Kereta, Bus, Atau Pesawat?

Ini adalah pilihan dengan alat transportasi apa aku pulang kampung. Cihuiy… alhamdulillah, Idul Adha tahun ini insya Allah aku bisa shalat Ied di rumah. Mana yang aku pilih, naik kereta, bus atau pesawat terbang?

Jika naik pesawat:
Pesawat yang masuk akal untuk kantongku adalah AirAsia atau LionAir. Lebih cepat tentu saja, dengan biaya yang tak jauh-jauh dari kereta atau bus. Masalahnya, aku harus lewat Surabaya. Rute perjalanannya jika diambil dengan algoritma Djikstra adalah: (1) Rumah di Halim atau Kantor di Gatsu (2) Bandara Soekarno Hatta Cengkareng (3) Bandara Djuanda Surabaya (4) Terminal Bus Bungurasih Surabaya (5) Tulungagung. Masuk akal, cuma perjalanan ke bandara cengkareng cukup jauh. Sayangnya, tiket AirAsia sudah melangit tatkala aku memutuskan untuk pulang kampung pada libur tahun baru nanti. Jadi untuk pesawat? tak usah sajah…

Jika naik bus:
Satu-satunya pilihan adalah naik bus Harapan Jaya. Termurah dari semua pilihan, namun juga terlama. Tetapi aku bisa langsung menuju Tulungagung. Ini rutenya: (1) Rumah di Halim (2) Pool Harapan Jaya di Pasar Rebo (3) Tulungagung. Perjalanan yang paling menyenangkan sebenarnya adalah naik bus. Ada sensasi tersendiri yang mendebarkan hati ketika memasuki kota Tulungagung . Sayangnya, jadwal keberangkatan adalah pukul 13:00 siang, jadi mau tak mau harus berangkat hari Sabtu, dan tiba Minggu. Eeh.. Minggu siang harus sudah kembali, karena tak mungkin berangkat Senin siang. Tiba di Jakarta pasti terlambat masuk kantor yang jam 07:00 pagi. Kesimpulannya: Tidak mungkin. #:-S

Naik kereta:
Satu-satunya pilihan yang tersisa ini punya dua sub pilihan, lewat jalur selatan atau jalur utara. Lewat jalur selatan berarti naik kereta Gayana ke Malang. Ada sensasi juga ketika tiba di stasiun Jogjakarta :”>. Namun, naik Gajayana tidak ada bedanya seperti naik kereta ekonomi meskipun di tiketnya tertulis kelas eksekutif. Kursinya tidak bisa disetel jadi kursi tidur (rusak tak berfungsi), pramugari dan pramugara kereta mafia semua: menunda jatah makan malam dan mendahulukan menjual makan malam agar dagangannya laku.

Akhirnya aku memilih naik kereta lewat Surabaya. Ada Argobromo Anggrek, Sembrani, dan Gumarang. Aku sebenarnya senang naik Argo Anggrek (pramugarinya cakep-cakep bo’), tapi Argo Anggrek sering ngaco nggak tepat waktu. Meskipun di Indonesia ini tak ada kereta yang tepat waktu ( :)) ), namun kata mas Cukris, Sembrani lah yang paling tepat waktu. Aku perlu ketepatan waktu ini agar aku tidak terlambat masuk kantor. Sembrani yang paling masuk akal, ia berangkat dari stasiun Gambir pukul 18:45 dan tiba di Jakarta lagi pukul 5 pagi. Rutenya: (1) Kantor di Gatsu (2) Stasiun Gambir (3) Stasiun Surabaya Pasar Turi (4) Naik ojek/taksi ke terminal Bungurasih (5) Naik bus ke Tulungagung. Aku belum tahu kayak apa rasanya naik Sembrani, tapi kereta ini favoritnya Nana kalau pulang kampung. Jadi.. boleh juga dicobah… 😀

Published
Categorized as Intermezzzo

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

10 comments

  1. Kenapa gak cuti aja sehari, jadi nggak mepet banget waktunya? Kalopun bisa dapet masuk kantor jam 7 pagi tapi pasti capek..

    Anyway, have a nice journey ya.. Give my best regards to your family 😉

  2. #Anang:
    Tulungagung Selatan, alias kecamatan Pakel. Lha mas Anang sendiri mana? trenggalek yo?

    #rhani:
    hehe.. pegawai baru mbak, masak cuti? 😉 thanks! kalau capek sampai kantor ya tidur di depan monitor rak beres kekeke.. ;))

  3. Kalau naik sembrani, jadi ingat beberapa waktu lalu. Aku juga pernah “kena tipu” mafia mas, kayak pengalaman sampeyan naik gajayana.
    Biasanya kan dikasih makanan gratis, pake lempengan logam, entah apa namanya, dengan menu yang lumayan. Tapi kok beda ya, sekarang ditawarin nasi goreng …. buntut-buntutnya, kena charge ….
    Eh , setelah itu, baru dianterin makanan “lempengan logam”nya ….
    udah kenyang mbak …… 🙂

    Oh ya, tapi kalau naik kereta gumarang yang eksekutif, aku kemarin bener2 dapet nasi goreng gratis , lumayan ….

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *