Ngomong Kosong dulu…

Beberapa hari yang lalu, setelah demo UAS PPL kalau nggak salah, mataku dibuat tertarik oleh sepucuk surat resmi khas rektorat di depan kompi-enya Huda. Seperti mengerti ketertarikanku, Hendra memberikan sepucuk surat yang ditujukan kepadanya juga. Isinya cukup membuat hati terguncang: teman-temanku yang menjadi aktivis himpunan itu kena skorsing dari rektorat, langsung ditandatangani oleh pak rektor sendiri, Prof. Muhammad Nuh, DEA.

Sebagai teman, aku merasa sangat prihatin dengan kejadian ini. Bagaimana tidak, kerja keras satu semester ini, yang mungkin beberapa diantaranya mendapat nilai sempurna harus sia-sia begitu saja. Skorsing-nya bukan untuk semester genap ke depan, tapi semester gasal yang sudah ditempuh ini…

Well.. sebagai seorang mantan boikoter, atau kalau bahasa lebih halusnya non-anggota HIMA, aku cuma merasa itu sudah risiko. Berani menjadi SC dan berani bersitegang dengan pihak rektorat risikonya adalah mati (baca: skorsing, dropped-out, dkk). Salut aku dengan idealisme dan loyalitas mereka terhadap himpunan yang ditempatkan di atas kepentingan kuliah [freak! bapak ibuku sekaligus aku tidak akan pernah bisa menerima ini].

Anyway, jika melihat jalanku yang memutuskan untuk berpisah dengan HMTC dan mencari pengalaman organisasi lewat pekerjaan diantara kuliah, dan pengalamanku bekerja di puskom selama setahun ini, aku sedikit mengerti konsep rektorat. Keanehan yang kualami ketika turun di lapangan yang seperti berada di kerajaan-kerajaan kecil. Susahnya antar kerajaan itu bekerja sama sehingga menjadikan ITS seperti sekarang ini kuvonis adalah sebab pengkaderan yang salah selama bertahun-tahun. Hmm.. kata-kataku barusan pasti bikin para aktivis himpunan naik darah, mereka selalu menganggap konsep pengkaderan mereka yang paling benar. Tapi memang kurasa, kalau mereka belum pernah ada di posisi kayak aku, atau teman-teman yang bekerja di lingkungan ITS dan sering berkunjung lintas jurusan, mereka tidak akan pernah mengerti.

Semoga teman-temanku tadi dapat mengambil hikmah positif dari kejadian ini.

Tetap semangat kawan!

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

1 comment

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *