Ah.. KTM ku…

Kemarin adalah saatnya tanda tangan ijazah S1 di plaza KPA Dr. Angka. Wah, lumayan juga yang antri, tapi untunglah aku ada di fakultas FTIF yang jumlah anggotanya cuma dua jurusan (IF ama SI doang!). Tak seperti bangku fakultas lain yang cukup banyak dipadati antrian wisudawan yang akan tanda tangan ijazah, bangku FTIF cukup sepi “pengunjung”. Faktor sepi ini apakah disebabkan jumlah anggota fakultas yang sedikit atau jumlah wisudawan-nya yang memang sedikit, aku tak tahu.

Ada satu yang membuatku sedih. Aku mesti melepaskan KTM yang telah kupegang selama empat tahun ini :(. Diambil sama si mbak yang menjaga ijazah untuk ditukar dengan satu tanda tangan di atas fotoku (jadi inget jaman TK dulu, “mbah, potoku bagus yo mbah…”). Padahal aku pingin KTM itu jadi suvenir seperti kartu pelajar SMP dan SMA-ku. Ah sudahlah, dengan begini statusku menjadi jelas: aku bukan mahasiswa lagi *air mata mengalir*.

Empat tahun… waktu yang singkat juga, rasanya seperti kemarin aku memakai kartu nama peserta IPT maba ITS, seperti kemarin aku mboikot ospek jurusan, seperti kemarin aku menulis program C di notepad dan save-as .exe, seperti masih kemarin luka itu mulai menganga ketika kata yang tak pernah terlupakan itu terucap di telingaku, “kau sudah kuanggap kakakku sendiri…” dan akhirnya, “aku wis nduwe cowok…”. Aku tak pernah mengira kalau luka itu menganga hampir sepanjang waktu yang kuhabiskan di bangku kuliah ini. Terima kasih Tuhan, akhirnya manusia bodoh ini Engkau cerahkan…

Hari ini agendanya mengambil (baca: membayar) toga buat wisuda. Cukup banyak juga yang harus dikeluarkan buat upacara wisuda. 115 untuk syukuran wisuda di jurusan. 30 untuk foto wisuda. 170 untuk undangan. 200 untuk toga. Weleh weleh… habis sudah uangku yang aku tanda tangan kertas di awal bulan ini. Ah, ndak apa-apa, upacara terima kasih untuk Ibu dan Ayah memang harus khidmat. Sekali-sekali bermanfaat, daripada untuk dugem mlulu… (dugem bersama buku maksude.. :p).

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

3 comments

  1. hiks … aku jadi terharu.
    btw, sorry wingi lali sms *dung-dung-dung tak berguna* … inget-inget wis keliwatan.
    piye acarane? pasti senyum selalu mengembang di wajah bapak-ibu, kan??

    btw, kamu dah keluar dari kampus, atau masih ‘ngeyel’ di kampus nggarap web kampusmu kuwi?

    last but not least, selamat ya lih … welcome to the real world!

    oyes, met puasa juga yah. mohon maaf lahir batin. jangan lupa, minta sama Yang Punya Hidup agar dipertemukan dengan seseorang yang mampu menambal hatimu yang luka itu … *halah*

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *