Sekali Lagi, Angkat Topi untuk JDeveloper

Senang sekali sebuah IDE sekelas JDeveloper memiliki lisensi Free. Benar-benar tool yang sangat hebat. JDev sudah membuktikan kehebatannya ketika aku mendevelop website-ku, berbasis JSF dan Struts. Sekali lagi ketika aku mencoba membedah web service, lagi-lagi JDeveloper membuatku berdecak kagum melihat kecepatan dan kemudahannya dalam membuat Webservice client, dokumen WSDL, UDDI, dan segala tetek bengeknya. Semuanya bisa dilakukan nyaris tanpa turut campur tangan kiri, alias hanya dengan mouse saja :p.

JDeveloper tidak menyertakan teknologi Webservice secara default. Anda harus meng-enable-kannya dengan cara mengklik | File | New… | [tree] General | Application. Pada dialog | New Application | pilih | Manage Templates…|

Pada dialog | Manage Application Template | cari tree No Template/All Technologies dan klik subtree Empty Project. Di situ ada daftar Available Technologies. Pindahkan Web Services ke Selected Technologies. Anda segera akan bisa menggunakan Webservice dengan JDeveloper.

Webservice Client dengan JDev

Seperti yang telah saya katakan di awal, JDev sangat memudahkan kita dalam mendevelop Webservice. Jika Anda ingin membuat sebuah webservice client (JDev EA menyebutnya webservice proxy), Anda cukup membuat New Project (|File|New|[tree]General|Empty Project|). Kemudian klik kanan project yang baru saja dibuat dan pilih |New…|. Anda akan dibawa ke |New Gallery| dan pilih tree |Bussiness Tier| dan klik subtree |Web Services|. Pilih Web Service Proxy. Di situ Anda akan diberikan Wizard yang meminta Anda memasukkan data-data yang diperlukan JDev untuk membuat webservice proxy.

Taruhlah sebuah studi kasus. Kita akan mengakses sebuah webservice yang sudah populer: Google Webservice API. Data-data yang diperlukan adalah sbb:

WSDL Document URL: http://api.google.com/GoogleSearch.wsdl

Ikuti langkah-langkah wizard. Tekan saja tombol Next dan biarkan setting default dari Wizard JDev. Biarkan JDev menyelesaikan tugasnya dengan membuat class-class yang diperlukan dan membukakan sebuah file untuk kita edit. Cari method main dan cari komentar yang berbunyi // Add your own code here. Tambahkan listing di bawah ini:



GoogleSearchResult results = myPort.doGoogleSearch(

"[add your google key]", // Google Key

"web service sample code", // Key word

new Integer(0), // Results start index

new Integer(10), // Max results

new Boolean(false), // Filter

"",

new Boolean(true), // Safe search

"",

"",

"");

ResultElement[] result = results.getResultElements();

// Display search results

for(int i=0;i System.out.println(result[i].getURL());


Jangan lupa mengganti google key dengan Google Key Anda. Jika Anda belum memilikinya, Anda bisa register di alamat http://www.google.com/apis/ Jika sudah, tekan menu |Run| Run [nama_file].java | dan jadilah webservice client sederhana kita. Mudah bukan? ;). Referensi lengkap soal ini ada di situs Oracle: http://www.oracle.com/technology/oramag/webcolumns/2003/techarticles/balusamy.html

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

4 comments

  1. boleh nanya.. Jdeveloper paling baru versi brp ? 10g? apa kompatibel jika dipake dengan menggunakan oracle 9i??
    trus dimana kita dapat program Jdeveloper tersebut. saya mencari agak kesusahan untuk mendapatkan program tersebut.

  2. #adi cs:
    entahlah, versioning Oracle agak membingungkan. yang jelas dari versi 10g ini sudah keluar 3 major version. yang terakhir versinya adalah Developer Preview. Support SOA, fully EJB 3.0 spesification, dll.

  3. Emang bener Oracle Jdev merupakan Java-IDE yang sangat canggih tapi ngomong – ngomong ada yang punya ebook-nya Oracle Jdev atau mungkin ada yang tau link download ebooknya ?
    –trims–

Leave a Reply to erix@dams Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *