<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.3.1" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>-- A New Day Has Come</title>
	<link>http://blog.galihsatria.com</link>
	<description>Kita tidak bisa mendapatkan semua keinginan kita agar bisa mensyukuri apa yang telah kita dapat...</description>
	<pubDate>Tue, 13 May 2008 01:10:38 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Simbol UI</title>
		<link>http://blog.galihsatria.com/2008/05/13/simbol-ui/</link>
		<comments>http://blog.galihsatria.com/2008/05/13/simbol-ui/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 01:10:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Galih Satria</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Daily Photos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.galihsatria.com/2008/05/13/simbol-ui/</guid>
		<description><![CDATA[
FLICKR
Lokasi: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Depok
Nikon D40 &#124; Sigma 10-20mm HSM
Sebuah logo memegang peranan penting dalam sebuah instansi. Dia adalah citra, image. Logo adalah hal utama yang diingat orang sebelum mengingat hal lain yang berhubungan dengan sebuah instansi/brand.
Setiap logo memiliki keunikannya masing-masing. Lihat logo Nike (bukan Nike yang ini lho  ) yang begitu sederhana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2281/2485360179_98e02d53d9.jpg" /></p>
<p align="center"><a href="http://www.flickr.com/photos/galih/2485360179/">FLICKR</a><br />
Lokasi: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Depok<br />
Nikon D40 | Sigma 10-20mm HSM</p>
<p>Sebuah logo memegang peranan penting dalam sebuah instansi. Dia adalah citra, <em>image</em>. Logo adalah hal utama yang diingat orang sebelum mengingat hal lain yang berhubungan dengan sebuah instansi/<em>brand</em>.</p>
<p>Setiap logo memiliki keunikannya masing-masing. Lihat logo <a href="http://www.nike.com/index.jhtml">Nike</a> (bukan <a href="http://nike.rasyid.net/">Nike yang ini lho</a> <img src='http://blog.galihsatria.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /> ) yang begitu sederhana (coretan centang) tetapi ketika orang melihat logo itu, pikirannya langsung ke Nike. Logo <a href="http://www.itb.ac.id">ITB</a> dengan patung gajah Ganesha-nya yang gendut. Logo <a href="http://www.its.ac.id">ITS</a> yang setengah mati berteriak bahwa singkatan ITS adalah Institut Teknologi Sepuluh No<strong>p</strong>ember (pakai <strong>pe</strong>, bukan <strong>ve</strong> atau <strong>ep</strong>) bukan Institut Teknologi <strong>10</strong> No<strong>v</strong>ember atau bahkan Institut Teknologi <strong>Surabaya</strong>. Logo yang membuatnya susah ditaruh di tempat lain kecuali di pojok kiri atas.</p>
<p>Atau seperti logo UI ini, <em>pating plungker kluwer-kluwer</em> mirip akar pohon. Saya rasa logo UI adalah logo yang paling susah direpro. Kasihan tukang sablon-nya. Tapi apapun itu, itulah pernak-pernik logo. Saya ambil foto ini sekitar pukul 06:10 pagi, di lingkungan Fakultas Ekonomi UI yang menurut saya adalah kampus yang &#8220;sebenar-benarnya&#8221;. Hehehehe&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.galihsatria.com/2008/05/13/simbol-ui/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jakarta yang Angkuh</title>
		<link>http://blog.galihsatria.com/2008/05/11/jakarta-yang-angkuh/</link>
		<comments>http://blog.galihsatria.com/2008/05/11/jakarta-yang-angkuh/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 May 2008 11:05:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Galih Satria</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.galihsatria.com/2008/05/11/jakarta-yang-angkuh/</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta. Kemana hilangnya rasa kemanusiaan kota ini? Kota ini lebih mirip dengan kota yang dihuni oleh robot-robot individualis dengan segala kekacauannya. Sedemikian kejamkah ketimpangan ekonomi mengubah kultur masyarakatnya? Pertanyaan ini timbul kemarin ketika saya berjalan-jalan menyusuri jalanan Jakarta. Dan pada akhirnya, sebagai orang yang ikut mengais rezeki di ibu kota negara ini, saya hanya bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta. Kemana hilangnya rasa kemanusiaan kota ini? Kota ini lebih mirip dengan kota yang dihuni oleh robot-robot individualis dengan segala kekacauannya. Sedemikian kejamkah ketimpangan ekonomi mengubah kultur masyarakatnya? Pertanyaan ini timbul kemarin ketika saya berjalan-jalan menyusuri jalanan Jakarta. Dan pada akhirnya, sebagai orang yang ikut mengais rezeki di ibu kota negara ini, saya hanya bisa trenyuh dan sedih melihat kenyataan yang ada.</p>
<p>Lalu lintas yang kacau. Sangat kacau. <em>Super duper crowded</em>. Anda tidak akan menemukannya di tempat lain selain di Jakarta. Semua orang sudah kehilangan akal sehatnya. Aturan lalu lintas dilanggar. Semua orang tidak ada yang mau mengalah dan memberi ruang satu senti saja kepada pengguna jalan yang lain. Semua berdesak-desakan dan hanya memikirkan diri sendiri agar sampai ke tempat tujuan secepat-cepatnya (cepat, dalam artian kecepatan maksimal kendaraan Anda rata-rata 10 km/jam saja).</p>
<p>Akibat dari keegoisan semua orang ini tentu saja menambah kesemrawutan lalu lintas. Di setiap persimpangan yang tidak ada lampu lalu lintas atau pak Polisi, dapat dipastikan macet total. Maju tak bisa, mundur pun tak bisa. Orang menjadi mudah marah dan tidak sabar dalam kondisi seperti ini. Klakson dibunyikan sekencang-kencangnya jika ada pengguna lain yang melakukan sedikit kesalahan seperti pengklakson tidak pernah melakukan kesalahan. Semua orang mati rasa. Semua orang memandang pengguna jalan lain sebagai pengganggu. Orang bermobil benci setengah mati pada pengendara sepeda motor. Pengendara motor sinis kepada orang-orang kaya bermobil.</p>
<p>Sore kemarin, saya salah belok di daerah Senayan City yang kemilau diguyur ribuan megawatt lampu listrik. Saya tersesat masuk kompleks elit di daerah Simprug. Melalui rumah-rumah besar berpagar setinggi lima meter. Meskipun mewah, ada kesuraman yang begitu kentara di sana. Rumah-rumah itu sekilas memiliki garasi yang paling tidak berisi tiga mobil. Dengan pagar setinggi itu, apapun kejadian di rumah itu, tak seorang pun bisa tahu. Kalau ada orang dibunuh, mayatnya pasti ditemukan membusuk seminggu kemudian.</p>
<p>Kontradiktif dan ironis saya temui ketika saya berhasil keluar portal kompleks mewah itu. Saya memasuki perkampungan sempit, sesak, dan kumuh. Saya bahkan belum ada 500 m meninggalkan kompleks mewah tadi, tapi jurang pembeda yang saya lihat dalam redupnya lampu sepeda motor tua saya begitu lebar. Wajah-wajah muram tanpa senyum memandangi saya mengiringi saya menembus gang tikus yang kecil itu. Keangkuhan sepertinya sudah tidak pandang status ekonomi lagi. Baik kaya ataupun miskin memiliki keangkuhan akut yang sama.</p>
<p>Saya terus berusaha mencari jalan. Pom bensin adalah tujuan saya karena tangki motor saya sudah nyaris habis. Ngeri membayangkan kalau saya harus mendorong motor di tempat saya tersesat seperti ini. ITC Permata Hijau saya lewati. Rasanya semakin jauh saya meninggalkan Senayan. Saya harus berhenti dan bertanya kepada penjual kaki lima di pinggir jalan dimana ada pom bensin terdekat.</p>
<p>Beragam jawaban mereka,</p>
<blockquote><p>&#8220;Lurus terus ke sana, lalu belok di situ, &#8221; bahkan mata penjaja nasi goreng keliling itu tak memandang jalan apalagi memandang saya. Konsentrasi penuh ke nasi yang sedang digorengnya.</p>
<p>&#8220;Auk&#8230;&#8221; kata pejalan kaki setengah baya acuh tak acuh sambil berlalu.</p>
<p>&#8220;Lurus, lalu ketemu pertigaan ke kiri, lalu ke kanan, terus saja di kiri jalan ada pom, &#8221; kata tukang ban tanpa membalas senyum sopan yang saya perlihatkan.</p></blockquote>
<p>Setelah mengucapkan terima kasih, Saya coba ikuti petunjuk itu hingga ketemu papan penunjuk jalan yang bertuliskan Pondok Indah Mall. Hah? Bukan pom bensin yang saya temukan, tetapi malah tambah jauh tersasar hingga nyaris PIM. Navigasi darat yang saya kuasai tak ada artinya kalau malam hari. Akhirnya, saya ganti strategi. Saya belok lagi ke tukang kakilima dan membeli teh botol. Dua botol sekaligus habis dalam sekali tenggak. Sambil membayar, saya bertanya.</p>
<p>Ajaib, detail sekali penjelasan beliau si tukang teh botol. Semoga itu bukan karena saya membeli teh botol. Dan akhirnya saya bisa menemukan pom bensin dan kembali ke Senayan dengan lancar.</p>
<p>Sambil berjalan pelan-pelan, pikiran saya dipenuhi berbagai macam pertanyaan. Kemana perginya keramahan dan kehangatan khas orang Indonesia? Kenapa semua orang menjadi gila dan egois? Dimana semua yang telah saya pelajari di buku PMP, PPKn, hingga Kewarganegaraan &#8212; bahwa Indonesia itu <em>gemah ripah loh jinawi grapyak sumanak</em>? Apakah buku itu hanya menjual mimpi dan inilah kenyataan yang sebenarnya? Kalau begitu, pantas saja Taufik Ismail menggerutu lewat puisinya: Malu Aku Jadi Orang Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.galihsatria.com/2008/05/11/jakarta-yang-angkuh/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sang Juara yang Memprihatinkan</title>
		<link>http://blog.galihsatria.com/2008/05/09/sang-juara-yang-memprihatinkan/</link>
		<comments>http://blog.galihsatria.com/2008/05/09/sang-juara-yang-memprihatinkan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 04:27:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Galih Satria</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Desain Web]]></category>

		<category><![CDATA[Opini saja kok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.galihsatria.com/2008/05/09/sang-juara-yang-memprihatinkan/</guid>
		<description><![CDATA[Saya masih di sana ketika lomba website di seantero lingkungan ITS diadakan. Meskipun menjadi penjaga gawang portal utama, saya tidak dilibatkan baik sebagai peserta maupun penilai. Saya tak tahu siapa jurinya, tetapi waktu itu yang menjadi juara salah satunya adalah website ini: FTIF. Website fakultas dimana saya belajar.
Reaksi pertama saya waktu mendengar itu adalah berteriak,
&#8220;HAH!! [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya masih di sana ketika lomba website di seantero lingkungan ITS diadakan. Meskipun menjadi penjaga gawang portal utama, saya tidak dilibatkan baik sebagai peserta maupun penilai. Saya tak tahu siapa jurinya, tetapi waktu itu yang menjadi juara salah satunya adalah website ini: <a href="http://ftif.its.ac.id">FTIF</a>. Website fakultas dimana saya belajar.</p>
<p>Reaksi pertama saya waktu mendengar itu adalah berteriak,</p>
<blockquote><p><strong>&#8220;HAH!! APA?!? GAK SALAH TUH??!&#8221;</strong></p></blockquote>
<p>Memang, website ini membawa konsep baru dalam dunia website pendidikan, yaitu sebagai agregator blog-blog anggota fakultas &#8212; saya termasuk yang didaftarkan. Meskipun hal ini kontroversial, tapi saya anggap ini adalah sebuah konsep baru yang patut dihargai lebih.</p>
<p>Menurut saya, website yang baik adalah website yang dirawat dengan baik. Membuat website itu mudah, lima menit juga jadi. Yang jauh lebih sulit adalah merawatnya. Perlu cinta kasih dalam merawat sebuah website. Bagi saya, hal inilah yang seharusnya menjadi faktor penilaian dengan bobot terbesar. Setelah itu adalah isi, baru kemudian tampilan <em>layout </em>dan <em>sitemapping</em>.</p>
<p>Karena menjadi penjaga portal, saya jadi tahu kinerja semua website di lingkungan ITS. Dan saya tahu website yang menjadi juara itu (FTIF) dari dulu kurang dirawat. Kok tiba-tiba waktu lomba menjadi sebegitu bagusnya, saya curiga itu hanyalah tren sesaat<sup>TM</sup> saja.</p>
<p>Dugaan saya terbukti. Iseng saya membuka website FTIF. Aktivitas ngeblog anggotanya juga tren sesaat. Entri agregator itu seperti saya dominasi sendirian (<em>scharra </em>saya ngeblog tiap hari sekarang) <img src='http://blog.galihsatria.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /> Ayo dong! Saya tahu betul, FTIF ITS adalah gudangnya mahasiswa dan dosen jenius luar biasa. Hanya diperlukan sedikit kasih sayang untuk merawat website itu. Ini penting karena citra pertama yang dilihat orang luar adalah kesan website-nya.</p>
<p>Artikel terkait: <a href="http://blog.galihsatria.com/2008/04/03/web-its-ganti-layout-dong/">Web ITS, Ganti Layout dong!</a></p>
<p>Screenshot dokumentasi: <a href="http://blog.galihsatria.com/2008/05/09/sang-juara-yang-memprihatinkan/#more-1827" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.galihsatria.com/2008/05/09/sang-juara-yang-memprihatinkan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Iklan Ponds versi Sempurna</title>
		<link>http://blog.galihsatria.com/2008/05/08/iklan-ponds-versi-sempurna/</link>
		<comments>http://blog.galihsatria.com/2008/05/08/iklan-ponds-versi-sempurna/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 02:54:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Galih Satria</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Intermezzzo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.galihsatria.com/2008/05/08/iklan-ponds-versi-sempurna/</guid>
		<description><![CDATA[Janganlah kau tinggalkan diriku
Takkan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa&#8230;
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi hidupku
Oh sayangku, kau begitu&#8230; sempurna&#8230;
Syair milik Andra &#38; the Backbone ini rasanya begitu pas mengiringi iklan Ponds ini. Konsep yang sebenarnya sangat sederhana: kompilasi beberapa iklan Ponds yang pernah ada. Mulai dari suami yang kembali perhatian, gadis yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>Janganlah kau tinggalkan diriku<br />
Takkan mampu menghadapi semua<br />
Hanya bersamamu ku akan bisa&#8230;<br />
Kau adalah darahku<br />
Kau adalah jantungku<br />
Kau adalah hidupku<br />
Lengkapi hidupku<br />
Oh sayangku, kau begitu&#8230; sempurna&#8230;</p></blockquote>
<p>Syair milik Andra &amp; the Backbone ini rasanya begitu pas mengiringi iklan Ponds ini. Konsep yang sebenarnya sangat sederhana: kompilasi beberapa iklan Ponds yang pernah ada. Mulai dari suami yang kembali perhatian, gadis yang menikah, hingga Miracle Age versi keluarga Ferdy Hasan. Tapi iklan ini dengan cerdiknya mengambil sisi-sisi yang menurut saya adalah kekuatan masing-masing iklan. Senyum kemenangan isteri yang melihat suami kembali perhatian. Senyum bahagia Safina saat dipeluk Ferdy, dan yang paling membuat saya tersenyum adalah: Senyum aneh dan unik yang ceria oleh pengantin wanita yang telah berhasil mendapatkan cinta sang pria tampan.</p>
<p>Inilah cara sang market leader melakukan komunikasi visual. Sejak dulu, Ponds sangat sabar melakukan <em>brand building</em>. Ia tidak langsung menghajar secara kasar dengan menjual produk Ponds. Ia memilih dengan pendekatan emosional yang sangat menyentuh. Perlahan selama sekian tahun, lewat iklan-iklannya Ponds berusaha membuat citra kecantikan. Definisi kecantikan menurut Ponds adalah langsing dan berkulit putih. Dan pendekatan melalui iklan dengan lagu saya temukan mulai iklan Ponds versi Ada Band. Ingat nggak? <em>Rasa cinta&#8230; yang dulu telah hilang kini berseri kembali&#8230;. (adegan cewek lagi marahan dengan cowok di mobil BMW) </em></p>
<p>Kalau pengarahan definisi ini berhasil, pasar Ponds terbuka luas. Mayoritas, perempuan Indonesia berkulit sawo matang hingga hitam manis. Mungkin hanya beberapa suku saja yang memiliki kulit yang putih. Dan saya kira, riset Ponds berhasil. Pendekatan emosional yang sangat menyentuh ini bahkan tak hanya mempengaruhi wanita, tetapi juga pria! Salah satu definisi cantik menurut saya sendiri adalah putih. Berkulit putih dan imut-imut. Hahaha&#8230; <img src='http://blog.galihsatria.com/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.galihsatria.com/2008/05/08/iklan-ponds-versi-sempurna/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jalan-Jalan Tulungagung: Pantai Brumbun</title>
		<link>http://blog.galihsatria.com/2008/05/06/jalan-jalan-tulungagung-pantai-brumbun/</link>
		<comments>http://blog.galihsatria.com/2008/05/06/jalan-jalan-tulungagung-pantai-brumbun/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 06:48:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Galih Satria</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Fotografi]]></category>

		<category><![CDATA[Landscape]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.galihsatria.com/2008/05/06/jalan-jalan-tulungagung-pantai-brumbun/</guid>
		<description><![CDATA[
FLICKR 
Dari Puncak Bukit &#124; Lokasi: Pantai Brumbun, Tulungagung, Jawa Timur
Nikon D40 &#124; Sigma 10-20mm HSM (lensa wajib buat landscaper!)
Pantai Brumbun terletak di wewengkon Kabupaten Tulungagung yang berbatasan langsung dengan pantai selatan. Pantai kecil ini sejatinya merupakan teluk yang masih sangat alami. Berbeda dengan Pantai Popoh yang oleh Pemda Kabupaten telah resmi diekspos sebagai tempat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2262/2470421030_8cd9632bdb.jpg" /></p>
<p align="center"><a href="http://www.flickr.com/photos/galih/2470421030/">FLICKR </a><br />
Dari Puncak Bukit | Lokasi: Pantai Brumbun, Tulungagung, Jawa Timur<br />
Nikon D40 | Sigma 10-20mm HSM (lensa wajib buat landscaper!)</p>
<p>Pantai Brumbun terletak di <em>wewengkon </em>Kabupaten Tulungagung yang berbatasan langsung dengan pantai selatan. Pantai kecil ini sejatinya merupakan teluk yang masih sangat alami. Berbeda dengan Pantai Popoh yang oleh Pemda Kabupaten telah resmi diekspos sebagai tempat kunjungan wisata, Pantai Brumbun seperti anak tiri yang tidak diperhatikan. Tetapi justru karena itulah, pantai ini masih sangat alami dan begitu cantik.</p>
<p>Terletak sekitar 35 km dari pusat kota, Pantai Brumbun bisa ditempuh melalui jalur yang sama dengan Pantai Indah Popoh. Anda bisa mengambil jalur Tulungagung - Boyolangu - Campurdarat - Ngentrong. Pertigaan SMAN 01 Campurdarat (SMA Ngentrong) belok ke kiri menuju kecamatan Pucanglaban. Sebelum sampai ibukota Pucanglaban, ada jalan kecil ke kanan beraspal jelek yang menuju pantai Brumbun. Jalan ini berbukit-bukit, jadi perhatikan kendaraan Anda harus benar-benar fit. Di perjalanan Anda akan melihat bukit-bukit yang dulu adalah hutan kecil yang rimbun yang sekarang telah gundul dan berubah menjadi ladang jagung. <img src='http://blog.galihsatria.com/smilies/yahoo_sad.gif' alt='&#58;&#40;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#40;' /></p>
<p>Berikut adalah foto-fotonya. Saya akan ekspos banyak foto di sini. Jadi bagi yang sedang fakir bandwidth, disarankan tidak membukanya. <img src='http://blog.galihsatria.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>Artikel Terkait:<br />
- <a href="http://blog.galihsatria.com/2008/02/17/sekilas-tentang-waduk-wonorejo/">Sekilas Tentang Waduk Wonorejo</a></p>
<p> <a href="http://blog.galihsatria.com/2008/05/06/jalan-jalan-tulungagung-pantai-brumbun/#more-1825" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.galihsatria.com/2008/05/06/jalan-jalan-tulungagung-pantai-brumbun/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bersantai</title>
		<link>http://blog.galihsatria.com/2008/05/05/bersantai/</link>
		<comments>http://blog.galihsatria.com/2008/05/05/bersantai/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 08:20:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Galih Satria</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Fotografi]]></category>

		<category><![CDATA[Human Interest]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.galihsatria.com/2008/05/05/bersantai/</guid>
		<description><![CDATA[
FLICKR
Lokasi: Pantai Prigi, Trenggalek, Jawa Timur
Nikon D40 &#124; Nikkor AF-S 55-200mm VR
Saya suka senyuman mereka. Rasanya begitu lepas dan tanpa beban. Piknik berdua dan menghabiskan waktu bersama di pantai. Waktu terasa begitu cepat berlari. Dan setiap detail kejadian saat itu terekam begitu membekas di kenangan. Cara tersenyum, cara bicara, cara bercanda&#8230; sebuah bom waktu yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2159/2466569557_b34469b1c0.jpg" /></p>
<p align="center"><a href="http://www.flickr.com/photos/galih/2466569557/">FLICKR</a><br />
Lokasi: Pantai Prigi, Trenggalek, Jawa Timur<br />
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200mm VR</p>
<p>Saya suka senyuman mereka. Rasanya begitu lepas dan tanpa beban. Piknik berdua dan menghabiskan waktu bersama di pantai. Waktu terasa begitu cepat berlari. Dan setiap detail kejadian saat itu terekam begitu membekas di kenangan. Cara tersenyum, cara bicara, cara bercanda&#8230; sebuah bom waktu yang siap meledak dan menyergap di saat sedang sendiri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.galihsatria.com/2008/05/05/bersantai/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Knight in A Shinning Armor</title>
		<link>http://blog.galihsatria.com/2008/05/04/knight-in-a-shinning-armor/</link>
		<comments>http://blog.galihsatria.com/2008/05/04/knight-in-a-shinning-armor/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 12:13:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Galih Satria</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Fotografi]]></category>

		<category><![CDATA[Human Interest]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.galihsatria.com/2008/05/04/knight-in-a-shinning-armor/</guid>
		<description><![CDATA[
FLICKR
Lokasi: Pantai Prigi, Trenggalek, Jawa Timur
Nikon D40 &#124; Nikkor AF-S 55-200mm VR
Just like a knight in a shinning armor
From a long time ago
Just like in time I will save the day
Take you to my castle far away&#8230;
Potongan syair di atas adalah potongan lagu Glory of Love yang dinyanyikan oleh Peter Cetera (vokalis Chicago) di bagian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><img src="http://farm3.static.flickr.com/2254/2463415541_66d63f19b8.jpg" /></p>
<p align="center"><a href="http://www.flickr.com/photos/galih/2463415541/">FLICKR</a><br />
Lokasi: Pantai Prigi, Trenggalek, Jawa Timur<br />
Nikon D40 | Nikkor AF-S 55-200mm VR</p>
<blockquote><p><em>Just like a knight in a shinning armor<br />
From a long time ago<br />
Just like in time I will save the day<br />
Take you to my castle far away&#8230;</em></p></blockquote>
<p>Potongan syair di atas adalah potongan lagu Glory of Love yang dinyanyikan oleh Peter Cetera (vokalis Chicago) di bagian <em>bridge</em>. Apakah seperti itu yang dirasakan oleh cowok ini? Hehe, hanya dia sendiri yang tahu. <img src='http://blog.galihsatria.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p><em>Terima kasih kepada: <a href="http://plukpluk.multiply.com">Nafik</a>, <a href="http://dhennox.blogspot.com">Denny</a>, dan Tako yang telah menemani saya jalan-jalan ke pantai Prigi, long weekend Maret kemarin. </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.galihsatria.com/2008/05/04/knight-in-a-shinning-armor/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Panduan Dasar Membuat Template pada Joomla</title>
		<link>http://blog.galihsatria.com/2008/05/04/panduan-dasar-membuat-template-pada-joomla/</link>
		<comments>http://blog.galihsatria.com/2008/05/04/panduan-dasar-membuat-template-pada-joomla/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 10:37:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Galih Satria</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Developer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.galihsatria.com/2008/05/04/panduan-dasar-membuat-template-pada-joomla/</guid>
		<description><![CDATA[Joomla, suksesor Mamboo, merupakan salah satu CMS (Content Management System) yang paling terkenal. Ia cepat populer karena instalasinya yang sangat mudah dan cepat. Meskipun mudah, struktur Joomla tidak sekompleks Mamboo sehingga mudah dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan.
Nah, kali ini saya tidak berbicara mengenai bagaimana melakukan instalasi Joomla. Panduan instalasinya bisa dicari langsung di blog developer Joomla [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Joomla, suksesor Mamboo, merupakan salah satu CMS (Content Management System) yang paling terkenal. Ia cepat populer karena instalasinya yang sangat mudah dan cepat. Meskipun mudah, struktur Joomla tidak sekompleks Mamboo sehingga mudah dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan.</p>
<p>Nah, kali ini saya tidak berbicara mengenai bagaimana melakukan instalasi Joomla. Panduan instalasinya bisa dicari langsung di blog developer Joomla yang juga mentor Google Summer of Code: Mbak Iin, di <a href="http://ai23.wordpress.com">http://ai23.wordpress.com</a>. Di sini saya akan membahas sesuatu yang agak lanjut sedikit, yaitu mengenai membuat <em>layout template</em> Joomla kita sendiri. Bahasa gampangannya sih: membuat tampilan Joomla berdasarkan desain kita sendiri.</p>
<p>Ternyata membuat template Joomla sangat mudah. Semudah membuat template-nya Wordpress. Kita bisa atur Joomla sedemikian rupa sehingga sebenarnya kita bisa memperlakukan Joomla sebagai semacam <em>framework </em>atau bingkai kerja kita untuk membuat situs berbasis isi seperti misalnya portal. Tak perlu membuat dari awal. Hampir semuanya sudah disediakan oleh Joomla.</p>
<p>Panduannya, dalam bentuk PDF, <a href="http://blog.galihsatria.com/wp-content/uploads/2008/05/membuat-template-joomla.pdf">silakan download di sini</a>. Sedangkan file-file praktiknya, menyusul. (<em>ketinggalan di laptop. saya di warnet. indosat m3 gprs lagi ngga bisa diarepin</em>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.galihsatria.com/2008/05/04/panduan-dasar-membuat-template-pada-joomla/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Untuk Seorang Kawan</title>
		<link>http://blog.galihsatria.com/2008/05/02/untuk-seorang-kawan/</link>
		<comments>http://blog.galihsatria.com/2008/05/02/untuk-seorang-kawan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 08:45:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Galih Satria</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.galihsatria.com/2008/05/02/untuk-seorang-kawan/</guid>
		<description><![CDATA[Kawan baikku,
Inilah nggak enaknya menjadi laki-laki. Perempuan ada di pihak yang memutuskan. Apalah artinya sebuah status pacaran? Tak lebih dari sebuah kata yang sering membutakan banyak orang. Orang bilang sebuah komitmen dan ikatan. Ikatan apa? Komitmen apa? Atas dasar apa?
Orang tidak akan bisa hidup dari kekuatan cinta. Apa? Cintah? Makan itu cintah! Bukankah kamu sering [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kawan baikku,</p>
<p>Inilah nggak enaknya menjadi laki-laki. Perempuan ada di pihak yang memutuskan. Apalah artinya sebuah status pacaran? Tak lebih dari sebuah kata yang sering membutakan banyak orang. Orang bilang sebuah komitmen dan ikatan. Ikatan apa? Komitmen apa? Atas dasar apa?</p>
<p>Orang tidak akan bisa hidup dari kekuatan cinta. Apa? Cintah? Makan itu cintah! Bukankah kamu sering mendengar aku mengumpat seperti itu? Apalagi orang tua. Semua orang tua menginginkan anak perempuannya hidup bahagia dengan orang yang lebih mapan. Jujur saja, definisi orang tua terhadap kebahagiaan adalah cukup secara materi. Kalau ada orang yang telah mapan secara finansial datang melamar, ia pastilah diterima dengan baik. Dan memang ada tipe-tipe perempuan yang tak sanggup menolak rekomendasi orang tuanya.</p>
<p>Memang&#8230; mendengarkan suara lembut di ujung telepon sana sungguh menyenangkan. Serasa menjadi <em>knight in the shining armor</em> bagi seorang Snow White ya? Merasa dibutuhkan, ditemani, dan rasanya suasana menjadi meriah karena hadirnya. Dan itu tak akan kau alami lagi bukan? Apakah rasa hampa telah menyergapmu kawan? Apakah kau merasa bahwa hari esokmu akan panjang dan hampa?</p>
<p>Tak usahlah lama bersedih hati. Marilah kembali duduk di dekatku. Memandangi matahari merah yang sedang tenggelam, menapaki jalanan basah yang baru saja diguyur hujan di sore hari, melihat betapa warna hijau dan kelabu bisa pula bersatu, menikmati kedamaian yang diciptakan alam kepada kita. Bukankah rasa sepi dan hampa itu juga bisa dinikmati?</p>
<p>Aku yakin, setelah ini, kamu akan menjadi jauh lebih kuat dan tegar. Aku percaya itu. Selamat menikmati sakitnya patah hati. Akuilah dia bukan jodohmu. Tuhan punya rencana yang lebih indah bagimu. Tapi paling tidak, kamu pernah mempunyai pacar kawan. Hahaha&#8230; lihat, bukankah keadaanmu jauh lebih baik daripada aku? Aku, di sini masih bisa tertawa riang gembira. Kenapa engkau tidak bisa tertawa dan malah terduduk lemas di sana? <em>Wake up boy</em>, cinta deritanya memang tiada pernah berakhir. <img src='http://blog.galihsatria.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p>&#8211;Untuk kawan baikku yang sedang bersedih, nun jauh di sana&#8211;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.galihsatria.com/2008/05/02/untuk-seorang-kawan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Gambaran dan Konsep tentang Perempuan Ideal</title>
		<link>http://blog.galihsatria.com/2008/05/01/gambaran-dan-konsep-tentang-perempuan-ideal/</link>
		<comments>http://blog.galihsatria.com/2008/05/01/gambaran-dan-konsep-tentang-perempuan-ideal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 15:23:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Galih Satria</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>

		<category><![CDATA[Review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.galihsatria.com/2008/05/01/gambaran-dan-konsep-tentang-perempuan-ideal/</guid>
		<description><![CDATA[Saya baru saja menyelesaikan bagian pertama dari buku roman Jepang karangan Eiji Yoshikawa, Musashi, yang menceritakan kelahiran Takezo menjadi seorang yang memilih Jalan Samurai sebagai jalan hidupnya. Takezo berganti nama menjadi Miyamoto Musashi.
Ada gambaran kecil yang menyentuh saya. Otsu. Otsu, menurut imajinasi saya adalah gadis dengan perawakan mungil, cantik, lembut dan setia. Ia setia pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya baru saja menyelesaikan bagian pertama dari buku roman Jepang karangan Eiji Yoshikawa, <em>Musashi</em>, yang menceritakan kelahiran Takezo menjadi seorang yang memilih Jalan Samurai sebagai jalan hidupnya. Takezo berganti nama menjadi Miyamoto Musashi.</p>
<p>Ada gambaran kecil yang menyentuh saya. Otsu. Otsu, menurut imajinasi saya adalah gadis dengan perawakan mungil, cantik, lembut dan setia. Ia setia pada janjinya untuk menunggu Takezo setiap hari di jembatan Hanada dan tiga tahun ia habiskan untuk menunggu cintanya. Kasihan Otsu, sebelumnya ia menunggu tunangannya Matahachi pulang dari perang. Akan tetapi tunangannya malah lari dan menikahi seorang janda yang menyelamatkannya dari perang. Singkat cerita, ia jatuh cinta pada Takezo alias Musashi yang masih menjadi penjahat. Dalam sebuah pelarian, sebelum berpisah ia dan Takezo mengucapkan janji setia bahwa ia akan menunggu setiap hari di jembatan Hanada. Menanti Takezo kembali.</p>
<p align="center">*</p>
<p>Saya percaya bahwa konsep setiap orang mengenai prinsip hidupnya dipengaruhi oleh lingkungannya. Saya sendiri yakin kalau saya telah diracuni oleh buku-buku yang telah saya baca. Otak saya habis dicuci oleh buku-buku yang kebanyakan adalah novel. Saya sudah membaca habis hampir semua karya Agatha Christie, Sidney Sheldon, dan Sir Arthur Conan Doyle. Tak heran kalau saya jadi begitu melankolis seperti ini. Tanpa sadar saya kagum pada sosok Sir Charles Cartwright (<em>Three Act Tragedy – Agatha Christie</em>) yang mendramatisir kehidupannya. Dan masih banyak tokoh-tokoh novel yang saya kagumi yang begitu mempengaruhi saya: Jupiter Jones (<em>Trio Detektif</em>) dan Hercule Poirot yang sering dicela karena penampilan luarnya yang tidak menarik tapi memiliki otak yang sangat cerdas. Tokoh seperti Robert  Langdon (<em>The Da Vinci Code, Angels and Demons – Dan Brown</em>) meskipun juga cerdas agak kurang meracuni saya… mungkin karena Robert Langdon tampan dan menarik. Hahaha…</p>
<p>Mungkin hal yang sama juga terjadi pada konsep saya mengenai gambaran perempuan yang ideal dambaan itu. Saya menilai gambaran saya terlalu artistik dan tidak nyata. Kurang lebih seperti Otsu. Lemah lembut, bermata teduh, kecil mungil, dan setia. Atau kalau seperti yang digambarkan Agatha Christie dalam kisah Hercule Poirot di Tugas-Tugas Hercules (<em>The Labors of Hercules</em>), gadis seperti Otsu adalah tipe-tipe yang tanpa berusaha sedikitpun bisa membuat seorang pria melankolis berusaha menjadi seorang pahlawan baginya. Gambaran yang terlalu romantis. Tidak nyata.</p>
<p>Itulah mungkin salah satu sebab saya pernah mengalami patah hati begitu lama. Sekitar empat tahun. Saya menyadari ternyata saya jatuh cinta pada orang yang nyaris-nyaris memenuhi tokoh perempuan dalam novel-novel yang saya baca. Suaranya yang lemah lembut yang sering saya dengar via telepon menyihir saya. Waktu saya ditolak, saya begitu menikmati sakitnya patah hati. Ada kesempatan untuk melakukan seperti Sir Charles: mendramatisir diri sendiri. Puluhan posting dan puisi dibuat khusus untuk memujanya. Saya baru sadar kalau sebenarnya saya tidak jatuh cinta padanya, tetapi jatuh cinta pada kegilaan diri sendiri untuk melakukan dramatisasi dan menjadi tokoh cerita pada novel yang saya buat sendiri. Peran yang sangat menyenangkan: pria yang sakit karena patah hati.</p>
<p>Masih belum beberapa lama saya kembali ke dunia nyata. Mencoba benar-benar jatuh cinta pada orang saya cintai, bukan karena saya ingin mendramatisir kehidupan lagi. Akan masih sangat panjang perjalanan saya. Saya belajar untuk tidak terlalu kecewa dan patah hati ketika kegagalan demi kegagalan tiba. Kalau saya patah hati, artinya saya kembali melangkah mundur. Ada yang datang, ada pula yang pergi. Saya akan terus belajar untuk tidak mencari figur seorang Otsu, tetapi sesuatu yang jauh lebih nyata dan konkret.</p>
<p>Begitulah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.galihsatria.com/2008/05/01/gambaran-dan-konsep-tentang-perempuan-ideal/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
