Are You Photographer or Photoshoper?

Di forumnya para fotografer teramai di Indonesia, Fotografer.Net, Saya sering menemukan foto-foto yang spektakuler. Mencolok mata. Mendapatkan penghargaan sebagai Foto Pilihan Editor (FPE). Namun, saya sering menemui komentar seperti ini,

“Saturasinya kurang, coba di olah lagi di Photoshop…”

“Framingnya kurang pas nih, coba diedit lagi…”

atau yang lebih ekstrim…

“Awan sebelah kanan tidak serasi dengan awan sebelah kiri. Sebaiknya samakan aja awannya dengan meng-kloning awan yang sebelah kiri….”

Well… pertanyaan saya: We are photographer or photoshoper? Kita ini melukis cahaya ataukah olah digital? Era kamera digital memang memudahkan manipulasi digital. Berbeda waktu masih zaman populernya kamera Nikon FM. Kita musti hafal settingan bukaan diafragma dan kecepatan bukaan lensa dalam berbagai kondisi. Karena tak bisa direview seperti kamera digital sekarang ini. Sehingga, foto yang bagus benar-benar menunjukkan kehebatan seorang fotografer.

Bagaimana idealisme Anda tentang hal ini? Are you photographer or photoshoper?

Published
Categorized as Fotografi

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

8 comments

  1. kalo saya sih lebih memilih photoshoper ..:D

    maklum kamera yang saya punya cuma kamera digital saku jadul yg sekarang dah gak diproduksi lagi, bukan kamera digital SLR yang mahal itu

    jadi otomatis untuk menghasilkan foto yang hampir menyamai kualitas setara SLR harus di edit dulu pake photoshop, walopun hasilnya masih jauh dari kualitas foto menggunakan DSLR 😀

    eh ini ngomongin foto apa kamera 😀

  2. kalo saya si lebih fleksibel aja, tegantung dari selera en 7an kita, lebih tepatnya untuk menyiasati aja, kalo kamera kita emang pas-pasan ya ndak ada salahnya pake photoshop..kecuali kalo dari balita kita emang bercita-cita jadi paparazzi..

  3. klo saia peribadi, saia akan lebih menikmati hasil foto yang memang saia hasilkan dari kamera film karena proses dari pemotretan nya itu pun akan kembali di ungkit pada poto yang dihasilkan, jadi rasanya 2 kli lebih nyeningin… maklum saia ni pemula.. sampe2 saia pernah motret burung bango di bonbin sampe jongkok 1 jam lebih cuman gara2 pengen moto itu bango bukain mulutnya.

    dan itu justru yang bikin lebih nyenengin dari pada Fotonya… soalnya fotonya malah justru gk bagus sma skali item semua…hahahahahaha.

  4. aku c pengennya jadi photografer…tapi kamera cmn kamera saku ya akhirnya berusaha jadi pothoshoper…eh ternyata g ahli jg…ywd aku jadi photoviewer ajalah…

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *