Selamat Tinggal, Praktikum

Agak basi sih, tapi ngga pa pa, saya baru bisa menuliskannya sekarang.

Beberapa hari yang lalu, akhirnya praktikum jaringan komputer yang saya bertanggung jawab menjadi salah satu asisten pembimbing praktikum di situ berakhirlah sudah. Alhamdulillah, lima modul lewat sudah. Soal praktikan, Banyak yang pandai dan rajin, tapi tak kurang juga yang sangat malas. Bukan bodoh, tapi malas. Dan karena ini adalah (semoga) praktikum terakhir yang saya asisteni sejak praktikum Struktur Data, Sistem Operasi, dan Jaringan Komputer, saya ingin meninggalkan sesuatu di sini.

Sejak awal saya menjadi asisten, saya paling getol dengan permasalahan “mbacem” atau kebiasaan praktikan yang melakukan copy-and-paste tugas tanpa mengerti tugas yang diberikan kepadanya. Saya paling murka jika membaca laporan praktikum praktikan yang melakukan perbuatan terkutuk itu. Kenapa saya begitu intens pada masalah ini? Karena kebudayaan ini saya anggap awal dari bencana. Kita tidak akan pernah mengerti materi tanpa kita melalui tahap bersakit-sakit dan mengetahui kesulitan-kesulitannya. Dengan memiliki pengalaman menyelesaikan suatu masalah, konsep yang telah kita taklukkan akan membekas karena diingatkan oleh pengalaman heroik mengalahkan masalah itu. Percayalah pada saya, ketika kita berhasil menyelesaikan suatu masalah dengan tangan sendiri, rasanya ada kepuasan yang tak bisa dilukiskan, bagaimana menjadi seorang pemenang atas masalah tersebut, dan merasakan kesombongan kita naik karenanya — paling tidak itu yang saya rasakan.

Kebiasaan copy-and-paste juga membunuh rasa penghargaan atas hasil karya orang lain. Tidak akan ada penghargaan atas copyright. Bagaimana kita bisa berteriak-teriak soal HAKI jika di dalam kehidupan sehari-hari kita tidak belajar menghargai hasil karya orang lain, meskipun telah diizinkan oleh teman kita untuk di-copy-paste, tapi kenapa tidak dirujuk di daftar pustaka?

Jika ada pertanyaan, lalu darimana kita belajar jika kita tidak boleh “mbacem”? Bukankah kita juga belajar dari sumber lain? Yap! Anda boleh belajar dari mana saja, Mbah Google, PakDhe Yahoo!, internet, buku, perpustakaan, teman sendiri… tapi tentu saja hasilnya akan jauh lebih baik jika kita membacanya dan memahami maksudnya terlebih dahulu. Lalu apa yang telah kita pahami kita tuliskan dengan bahasa kita sendiri. Hasilnya pasti akan jauh lebih luwes dan lebih orisinil. Jika belajar sendiri tetap buntu, tanya asisten Anda. Asisten bukanlah algojo pembantai saat Anda demo program, tetapi rekan yang membimbing Anda melalui praktikum dengan cantik. Jika Anda tak percaya pada kemampuan asisten, tanyalah siapa pun yang Anda percaya bisa menyelesaikan masalah Anda. Jika Anda bertanya dengan baik-baik, saya yakin, Anda akan mendapatkan solusi.

Jadi, ada 1000 banyak cara menyelesaikan masalah. Perbuatan copy-and-paste hanyalah perbuatan orang yang malas saja. Menyelesaikan masalah tidak dibutuhkan kepandaian otak. Sama sekali tidak. Yang diperlukan hanyalah kerja keras dan kerja keras. Kerja keras untuk menyelesaikan masalah, dan kerja keras untuk mencari jalan keluar. Kepandaian otak hanya berperan pada kecepatan waktu menyelesaikan masalah saja. Tidak lebih.

Hanya itu yang saya harapkan di praktikum-praktikum selanjutnya di IF. Yaitu kesadaran bahwa perbuatan copy-and-paste adalah perbuatan menjerumuskan diri. Sudah lebih dari 1,5 tahun saya berjuang sebisa saya dan semoga saya telah menjalankan amanah dengan baik. Semester depan, semoga Anda tidak akan bertemu dengan saya lagi, asisten yang paling gila dan paling perfeksionis ini. ^_^

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

5 comments

  1. kalem … kalem … rak sah emosi ngono … ^_^ …
    semoga praktikan2 selanjutnya lebih baik, jadi kamu ga perlu nesu2 ngono. cepet tua, lih … hekekeke …

    lagi menikmati cuti neh. males di rumah mulu, iseng2 ke warnet … hekekeke …
    haduh, sesuk kerjo maneh!!! hiks …

  2. #reena
    mbak ren lama nggak ke sini… piye.. .gimana MP-nya? 😀
    udah nggak akan ngurusi praktikum lagi kok, udah (hampir) lulus (amiin…)
    hehehehe…

  3. mas galih Aq angkatan 2005,,, aq masih kesulitan belajar pemrograman,, punya tips2 yang jitu ga, gimana belajar pemrograman yang baik,, sekarang yang aq sukai pakek bahasa java,, mohon bimbingannya mas,,

    ya bacem??????? dulu q pernah punya teman satu kelompok praktikum,, anaknya anti bacem,,aq pernah dimarahin gara-gara bacem pendahuluan,, aq salut ma dia,,tapi sayang sekarang anaknya berhenti,,
    Sebenarnya aq ingin lepas dari kata bacem,, Tapi ?????????

Leave a Reply to 2005 Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *