Perlakuan Tak Pantas Terhadap JSP

Sambil menunggu praktikan menyiapkan pekerjaannya untuk didemokan ke saya, tadi malam di lab NCC, saya tertarik untuk membaca buku bahasa Indonesia yang membahas mengenai soal Java Server Pages (JSP). Untuk kesekian kalinya, saya amat kecewa dengan buku-buku terbitan berbahasa Indonesia dan saya anggap tidak layak untuk dijadikan referensi.

Java dan seluruh keluarganya adalah bahasa-bahasa yang konsep Object Oriented-nya sangat mapan dan matang. Sehingga segala buku penuntun tentang keluarga ini juga harus menerapkan paradigma ini. Meskipun Java Server Pages, web-scripting keluarga Java, bisa bertindak sebagai scriptlet yang melakukan On the fly HTML creation, tidak berarti dia harus diperlakukan seperti web scripting biasa seperti PHP! Jika demikian, JSP tidak ada bedanya dengan PHP.

Perlakuan seperti PHP ini, maksud saya, adalah penyisipan semua kode JSP pada file HTML. Semua, termasuk bussiness logic, akses database, dan presentasi dicampur jadi satu. Padahal sejak awal, JSP sudah bisa memisahkan bussiness logic dan presentasi dengan menggunakan JavaBean. Segala hal mengenai bussiness logic dituliskan dalam class yang berbeda dan bertindak sebagai pustaka dan diambil dengan menggunakan objek JavaBean yang melukiskan objek yang sedang diolah.

Ah, masalah sepele seperti ini saja kenapa harus diributkan? Alasannya, karena buku-buku tersebut ditujukan untuk pemula. Artinya, buku-buku itu memberikan fondasi keilmuan yang akan terus dipakai menjadi kebiasaan hingga tingkat mahir nanti. Tidak seharusnya buku-buku itu memberikan konsep yang asal jalan saja. Jika fondasinya sudah salah dan lemah, maka bangunannya pun akan bermasalah kelak. JSP memiliki framework yang hebat seperti Java Server Faces (JSF), Struts, Spring, dll yang juga berkonsep object oriented. Mustahil kita bisa menguasai framework tersebut tanpa didukung fondasi tentang JSP dengan benar.

Sebagian besar, buku-buku karya pengarang Indonesia berisi konsep yang sangat dangkal dan asal jadi tanpa menyentuh sisi keilmuannya sama sekali. Sepertinya, pengarang-pengarang tersebut selalu bernafsu membuat buku teknologi yang sedang ngetren secepat-cepatnya. Jika pengarang mempelajari konsep teknologi secara mendalam untuk menghasilkan buku yang berkualitas bagus, mereka akan kehabisan angin tren sehingga bukunya pun menjadi tidak laku, atau tidak booming. Prinsipnya, siapa paling cepat mengeluarkan buku teknologi terbaru, dialah yang akan menjadi raja. Betapa menyedihkan! Apakah ini bukan pembodohan namanya?

Cobalah perhatikan perbedaan buku terbitan Indonesia dengan buku terbitan Pretince Hall atau Mc-Graw Hill atau O’Reilly. Betapa jauh jarak kualitasnya. Dilihat secara sepintas dari jumlah halamannya pun sudah terlihat mana yang lebih berkualitas. Jika Anda ingin konsep keilmuan yang benar-benar matang, bacalah buku textbook berbahasa Inggris. Lebih sulit dimengerti memang, tapi ilmu yang akan Anda dapatkan jauh-jauh lebih dari yang Anda harapkan.

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

7 thoughts

  1. weiiii ahli java..bisa ajarin aku make JSP en MySql ngga nih..ampun deh susahna..koneksi aja susah bgt.
    ajarin aku langkah-lagkahna yah..
    eh, mas galih bisa konsultasi pribadi ngga nih? pliss email ke alamat emailku dunks..nih orangejuiceyummy@yahoo.co.id.
    hi..hi..salam kenal yah

  2. Setubuh eh setoedjoe ….
    Gw sendiri udah baca buku Java terbitan indonesia cuma bisanya membuat JSP yang sama aja dengan ASP dan PHP alias ga kliatan powernya padahal klo Gw refer ke luar sono, mereka udah menggunakan JSP dengan EJB, Hibernate dan bahkan skarang MyFaces ! aduh pusing dech … mana buku buku tentang JSP yang bagus susah didapetin lagi ….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *