sama nie novel, ceritanya seru penuh dengan intrik.

    denger2 nih coppola n puzo mau bikin godfather 4. kisahnya bercerita tentang don vicente corleone (andy garcia) dan sonny corleone muda (leonardo de caprio) tapi si author udah keburu tewas sebelum novelnya kelar so gak jadi deh coppola ngerjain gf-4.

  9. buku dan film sama menarik film ini sangat berarti bagi gua .gua imasih ingat kata kata ibu michael “setiapa orang tidak mau keluarganya hilang” michael terus mempertahankan walaupun saudaranya harus dibunuh waktu saudaranya michael membantu hymant roth michael tidak seganggan untuk membunuh keduanya coba refleksikan dengan kehidupan sehari-hari ada guna membaca buku ini

Leave a Reply to feR1 Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *