Kasihan Orang Matematika

Yap, judul itu adalah kutipan perkataan pak RL yang masih berngiang-ngiang di telingaku. Kemarin kita mendiskusikan masalah teori fractal compression secara pendekatan algoritmik. Beruntunglah kita sebagai orang komputer. Untuk membuktikan suatu teori — misalnya suatu image kontraktif terhadap image lainnya — orang Ilmu Komputer cukup bikin program dan membuktikannya secara rekursif dan menampilkan hasilnya. Lha, orang Matematika? Dia harus susah payah mendevelop suatu notasi, mengembangkannya, dan akhirnya membuktikannya dengan pembuktian teoritis secara matematis — Galih sangat tidak suka ini :D. Kenapa notasi matematika seringkali panjang dan mbulet? untuk mencegah AMBIGUITAS! Lihat kelemahan lingua franca yang mudah dimengerti tapi menimbulkan banyak persepsi. Gajah di kepalaku belum tentu sama dengan Gajah di kepalamu, meskipun kita sama-sama tahu objek Gajah itu kayak apa. Oleh sebab itulah notasi Matematika mbulet dan rumit meski hanya untuk menerangkan ruang 2 dimensi XY, misalnya.

Sampai saat ini, baru saja aku berhasil menulis prosedur untuk membaca image bitmap, dan mengambil nilai pixel grayscale-nya. Tahukah Anda kalau warna grayscale itu ternyata adalah warna-warna RGB yang memiliki nilai sama untuk ketiganya? jadi, karena projek yang kuobservasi nantinya adalah grayscale image, dengan mengambil sample gambarnya si Lenna (siapa sih Lenna, kok terkenal banget di dunia Digital Image Processing?), aku cukup mengambil nilai salah satu band RGB tersebut. Library yang kupakai adalah Java Advanced Image 1.1.2. Terima kasih untuk JDev yang sangat membantuku dalam mempelajari JAI, dengan Javadoc browser-nya yang luar biasa! Masih panjang perjalananku, aku mesti bisa mengambil informasi contrast dan brightness-nya sebelum aku memasuki prosedur-prosedur rekursif yang membingungkan.


TA menurutku, adalah sebuah karya monumental. Aku kelak tidak akan pernah ditanya tentang “apa yang kamu dapatkan di kuliah Statistik dulu?”, tetapi “TAmu dulu apa?”. Apakah setelah melalui pembelajaran yang berat selama 3,5 tahun, Aku harus merelakan untuk membuat karya yang “ecekemyess” yang jika dicetak setara dengan buku Elex Media yang seharga 20 ribu itu? Relakah aku? Inilah saatnya untuk mengekspresikan disiplin keilmuanku yang telah kudapat di bangku IF ini….

Published
Categorized as TA/Kuliah

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *