Kenalilah Medan Perangmu

Penguasaan medan ternyata bukan hanya bermanfaat untuk di perang sebenarnya. Penguasaan medan dan pengalaman sangat digunakan dalam apa saja.

Hari ini, untuk pertama kalinya saya mengikuti psikotest dalam rangka masuk menjadi karyawan sebuah perusahaan di Jakarta. Lokasinya di STTS. Karena STTS adalah tuan rumah, maka pesertanya mayoritas adalah mahasiswa STTS juga.

Dari dulu saya membenci tes psikologi. Menjengkelkan. Harus melipat-lipat, menemukan pola ini itu dalam waktu yang cepat dan tak diberitahukan berapa. Saya sudah sangat terbiasa bekerja dalam deadline, saya selalu memperkirakan berapa kecepatan otak saya yang harus dikerahkan untuk menyelesaikan semua soal. Semakin cepat, saya akan kehilangan ketelitian saya. Jika saya tahu waktu pengerjaannya, saya jadi bisa memperkirakan seberapa besar kadar ‘ngawur’ dan kecepatan saya. Masalahnya, karena saya tidak tahu waktu yang diberikan, saya terpaksa bekerja secepat-cepatnya dengan risiko kesalahan yang tinggi. Meskipun memang, secepat-cepatnya saya bekerja, tak cukup waktu yang disediakan.

Waktu tes kepribadian, lagi-lagi saya membenci soal yang saya kerjakan. Penjumlahan berantai dalam waktu secepat-cepatnya untuk mendapatkan hasil sebanyak-banyaknya. Sangat melelahkan. Saya belum pernah mengerjakan soal ini, jadi saya tembak aja terus tanpa strategi. Eh, ternyata kata Mas Sokam, soal ini ada strategi-nya. Dan memang saya akhirnya gagal di titik ini. Hehehe.. maklum, belum pengalaman. Lain kali saya akan pakai strategi. That’s the point. if we want to defeat our enemies,we need to know them all so we can apply the suitable strategy.

SEMANGAT GALIH!!!

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

3 comments

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *