Alasan Kenapa Aku Jatuh Cinta dengan Java

Menanggapi pertanyaan Adam di buku tamu homepage-ku, izinkanlah aku untuk menuliskan kenapa aku begitu jatuh cinta dengan bahasa pemrograman yang satu ini. Buat mbak rena, sori yah hot-potatonya belom dibales V(^_^)V

Sejak diperkenalkan dengan bahasa pemrograman ketika aku memasuki bangku kuliah di IF, bahasa C telah dipaksa menjadi bahasa ibuku. Hingga kuliah Algoritma dan Struktur Data adalah saksi jatuh bangunku bersama C. Aku adalah orang yang memulai dunia pemrograman mulai dari 0, karena semasa di SMA aku sama sekali tidak mengenal dunia Informatika, kecuali sedikit mengenai sistem operasi DOS dan sedikit ilmu mengenai HTML.

Manajemen Memory adalah mimpi buruk yang selalu kualami ketika bekerja di C. Hal ini berulang-ulang selalu bikin frustasi, debugging yang tidak selesai-selesai. Maklum, aku sebenarnya adalah orang yang sangat tidak teliti, padahal C/C++ memerlukan seorang programmer ala Dennis Ritchie: teliti, kalem, dan bertangan dingin.

Sampai akhirnya aku diperkenalkan dengan Java dengan bapak FX Arunanto di kuliah Bahasa Pemrograman Lanjut. Fitur yang paling menarik bagiku adalah: garbage collector Java yang membebaskan dari segala hal tentang manajemen memory. Ringkasannya adalah ini:

  1. Java adalah bahasa yang sederhana, baik strukturnya maupun cara penulisannya.
  2. Object Oriented Java sangat kental — membantu cara berpikir dalam menghadapi masalah.
  3. Transparan — kita bisa mambuat program Java hanya dengan notepad atau VIM. Bandingkan dengan visual studio .net, mungkinkah kita membangun from scratch dengan notepad?
  4. Tutorial dan buku yang banyak serta gratis tersebar di internet
  5. Library standarnya sudah sangat banyak
  6. Memiliki banyak library yang gratis
  7. Dukungan dari banyak vendor besar (Oracle, IBM, BEA..)
  8. Dukungan komunitas yang juga besar (Apache, JBoss, Java.net)
  9. Terkenal kokoh dan belum terkalahkan di tingkat enterprise
  10. IDE (Integrated Development Environment) yang tersedia banyak dan gratis (JDev, Netbeans, Sun Java Creator, Eclipse)
  11. Ada kepuasan tersendiri ketika aku mrogram Java
  12. dan yang terakhir dan tak kalah penting tentu saja pasar Java yang masih luas

Bagaimana pengalamanku dengan C# (Visual Studio .net)? Sangat tertarik pada pandangan pertama melihat user interface yang luar biasa. Kemiripan C# dengan Java yang membuat cepat beradaptasi juga membuat semangat untuk pindah ke lain hati (baca: C#). Tapi sayang, waktu yang diberikan untuk mempelajari C# tidak sebanyak waktu untuk mempelajari Java, sehingga kurang bisa beradaptasi dengan cara berpikir C# menyelesaikan masalah.

Ketika mencoba mencari bantuan, yang ada adalah MSDN. Aku yakin, seperti halnya Javadoc, MSDN adalah dokumen yang sangat berguna. Tapi bagi pemula, keduanya tidak berguna banyak. Seperti biasanya, tempat mengadu berikutnya adalah Mbah Google. Dan inilah yang membuatku kecewa, banyak tutorial yang harus bebayar. Library-library C# hampir dapat dipastikan tidak gratis, semuanya harus membayar. Jika aku bisa belajar dengan cepat dengan Java, kenapa aku harus menghabiskan waktu dengan C# jika kebanyakan C# harus mbayar?

Ada yang bisa membuatku jatuh cinta lagi dengan Microsoft Visual Studio?

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

16 comments

  1. pikiran: brapa harga visual studio??.. mampukah jika membeli resmi? (untuk kantong cekak kelas mahasiswa pas-pas an seperti aku :p?), apa jiwa membajak yang ditanamkan sejak kita mengenal komputer (windows) mesti dilestarikan?.

  2. #Henri:
    Untuk aku sendiri (mahasiswa) harga bukanlah pikiran yang pertama, tapi ilmunya hen. Toh kita nanti juga bekerja pada orang/perusahaan (kecuali jika ingin wiraswasta), sehingga urusan bayar-membayar adalah urusan perusahaan. Untuk aku sendiri yang perlu adalah ilmunya, bagaimana cara-cara bekerja dengan visual studio sehingga jika kelak ada perusahaan membutuhkan keahlian ini, aku bisa langsung apply. Di ITS, kita juga sudah dibelikan visual studio 2003 secara legal (MCA).

  3. gue mau tanya dimana bisa dapetin tutorial java gratis!
    soalnya gue baru mau belajar nih, salam kenal

  4. Kurang satu hal yang paling penting lih..
    Open source..!!
    Klo baca documentnya masih g mudeng juga ato ada bug..bisa langsung lihat sourcenya and bisa diedit n dicompile ulang pula..:D

  5. Nge-bash adik kelas ora popo toh? 😀

    Menurutku ngene, Lih..

    1. Java adalah bahasa sederhana?
    Wah, sederhana itu subyektif. Yang luwih cocok buat saya, Java itu bahasa konsisten. Mau bikin program sederhana “Hello World”, kita kudu ngerti konsep Class, static methods, array parameter, dan dasar-dasar organisasi (package) untuk System.out.bla bla.. Kalau untuk skala kecil yo jelas pemikiran ini mampus digasak Perl/Rubyst.

    Java itu bahasa kompleks. “Sederhana” itu cuma ilusi, atau kebanyakan cuma markitecture alias abang-abang lambe.

    2. Object-Oriented?
    Sebetulnya ada lagi yang lebih object-oriented. Di java kita nggak bisa bikin statement:

    10.public_methods

    10 atau “10” di java bukan object 😀

    3. Transparan?
    Hla, saya dulu sering coding c#, dengan .NET CLR pake notepad. Bahkan kalau mau, kita bisa ngedit MSIL (MSIL itu bytecode-nya java) pake notepad. VS.NET itu kan cuma ilusi 🙂
    Visual Basic 4/5/6 saja bisa diedit pake notepad kalo mau 🙂

    5. Library standard sangat banyak?
    Ya banyak karena suka over-engineered 😀
    Sekarang u pilih mana. java.util.logging, log4j, “super meta framework” common-logging, atau IoP style logging ala interceptors di WebWork? 😀

    7. Dukungan vendor?
    Dukungan vendor ini pula yang sering spesifikasi Java jadi bloated. EJB2.0 misalnya.

    Point-point lainnya aku setuju hehe..

  6. salam kenal bang,sy nggak ngerti ini ngomongin apa,tapi pingen belajar Oracle apa Java lewat internet,gmn musti mulainya? saya masih katrokk polll.. help me plizzz…
    TERIMAKASIH

    copoboys

  7. Sekarang tergantung pilih yang mana sih,
    Katanya, kalo untuk masalah security, Java itu lebih baik.
    Tapi kalo functionability, .NET lebih enak dipake.

    tergantung, hehehe, jadinya subjektif, terserah pilih yang mana.

    kalo dibandingin,
    documentation: banyak, baik java maupun .net banyak yang gratis (hampir semuanya malah)

    tools: dari dulu .net juga udah ada versi (exspress) gratisnya. java juga sama aja.

    harga sebagai programmer java maupun .net juga nggak beda2 amat.

  8. mas galih gimana carana belajar java
    apa yg harus dipelajari dari nol sampe bisa java
    ak penegn belajar tu bahasa tapi ga tau mulai dari mana
    klo boleh ak minta diajarin atau minta link2 yg banyak tutorialnya tentang java…
    ak juga pengen bisa neaplikasiin logika di program tersebut

    saat ini ak blom menguasai bhs pemrograman …
    padahal ak udah kelar kuliah….

    makasiy sebelumnya…
    plissss banget reply di mail

  9. mas, mau tanya dnx..
    kalo untuk baca file sperti untuk login yang data nya ada di notepad gt, gmn yah ?
    makasih …

  10. Batas kemampuan sebuah bahasa pemrograman adalah pemrogram itu sendiri. Mau pake C++, C# atau Java… selama tidak mendalam ya akhirnya kagok waktu harus hadapi masalah.

    Konsep Dasar Pemrograman, OOP dan Logika yang baik adalah modal.. apapun bahasa pemrogramnya

    Dan akhirnya, kita pindah2 antar bahasa… toh yang beda cuma sintaxnya… algoritma….ya sama aja…

    Ampun master2….. 🙂

Leave a Reply to dedy Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *