Bla Bla Bla for Windows

Ironis sekali sebenarnya jika aku hingga kini masih tetap pakai Windows. Bukan karena Windows-ku mbajak — legal jeh — tetapi karena aplikasi yang kugunakan sebenarnya aplikasi yang aselinya untuk Unix/Linux kemudian diporting ke Windows. Aku tidak bisa atau masih berat meninggalkan Windows karena dua hal, Adobe Photoshop dan Macromedia Dreamweaver yang sama sekali tidak bisa tergantikan oleh software-software open source.

Dreamweaver sebenarnya bisa diganti oleh NVU, sebuah editor HTML yang WYSIWYG. NVU cukup memuaskan jika melihat versinya yang masih bayi, dan aku berharap banyak supaya suatu hari aku bisa menggunakannya sebagai ganti Dreamweaver untuk pekerjaan sehari-hari. Demikian juga Adobe Photoshop, software open source yang paling dekat adalah GIMP. Tapi coba tanyakan kepada desainer grafis, bisakah mereka menggunakan GIMP seproduktif mereka menggunakan Photoshop? Aku, yang masih punya kekerabatan dekat dengan Linux, akan menjawab tidak bisa. Apalagi mereka yang tidak mengenal OS selain Windows.

Menurutku, kelemahan utama GIMP adalah user interface-nya yang sangat tidak nyaman. Aku tidak mengerti kenapa user interface GIMP tidak meniru kemapanan Photoshop seperti yang dilakukan Open Office terhadap Microsoft Word. Ah, orang juga bisa beradaptasi kan? Mungkin ya jika kasusnya bukan di dunia desain grafis. Dalam dunia desain grafis, semakin desainer nyaman dan akrab dengan perkakas yang dipakainya, semakin dalam dan artistik pula hasil karyanya. Apalagi orang-orang desain grafis kebanyakan adalah nyentrik, jadi susah jika disuruh pindah ke perkakas lain.

Wupss… jadi agak menyimpang dari judul. Kembali ke permasalahan. Sekarang, mari kita lihat aplikasi-aplikasi yang awalnya untuk Unix ataupun yang sebenarnya jalan lancar di Unix yang kugunakan:

  • Oracle JDeveloper: IDE Java
  • Apache Jakarta Tomcat
  • Apache Webserver
  • MySQL
  • Mozilla Firefox (browser, sorry, I’m not using IE exactly)
  • Mozilla Thunderbird (email client)
  • Netbeans
  • Nvu
  • Oracle Database 10 Express Edition
  • Toolkit for Oracle
  • Frozen Bubble for Windows (aduh..)
  • Tail -f for Windows (tambah parah…)

Sedangkan software Windows selain Photoshop dan Dreamweaver, aku sudah bisa menemukan penggantinya yang nyaman di Unix/Linux, misalnya Winamp dengan XMMS, Yahoo Messenger dengan GAIM, FlashGet dengan WGet, dan tentu saja Microsoft Office dengan OpenOffice.org

Pertanyaannya sekarang, kenapa tidak pindah ke Linux, Galih? Hmm.. aku masih mengerjakan Tugas Akhir yang mayoritas menggunakan software-software Windows yang tidak mungkin tergantikan, yaitu MS Visual Studio C++, MatLab, dan Microsoft Word! Persoalannya bukan karena aku tidak mau beradaptasi, tetapi karena aku harus sering konsultasi dengan dosen pembimbing, dan kami harus memiliki perkakas yang sama untuk berdiskusi, dalam hal ini adalah MatLab dan Visual Studio C++ serta Microsoft Word untuk pengetikan buku.

^__^

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

11 thoughts

  1. ya mas
    saya juga masih betah di windows
    terus terang:-
    -saya kurang suka dengan gaim, gak tau kenapa.
    -firefox aq suka banget, tapi aq ga bisa masuk msdn virtual server??kalo ga pake ie
    -aq jarang pake email client, jadi baik thunderbird ato outlook aq jarang pake
    hiks—hikssss
    -untuk develop web kalo pake visual webdev tuh cepet bgt!!, udah ada .NET atlas yang buat AJAX lagi!!, kalo pake java aq blm ngeh???gmn caranya?
    -bikin webservice juga cepet bgt kalo pake vs. gmn dengan linux? aq blm paham sama sekali…..

    thx ^_^
    kaitokid1412

  2. #kaito:
    hmm.. teridentifikasi ada 2 kaito yang sering komen di sini, satunya si buchin satunya si jefri. Yang ini mah pasti si Jefri.
    – Firefox memang ngga bisa masuk MSDN server karena Microsoft hanya mengizinkan IE saja yang bisa masuk. Biasalah, strategi marketing…

    – Kalo soal kecepatan, .NET tidak ada yang bisa mengalahkan. Itulah keunggulan Visual Studio .net. Di Java, visual WebDev kukira hanya JDeveloper dan Sun Java Studio yang bisa bikin. AJAX bisa dibuat pakai JSF dengan library Apache MyFaces (free) atau Oracle ADF Faces (bayar)

    – Webservice bisa dibuat tidak hanya di Windows atau Visual Studio saja loh. Java bisa membuatnya dengan cepat juga (di semua platform :p). Tinggal run Netbeans atau JDev, semuanya selesai. Gitu…

  3. wah untuk dreamweaver bisa diganti dengan Quanta Plus tuh lebih bagus dari NVU (yang frontpage banget) support beberapa bahasa web programing cuma tidak bersifat What You See Is What You Get (WYSIYG). pokonya quanta keren lah!!

  4. #6:
    Kalo buat dukungan bahasa, aku lebih suka VIM daripada Quanta. Lebih powerfull.. Cuma kalo cari yang WYSIWYG kukira sih (di kelas open source) ngga ada yang bisa NVU yang berbasis engine-nya Mozilla Composer

  5. Waduh emang kita nggak bisa kelain hati dari Microsoft ya mas, gimana enggak, dari dulu kita dijejelin sama microsoft, soalnya kalo dulu masih Unix kalo untk programming suelit buanget, eh ada yang gampang pake produk Microsoft.
    Nah sekarang ada yang cukup bagus sebagai pengganti microsoft yaitu Linux, nah kayaknya sih kalo pake linux agak 2 ribet, untuk detek new device, apa karena saya kurang paham, ala yang penting kepake lah.
    Tapi programming di Microsoft membuat orang gampang belajar bahasa programming, tidak seperti di Linux, terlalu banyak aturan ( sorry penggemar Linux) … udah dulu yeee

  6. Dear Galih,

    saya Mia, bekerja di sebuah head hunting company.

    Saat ini sedang mencari 10 org sbg Oracle DBA utk sbh MN IT Consultant. Kamu familiar dgn Oracle, Solaris?

    Kalau tertarik bisa contact saya di 527 2901 -03.

    Thanks,
    mia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *