Tidak Mungkin Ada di Bangku Kuliah dan Praktikum (1)

Rabu, 15 Maret 2006

Server-server tercluster semua telah siap. 2 Xeon 3,2 GHz Hyperthreading untuk link rad.net dan 3 P4 dari ruang kelas Pikom untuk link indosat. 1 Xeon masih nganggur untuk dipasang di BPDE (Badan Penyedia Data Elektronik) Pemprov Jatim juga telah siap. Mereka-mereka ini bernama Mars & Venus (Xeon), Reog, Satpam, dan Polisi (P4 Pikom), dan Prop (Xeon untuk BPDE). Mereka adalah server tercluster jelmaan 2 cluster eksperimenku di VMWare Eliza. Rabu pagi semua server telah siap sedia.

Rabu siang, kami dari Puskom ITS berangkat ke BPDE di Jl. A Yani (dekatnya kandang bus Kalisari itu lho) untuk mengantar Xeon dan rapat koordinasi dengan BPDE. Sempat juga mengunjungi NOC (Network Operation Center) mereka. Sebenarnya server-server mereka hebat-hebat, benar-benar untuk kelas server, tapi sayang sekali, pengaturan topologi jaringannya sangat parah. Colokan untuk RJ45 tersebar di mana-mana, kabel-kabel tercerai berai persis kandang tikus yang dingin.

Rabu malamnya aku melakukan pemanasan dengan memasang pengumuman CPNS lokal ITS, aku menyelesaikan layout pengumuman CPNS untuk Jatim dan menyadari bahwa aku tidak dapat melanjutkan programku tanpa data yang real. Baiklah, yang jelas Pak Dwi sudah siap memberikan datanya besok pagi.

Kamis, 16 Maret 2006

Aku tahu, nanti sore pukul 16:00, website harus segera dilaunching. Aku nggak berani menghitung mundur di web http://kepegawaian1.jatim.go.id/. Takut tidak bisa tepat waktu. Aku hanya menuliskan di situ “Hari Ini” untuk menggantikan layout uji cobaku. Sayangnya aku sempat kelupaan bahwa di jatim.go.id alamat web pengumuman CPNS sudah dipublish besar-besar. Entahlah berapa lama orang melihat layout uji cobaku yang berisi Galih Satriaji dan Gundul Gundul Pacul, hehehehe….

Pukul 11.00 aku dipanggil pak bos ke bawah menanyakan kesiapan teknis. Aku bilang semua telah siap jika datanya juga siap. Karena itu aku menemui Pak Dwi dan menanyakan datanya. Beliau berjanji akan memberikan datanya selambat-lambatnya pukul 15:00, sejam sebelum pengumuman dilaunch dan akan dikirim ke emailku.

Aku kembali ke atas dan menunggu dengan mas sokam yang bertanggungjawab di sistem SMSnya. pukul 13:00… pukul 14:00… 15:00… 15:30… tidak ada sesuatu yang terjadi. Email yang aku tunggu-tunggu tidak kunjung datang. Berdua kami berhadap-hadapan di meja yang berisi 2 laptop IBM Thinkpad dengan tegang. Tegang, karena program kami tidak akan selesai tanpa adanya data real.

Pukul 16:00 akhirnya kami memutuskan untuk menjemput bola di bawah. Aku terkejut melihat suasana kantor Puskom yang mencekam. Perwakilan Pemkot/Pemkab seluruh Jatim telah tiba, dan wartawan telah mengepung kantor bagai serigala-serigala kelaparan. Kami masuk. Suasana benar-benar kacau balau. Pak Ari dan Pak Dwi tidak bisa diajak bicara. Kami segera mengubah ruangan Mbak Widya dan Mbak Nuli menjadi NOC dadakan. Setelah itu, aku yang bertugas mengolah data mentah dari pak Dwi menemuinya. Ah, ternyata kekacauan itu disebabkan perbedaan kode formasi dari yang dikeluarkan Puskom dengan data milik pemkot/pemkab, sehingga, pukul 16:00, data belum siap. Salah mereka sendiri sih, kenapa data harus difax yang membuat tim validasi data menginput manual. Padahal jika mereka tidak gaptek dan mengirim data dengan email, keadaan ini pasti tidak akan terjadi.

(bersambung)

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

1 comment

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *