Lagu ini gue banget!

Ketika… kurasakan sudah
Ada ruang di hatiku yang kau sentuh
Oh, dan ketika… kusadari sudah
Tak selalu indah cinta… yang ada, oh…

Mungkin memang, ku yang harus mengerti
Bila ku bukan yang ingin kau miliki
Salahku bila… kaulah yang ada di hatiku

Adakah ku singgah di hatimu
Mungkinkah kau inginkan adaku
Adakah ku sedikit di hatimu

Bilakah ku menganggu harimu
Mungkinkah kau inginkan adaku
Adakah ku sedikit di hatimu

Bila memang ku yang harus mengerti
Mengapa cintamu tak dapat kumiliki
Salahkah ku bila …. kaulah yang ada di hatiku

Kau yang ada di hatiku…

Bila cinta kita takkan tercipta
Kuhanya sekedar ingin tuk mengerti
Adakah diriku, oh singgah di hatimu
Dan bilakah kau tahu
Kaulah yang ada di hatiku

Kau yang ada di hatiku…
Adakah ku dihatimu

Kaulah yang Ada di Hatiku
– Maliq & d’essentials

Kenapa dia masih ada di hati gue yah? Kenapa lagu-lagu model gini masih lagu-lagu yang rasanya cocok buat gue yah?

PS: Postingan ini muncul karena memang lagi melankolis. Bagaimana tidak? Tadi sore gw ke KFC Plaza Kalibata (17:50) merayakan sesuatu. Bukan Natal loh… Meja yang seharusnya isi dua orang itu yang satu terpaksa kosong. Harusnya sih ada mata berbinar indah yang tersenyum di situ 🙂 Jadinya sendirian saja ngelamun dan menikmati indahnya sore….

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

9 comments

  1. yah… knapa begitu..?? berarti kejadiannya sama kaya aku mas galih ini… tapi aku gak pake nongkrong sendirian segala, cuman bengong aja di lab gak ngapa2in..

  2. Setadi saya nyari, kayaknya ada yang beda di postingnya Galih, dan ternyata, dia pake GUE! Udah jadi orang Jakarte ternyate…

    GUE KOK, PIYE! *logat ITSnet*

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *