Fathimah Az Zahra, Putri Rasulullah SAW

Buku ini berjudul Fathimah Putri Rasulullah SAW. Diterbitkan oleh penerbit Zahra. Ditulis oleh Abu Muhammad Ordoni. Isinya adalah riwayat kehidupan Fathimah Az-Zahra, pemimpin wanita sepanjang masa, wanita teladan, seorang bidadari dalam wujud manusia, dan seabrek gelar lainnya.

Tak pelak lagi bahwa Fathimah memiliki akhlak yang luhur, maklum, beliau adalah putri kesayangan nabi Muhammad SAW. Buku ini menceritakan mulai riwayat perkawinan Rasulullah dengan Kadhijah, proses kelahiran Fathimah, pernikahannya dengan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib kharamallahu wajhah yang sangat agung. Gaun pernikahan Fathimah adalah brokat sutera dari Surga yang khusus diantarkan oleh malaikat Jibril gara-gara gaun hadiah ayahnya yang sedianya untuk acara pernikahannya diberikannya kepada seorang wanita yang membutuhkan selembar gaun tua. Betapa dermawannya!

Menurutku, bagian terbaik dari buku ini hanyalah bab-bab sebelum pernikahannya saja. Di sini, setiap dialog adalah hadist. Selalu ada catatan kaki yang merujuk sumber hadist. Tidak ada dialog-dialog hasil rekaan pengarang.

Dan bagian yang membuatku kecewa adalah ketika pengarang berusaha menggambarkan pertikaian politik keluarga Ali-Fathimah dengan Khalifah Abu Bakar as Shidiq dan Umar bin Khattab. Seperti yang telah diketahui, ketika nabi wafat, Ali disibukkan oleh pemakaman nabi. Dan menurut pengarang, momment inilah dimanfaatkan oleh Umar dan Abu Bakar untuk mengambil alih kekuasaan yang sedianya untuk Ali bin Abi Thalib. Yap! Istilah yang digunakan adalah pengambilalihan kekuasaan. Menurut pengarang, Umar dan Abu Bakar telah bersekongkol dengan cara Umar yang tidak mempercayai bahwa nabi telah wafat demi untuk mengulur waktu hingga Abu Bakar datang. Dan bab-bab berikutnya menceritakan penindasan penguasa kepada keluarga Fathimah, kasus tanah Fadak, hingga wafatnya Fathimah az-Zahra. Ada bagian yang sangat menyentuh ketika perpisahan Fathimah dengan suaminya terkasih, Ali. Kata-kata keduanya penuh kasih sayang, mengharukan….

Keluarga Fathimah mungkin telah ditindas oleh penguasa. Tapi menurutku, cara pengarang menjelaskannya terlalu berlebihan. Gaya penceritaan juga berubah total. Jika di bab awal pengarang banyak mengutip hadist (entah shahih entah lemah — harus dicek lagi, tapi paling tidak rujukannya kebanyakan berjudul “shahih”), di bab-bab ini banyak tulisan yang merupakan pendapat pengarang sendiri. Abu Bakar as shidiq seperti bukan Abu Bakar yang merupakan sahabat nabi. Terkesan seperti penguasa yang haus kekuasaan, menghalalkan segala cara agar jangan sampai keluarga Fathimah merebut kekuasaan. Ah, benarkah begitu? Masak sih? Well.. mungkin aku tidak bisa menilai buku ini lebih dalam hingga aku membaca buku tebal tentang riwayat Abu Bakar as shidiq radhiallahu anhu…

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

34 thoughts

  1. Saya belum pernah membacanya, tapi kalau memang seperti yg kamu ceritakan, kemungkinan besar pengarangnya orang Syi'ah. Padahal ada sebuah hadits yang melarang mencerca para sahabat. Semoga penulisnya senantiasa mendapatkan hidayah dari ALLOH.

  2. #mbak ren:
    okeh mbak!

    #Primanita Dewi:
    Sama-sama ibu dewi 🙂 Bikin blog gampang kok, tinggal register di situs blog gratis (wordpress.com, blogger.com, blogsome.com), sejurus kemudian kita sudah bisa nulis apa yang kita mau. Let's starts blogging!

    #mas khomili:
    Bahkan kesan terakhirku tambah parah lho mas, jadinya karena deskripsi pertempuran politik itu, Fathimah az-Zahra tampak seperti seorang pendendam yang tak bisa memaafkan pihak yang "menindasnya" Entahlah.. inilah susahnya baca buku sejarah/riwayat itu. Sulit untuk mendapatkan gambaran yang benar. Apalagi sekarang begitu banyak buku, begitu banyak sampah di toko buku.

  3. Mungkin kita dah sering dengar kata2 syi'ah ama sunni. Memang ada perbedaan pendapat diantara kedua (katakanlah) golongan tersebut. Yang paling jelas terlihat saat ini adalah di daerah Timur Tengah (misal Iraq) dimana antar kedua golongan masih terjadi pertikaian.

    Untuk lebih jelasnya, silakan baca buku ttg keduanya 😀

  4. #rile

    ‘Aisyah? Kok gak Khadijah saja? 🙂
    Ma’af2 gak bermaksud membanding-bandingkan.
    Hanya saja sudah menjadi kebiasaan kita mencari yang menyulitkan diri sendiri, akhirnya malah gak nikah2. :”>
    Lah aku sendiri kapan? 😛

  5. wah bagus juga tu kayaknya,bisa dikirim ke saya nggak? ni alamat saya Jl. KH. abdul Wahab Chasbullah Gg. Pondok No 003 Tambakberas Jombang jawa Timur 61451.
    trims ya sebelumnya.

  6. Buku itu bagus, karena menampilkan realita kehidupan keluarga nabi sebenarnya. Apa pun dalilnya bahwa Saqifah terjadi sehari setelah meninggalnya nabi,… dan pertanyaan besar kaum musliminin seluruhnya bahwa Sang Putri Pemimpin para Nabi ini tak diketahui di mana kuburnya. belum lagi pembantaian putra tercintanya (alhusain/ sang pemuda surga) bersama keluarga dan sahabatnya di padang karbala, ini adalah realita yang terlalu besar untuk di tutupi, yang ternyata masyarakat tanah air secara seremonial memperingatinya setiap menjelang bulan Syura. kullu yaumin asyura’ kullu ardin karbala.

  7. Janganlah kamu berpecah belah

    Al Qur’an berpesan pada Surat 42. Asy Syuura 13

    Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya.

    Al Qur’an- Surat 30. Ar Ruum :
    31. dengan kembali bertaubat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah,
    32. yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.

    musyrik, syirik = mempersekutukan Allah

  8. saya punya terjemah buku karya al-fakiki (iran) yang berjudul “al-Mut’ah wa atsaruha fi al-ishlah al-ijti’mai”, tahu penerbit yang mau menerbitkan apa ngak? minta infonya donk…

  9. Janganlah kita terbujuk oleh syaitan untuk bergunjing dan saling menyalahkan sehingga menimbulkan perpecahan diantara umat islam. Yang perlu kita ambil dari kisah-kisah para teladan adalah keteladanannya. Tokh kita juga tidak menyaksikan sendiri permasalahan masa lalu. Menampilkan pertikaian masa lalu perlu dipertimbangkan, apakah manfaat atau mudharat yang muncul. Semoga kita semua selalu dilindungi oleh godaan syaitan yang terkutuk, Amiiin.

  10. hadisth sahih rasullulah saw (diamini sunni maupun syiah)ada 4 wanita yang dijamin masuk surga ” Khadijah al kubro (istri tercinta Rasullulah SAW), Maryam (ibu Nabi Isa as), asiah binti muzahim (Istri Fir’aun jaman nabi Musa As), dan Fathimah Az Zahra as (putri Rasulullah SAW) penghulu wanita semesta alam”. Lengkapnya baca di http://www.al-shia.com. 🙂

  11. salam galih,
    saya juga punya buku tentang fathimah, the true story of muhammad and khadijah beloved daughter. awal2nya sih kagum, subhanallah banget begitu istimewanya fatimah, bahkan dari awal penciptaannya.

    tapi ke belakangnya juga jadi punya kesan kalo di buku karangan muhammad amin ini, sepertinya abu bakar dan umar tuh gila kekuasaan, bahkan sempat berwasiat agar umar dan abu bakar tidak diizinkan men-sholatkan saat wafat. dan ali pun jadi berseteru dengan kedua sahabat yg lain

    padahal di kesempatan lain saya pernah membaca, kalo ali, berkata bahwa abu bakar adalah sahabat yg paling mirip dengan rasulullah. dalam artian amal ibadah dan sifatnya. dan saya sangat yakin kalau Rasulullah tidak akan salah memilih sahabat.

    jadi saya berfikir kalo buku ini (dan buku anda)kemungkinan besar adalah karya penganut syiah yg memang mengutamakan keluarga ali r.a. semoga kita ga sampai salah menilai para sahabat Rasulullah yg dijamin masuk surga itu ya.
    amin

  12. Begitulah sejarah versi syiah. Lihat pula kitab2 sejarah sunni. Hanya saja mereka menutupinya demi kesatuan islam. Baca juga kekecewaan nabi di akhrat atas sahabat2x yang berpaling darix dalam kitab2 hadis sunni.

  13. ato jngn2 buku ini disponsori oleh orang2 kafir yang membenci keutuhan umat Islam, mereka sengja membuat citra rekaan dan nukilan sejarah kelam perjalanan umat Islam untuk menghancurkan umat Islam dari dalam sehingga mereka gak perlu repot2 menghancurkan umat Islam.

  14. A/salam
    Boleh gabung juga kan??
    aku juga punya buku karangan Muh. Amin…
    emang gak disangka ending begitu… sejak meninggalnya Rasulullah ceritanya mulai rancu dan sama sekali gak sesuai sama Akhlaq Ahlussunah.
    Mudahan aja gak banyak ornag yang ikut terpropokasi…dan sekarang kita kudu waspada banyak orang yang ingin memecah belah islam.
    Klo perlu buku itu mesti ditarik dari peredaran … kasian klo orang awam yang baca. bisa jadi ikut terpengaruh…
    salam ukhuwah semua…be my friend—novi_greenly@yahoo.com

  15. Dialog Ja’far al-Shiddiq dengan seorang Syi‘ah.[3]

    Seorang rawi[4] menuturkan bahawa ada seorang Syi‘ah mendatangi Ja’far bin Muhammad al-Shiddiq[5] Karramallah Wajha lalu segera mengucap salam: “Assalamu‘alaikum waRahmatullahi waBarakatuhu.” Ja’far terus menjawab salam tersebut.

    (Dialog pertama):

    Syi‘ah tadi bertanya: Wahai putra Rasulullah, siapakah manusia terbaik setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?

    Ja’far al-Shiddiq menjawab: Abu Bakar (radhiallahu ‘anh).

    Syi‘ah bertanya: Mana hujahnya dalam hal itu?

    Ja’far menjawab: Firman Allah Ta‘ala:

    Kalau kamu tidak menolongnya (Nabi Muhammad) maka sesungguhnya Allah telahpun menolongnya, iaitu ketika kaum kafir (di Makkah) mengeluarkannya (dari negerinya Makkah) sedang ia salah seorang dari dua (sahabat) semasa mereka berlindung di dalam gua, ketika ia berkata kepada sahabatnya: “Janganlah engkau berdukacita, sesungguhnya Allah bersama kita.” Maka Allah menurunkan semangat tenang tenteram kepada (Nabi Muhammad) dan menguatkannya dengan bantuan tentera (malaikat) yang kamu tidak melihatnya. [al-Taubah 9:40]

    Ja’far melanjutkan: Cuba fikirkan, apakah ada orang yang lebih baik dari dua orang yang nombor ketiganya adalah Allah ? Tidak ada seorang pun yang lebih afdhal daripada Abu Bakar selain Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

    Maka Syi‘ah berkata: Sesungguhnya ‘Ali bin Abu Thalib ‘alaihi salam telah tidur di tikar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (demi menggantikannya dalam peristiwa hijrah) tanpa mengeluh (jaza’, ertinya tabah) dan tidak takut (faza’, ertinya ia tegar).

    Maka Ja’far menjawab: Dan begitu pula Abu Bakar, dia bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tanpa jaza’ dan faza’.

    Syi‘ah menyanggah: Sesungguhnya Allah Ta‘ala telah menyatakan berbeza dengan apa yang anda katakan !

    Ja’far bertanya: Apa yang difirmankan oleh Allah?

    Syi‘ah menjawab: …ketika ia berkata kepada sahabatnya: “Janganlah engkau berdukacita, sesungguhnya Allah bersama kita” bukankah ketakutan tadi adalah jaza’ ?

    Ja’far menjelaskan: Tidak kerana Huzn (sedih) itu bukan jaza’ dan faza’. Sedihnya Abu Bakar adalah khuatir jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dibunuh dan agama Allah tidak lagi ditaati. Jadi kesedihannya adalah terhadap agama Allah dan terhadap Rasul Allah, bukan sedih terhadap dirinya. Bagaimana (dapat dikatakan dia sedih untuk dirinya sendiri padahal) dia disengat lebih dari seratus sengatan dan tidak pernah mengatakan “His” juga (tidak pernah) mengatakan “Uh” (tidak mengerang kesakitan).

  16. Assakamualaikum Wr. Wb.
    saya juga punya buku tentang fathimah, the true story of muhammad and khadijah beloved daughter–seperti pembaca mba indri.
    Saya telah baca keseluruhan buku itu, sehingga akhirnya saya menyimpulkan bahwa muhammad amin pengarang buku itu adalah seorang syiah..karena di Buku tersebut, di bagian akhir tampak pengarang dengan karanagannya yang tiada kebenaran sedikitpun mencaci maki 2 sahabat rosulullah SAW tercinta (Abu Bakar &Umar). Alangkah sesatnya dia. Padahal kita ketahui keafdholan kedua sahabat tsb. Siti Fatimah digambarkan dibagian akhir sebagai sosok yang dipenuhi angkara murka, yang hal ini notabene sangat mustahil sebagai perilaku Siti Fatimah.
    Hati-hati lah saudara-saudaraku. Semoga Alloh melindungi kita Dunia dan Akhirat,

  17. sejarah telah membuktikan salah satunya saat rasulullah dimakamkan tidak seorangpun sahabat sperti abu bakar dan umar hadir.mereka malah sedang melaksanakan pemilihan kekhalifahan. apakah kebenaran itu dapat di tutupi? .
    contoh lain yakni pengambilan hak tanah fadak fathimah az-zahra oleh abu bakar yg sehingga membuat fahimah mengeluarkan kata2 “kalian tidak akan menemukan kuburku” dan fathimah juga mewasiatkan kepada ali (suami) untuk menguburnya tanpa ada yg tahu yg konon hingga kini makam fathimah tidak ada yg tau.apakah perlakuan itu pantas dilakukan terhadap putri rasulullah?
    setelah wafatnya rasulullah pendirataan,penindasan dan pemutar balikan fakta terhadap keluarga rasulullah begitu banyak, apa kita ikut mendukung penindasan dan kebohongan itu juaga? kita mengharapkan syafaat rasulullah namun sementara banyak amanahnya di abaikan.

  18. orang2 sunni emang slalu ngunci mati akal dan suka nahan prinsip. pada hal jika saja mereka (sunni) mau membuka mata dan mencari tau kebenaran mungkin mereka sadar apa yg terjadi sebenarnya tapi mereka malah milih menang dr pada kebenaran.

    gak smua pengikut ahlul bait suka mencaci sahabat, kalopun ada itu mugnkin luapan emosi.

    jangan ngeluarin argumen jika anda gak tau apa itu syiah!!? karna setiap argumen anda yg mengatakan syiah itu sesat sama aja anda mengatakan kesesatan keluarganya rasulullah. lebih baik anda cari tau latar belakangnya ato sejarahnya dulu ato diam kalo mang gak tau.

  19. Ikut nimbrung boleh ya. Saya sudah baca buku : fathimah, the true story of muhammad and khadijah beloved daughter. Buku ini sangat menarik karena menceritakan riwayat hidup putri Nabi Islam Muhammad saw yang tidak banyak dikenal oleh masyarakat Islam sendiri. Memang sih kesimpulannya sangat mengagetkan bagi mereka yang tidak biasa membaca sejarah Islam, terutama setelah Nabi Muhammad meninggal. Karena pada masa nabi semua sahabat sih baik-baik saja, tapi setelah meninggal riwayatnya macam-macam hingga umat Islam terpeceh seperti sekarang. Yang banyak ditulis sih memang yang baik-baik saja. Banyak sejarah Islam yang tidak terungkap, tapi sekarang jaman informasi dan internet semuanya jadi terbuka, jadi banyak yang mengejutkan memang.

  20. Kmrn aku beli buku ini……..kesimpulannya……….Mengecewakan……..

    Keagungan Fatimah seolah runtuh karena fitnah yg ditulis oleh Ordoni…yg benar2 syiah…..

    Kesimpulan lagi…klo mau beli buku terbitan Zahra, Mizan dsb……mending di pending dulu….semua penerbit ini sudah saya BLACK LIST

  21. jangn nguarian argumen yang kita tidak tau tentang sejarah syiah,..kemudian kita menganggap mereka sesat…apakah syiah itu sesat? apakah orang-orang yang mempelajari ilmu yang pada sumbernya(muhammad saw) itu orang yang sesat? Ali dan zahra adalah manusia pertama yang menuntu ilmu dari beliau saw,meraka adalah manusia sempurna yang melanjutkan tungkat estafek dari muhammad saw, sampai pada cucu beliau Hasan dan Husain, mereka inilah yang harus kita ikuti…..

  22. Berawal dr skdr sengketa kpemimpinan pasca Rasul SAWW wafat,Syi’ah mnganggap bhwa jbtn khalifah itu adlh Ali bin Abi Thalib,brdsrkan nash dan smbolisasi bbrpa prstwa trtentu. sblikny,kalangan lainnya yaitu dari Bani Umayyah dan Bani Abbas mnganggap bhwa jbtn khalifah adlh Abu Bakar,tdk da wasiat pun dan nash.
    byk skli stigma ngatif yg d timpakan kpd syi’ah.sbagian mmng hrs d telaah,tp byk pl yg mrupkn prsepsi keliru,bhkn fitnah,sprti Imamah itu kultus individu,mut’ah itu seks bebas,dsb alih2 mmpljri,qt ni malah tkut ma ajaran syi’ah.
    yg trpnting,dsni adlh qt tnggl mnntukan skp,apkh msh mw mjd korban sengketa mazhab yg sdh brusia ratusan thun??!! atwkh qt brkenan brdialog dgn mazhab lain utk mnumbuhkan skp toleransi n slg mnhrgai??!!
    lets talking!!! lets sharing!!! ^_^.

  23. sekiranya kita sama2 belajar tafsir Quran mengenai ayat tentang ‘ada dua jenis air dilaut. yang satu air tawar dan yang satu air asin. namun keduanya terpisah dalam satu wadah yaitu laut. di perbatasan antara keduanya terdapat mutiara dan marjan. apa yg dimaksud ayat ini ?’
    menurut ahli tafsir : wadahnya adalah Fatima az Zahra, kedua jenis air tawar dan asin adalah Rasulullah (SAW) dan Ali (as). mutiara dan marjan adalah Hassan (as) dan Husein (as).
    cobalah pahami kedudukan Fatima (as). Tanpa ada wadah maka tidak ada kedua jenis air itu…
    keluarga yg sangat istimewa ini di sisi Allah di ibaratkan (di dalam Al Qur an) seperti pohon. akarnya adalah Fatima (as) Batangnya besarnya Ali (as), ranting2nya adalah Hassan (as) dan Husein (as). dan daun2nya adalah pencintanya / pengikutnya.

  24. Assalammu’alaikum

    Ati-ati Saudaraku…

    Klo substansi tulisannya gak berimbang dan cenderung memojokkan Sahabat-Sahabat Rasul seperti Abu Bakar dan Umar..jelas itu muatan Syiah dan itu sesat.

    Semoga ALLAH SWT senantiasa memberikan petunjuk jalan yang lurus kepada kita. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *