Entries Categorized as 'Catatan Harian'
August 5, 2008

Lokasi: IIMS 2008, Jakarta Convention Center | FLICKR
Nikon D40 | Nikkor AF-S 18-55mm / Nikkor AF-S 55-200mm VR
Indonesian International Motor Show (IIMS) 2008 sudah agak lama berlalu, jadi postingan ini bisa dikatakan buasbuang (buasi buanget). Maaf karena berbagai kesibukan, segala sesuatu dan lain hal, saya baru bisa menulis liputannya sekarang.
Seperti halnya IIMS 2007, IIMS 2008 juga diadakan di Jakarta Convention Center, menggunakan semua hall yang ada untuk menjadi sebuah pameran yang besar dan mewah. Dan ada satu daya tarik yang merupakan tradisi IIMS: Sales Promotion Girl (SPG) yang biasanya jauh lebih menarik daripada pameran-pameran lain.
Secara umum, IIMS 2008 kalah pamor dibandingkan IIMS 2007. Mungkin karena efek harga BBM yang melangit, dealer tidak berani menggelontorkan dana promosi yang besar-besaran. IIMS 2007 saya rasakan jauh lebih glamor dan mewah daripada IIMS 2008 yang terkesan lebih sederhana. Hal yang paling mencolok perbedaannya, tentu, di kekuatan IIMS sendiri: kehadiran SPG.
Tahun ini, SPG-nya tidak ada yang istimewa. Pakaian cenderung sangat sopan. Bandingkan dengan IIMS 2007 yang mayoritas memakai baju you can see kel (kamu bisa lihat kelek (=ketiak)), SPG tahun ini memakai baju yang lebih sopan. Karena saya cowok, yang motif utama datang ke pameran tentu melihat “penampilan” para SPG ini.
Mau lihat mobil ya lebih tidak masuk akal lagi, kapan kuat belinya? 
Tren warna tahun ini cenderung putih susu. Ada dua booth merk besar yang kebetulan dua-duanya mengusung warna putih, yaitu Suzuki dan Toyota. Dua booth ini menempati satu hall besar di salah satu bagian JCC dan disirami ribuan watt lampu yang juga putih cemerlang.
Berikut adalah penampilan mobil-mobil beberapa peserta:
Read the rest of this entry »
Posted in Catatan Harian, Fotografi
9 Comments »
August 2, 2008
Pertama adalah publikasi rekaman kotak hitam Adam Air yang naas itu. Entah siapa yang membocorkan pertama kali, hal ini telah terlanjur menggelinding seperti bola salju. Tak tertahankan. Orang beramai-ramai mendownload rekaman yang tragis itu. Pemuasan hasrat akan rasa penasaran yang kejam. Televisi tak ketinggalan. Ada yang bahkan mengangkatnya menjadi headline.
Dimana rasa empati kita terhadap keluarga yang ditinggalkan?
Tidakkah kita pernah membayangkan bagaimana perasaan mereka kalau mereka sampai mendengarkan suara orang-orang yang mereka cinta menjelang ajal menjemput?
Kedua adalah berita tentang pembunuhan berantai, Ryan, yang oleh media di-blow up sedemikian rupa seperti tontonan hiburan saja. Menyaksikan wajah-wajah palsu para pembaca berita yang sok innocent membaca dengan takzim. Ini mengesankan, pembunuhan terhadap manusia lain itu hal yang biasa. Tidakkah mereka menyadari bahwa ini adalah pendidikan yang buruk bagi masyarakat? Dan apa yang terjadi? Orang berbondong-bondong mengunjungi rumah Ryan seperti tempat wisata saja. Seperti ketika orang-orang “berwisata” menyaksikan para korban lumpur Lapindo. Menyaksikan kepedihan keluarga yang berduka dengan riang gembira. Pemuasan rasa penasaran yang tak dapat dibendung.
Dimana rasa empati dan simpati kita?
Perusakan moral telah terjadi di antara kita dan tidak seorangpun bisa menghentikannya. Berita pembunuhan, perkosaan, perceraian, konflik rumah tangga adalah berita yang biasa menemani kita makan.
Tak ada pula yang bisa menjawab kenapa saya ikut mendengarkan rekaman kotak hitam Adam Air, kenapa saya ikut penasaran, kenapa rasa empati saya hilang entah ke mana…
Dan kenapa saya ikut menuliskan hal setragis ini di blog saya…
Entahlah…
Mungkin semacam frustasi. Kenapa bangsa saya yang besar ini tidak mendapatkan pendidikan yang layak dan hanya menjadi objek sebuah industri komersial? 
Posted in Catatan Harian, Opini saja kok
9 Comments »
July 29, 2008

FLICKR
Lokasi: Pantai Pasirbereum, Malingping, Lebak, Banten
Nikon D40 | Sigma 10-20mm HSM
Weekend bersama keluarga Meyer. Awalnya adalah ajakan Bunda Ratih yang sedang merayakan ulang tahunnya di pantai Malingping. Wah, mana itu Malingping? Nama yang aneh begitu? Katanya sih sebuah kawasan pantai selatan di provinsi Banten. Nama yang belum pernah saya kenal ini lah yang mengusik saya ikut ajakan Bunda, meskipun waktu itu saya baru saja tiba dari Kalimantan Timur. Dasar suka keluyuran, hanya berselang sehari di Jakarta, saya langsung ngeluyur ikut ke Malingping. 
Ternyata menurut Wikipedia, Malingping terletak di kabupaten Lebak, provinsi Banten. Sekitar 100 km jarak udara, atau sekitar 200 km jarak darat dari jantung kota Jakarta. Kami berangkat langsung dari kantor hari Jumat sore dengan tiga mobil. Satu Isuzu Panther milik Bang Juis, dan dua Kijang LGX 2.0 milik Bunda dan Pak Revin. Dari tutup radiatornya saya menebak dua Kijang itu berasal dari tahun 2002 dan 2003. Riset kecil saya telah ditulis di sini.
Perjalanan konvoi tiga mobil seperti ini sungguh menyenangkan. Formasi Kijang-Panther-Kijang berusaha menyibak kemacetan di sekitar Kebun Jeruk dan berhasil masuk tol Merak. Kami keluar di Serang, kemudian ngebut ke Pandeglang dan menuju Malingping melalui jalan yang kerusakannya termasuk parah. Berlubang-lubang. Saya yang membawa senjata lengkap — Nikon D40, Sigma 10-20, Nikkor 18-55, Nikkor 55-200, serta tripod Velbon — berharap-harap cemas semoga besok pemandangannya bagus. Jengkel juga kalau perjalanan yang berat seperti ini tidak dibayar dengan hunting yang sukses.
Selanjutnya, akan ada banyak foto-foto. Buat yang fakir bandwith, saya sudah peringatkan lho 
Read the rest of this entry »
Posted in Catatan Harian, Daily Photos, Human Interest, Landscape
25 Comments »
July 21, 2008

FLICKR
Nikon D40 | Nikkor AF-S 18-55 mm | Adobe Photoshop CS 3
Gambar Srikandi dan Arjuna nyolong dari internet
Siapa yang tak kenal Arjuna? Meskipun boleh dikatakan budaya wayang sudah semakin terdesak oleh budaya barat, namun popularitas tokoh satu ini tak pernah pudar. Yes, Arjuna adalah seorang tokoh protagonis berwajah tampan, bertutur kata halus serta sopan yang menjadi pujaan banyak wanita. Seorang playboy yang konon jumlah isterinya hingga 15 (versi pewayangan Jawa). Pemilik nama alias Raden Janaka ini sakti mandraguna dengan senjata andalannya berupa anak panah bernama Pasopati yang ampuh memanah sasaran tembak termasuk hati wanita.
Dewi Srikandi sendiri adalah seorang pahlawan teladan wanita yang cantik. Selain pandai mengurus rumah tangga sebagai layaknya kodratnya sebagai wanita, ia juga pandai berperang. Ia bahkan bertindak sebagai senopati dalam perang Bharatayudha sebelum akhirnya terbunuh di tangan Aswatama.
Terpesona oleh kecantikan dan kecakapan Dewi Srikandi, Raden Arjuna pun jatuh hati. Srikandi-lah yang akhirnya menaklukkan Arjuna. Hanya Srikandi berhasil menghentikan sifat playboy Arjuna.
***
Nah, seorang kawan saya yang memiliki nama awal yang sama dengan Srikandi, Dewi Novi, juga telah berhasil menaklukkan hati sang Arjuna-nya: Helmy Satria. Mereka akan melangsungkan pernikahan di Blitar minggu depan: 27 Juli 2008. Saya tidak tahu “ilmu pelet” apa yang dipakai Dewi sehingga playboy hitam manis pemilik senyuman yang mempesona (bagi wanita) ini takluk ditangannya. Mereka adalah pemilik hubungan jarak jauh yang paling berhasil. Siapa yang bilang jika SLJJ itu selalu gagal? Inilah salah satu contoh SLJJ yang berhasil. Saya selalu memakai contoh hubungan keduanya sebagai motivasi untuk kawan yang curhat mengenai berat dukanya sebuah hubungan jarak jauh.
Selamat menempuh hidup baru, Dewi dan Helmy, semoga pernikahan yang kalian bina akan menjadi keluarga yang penuh cinta kasih, tenteram, bahagia, dan selalu dalam rahmat Allah SWT. Barakallah…
PS: Mohon maaf jika cerita tentang pewayangan kurang akurat. Maklum, saya berasal dari generasi muda yang tak pernah kenal cerita pewayangan…
Undangan pernikahan Dewi dan Helmy ada di galeri Fotki-nya di sini.
Posted in Catatan Harian
16 Comments »
July 16, 2008

Seminggu yang lalu, saat yang tepat mengawali hari yang sibuk, ditemani pemandangan tanpa kabut Gunung Salak di ujung selatan sana di jendela lantai 48 kantor saya, seperti biasa saya memulai hari dengan membaca Google Reader. Di dekat feed milik Paman Tyo dan tikabanget, ada satu feed tercetak tebal. Saya periksa posting baru itu dan membacanya, wah… surprise saya, ada nama saya di posting tersebut.
Rupanya, si empunya blog tersebut, bu Ventura Elisawati, sedang merayakan ultah blognya yang pertama. Saya termasuk yang beruntung mendapatkan memento berupa t-shirt dengan cap hijau: vlisa. Meskipun pada awalnya saya ragu-ragu dan ge-er, beneran Galih saya atau bukan yang dimaksud. Saya konfirmasi apakah itu benar saya, dan ternyata benar. Wah, senengnya saya, saya segera kirimkan alamat tujuan pengiriman. Terpaksa pakai alamat kantor, soalnya alamat kos-kos-an tidak ingat. 
Kiriman ini begitu spesial bagi saya karena beberapa hal. Pertama, karena yang mengirimkan adalah seorang petinggi XL, orang yang pasti sangat-sangat sibuk. Menulis itu perlu komitmen, dan bagi orang yang hari-harinya sudah penuh oleh kesibukan, berkomitmen untuk menulis secara rutin di blog adalah hal yang luar biasa. Kedua, belum pernah ada blogger yang sebegitu perhatiannya kepada saya pengunjungnya dan mengundi semua pengunjungnya untuk mendapatkan kado spesial.
Saya sendiri tahu blog ini waktu Detikinet mengangkat salah satu postingnya. Saya lupa posting yang mana. Saya tertarik untuk subscribe karena isinya adalah soal komunikasi dan marketing. Sebagai seorang IT freak, saya tentu jauh dari dunia tersebut dan karena itulah saya langsung menambahkannya dalam feed list saya di Google Reader. Sejak masa akhir kuliah, saya menyukai dunia komunikasi marketing dan secara rutin membaca majalah-majalah seperti SWA dan Mix.
Selamat ulang tahun blog pertama, bu Ve. Semoga tetap semangat menulis dan berbagi ilmu. Terima kasih kirimannya, hehehehe…. 
Posted in Catatan Harian
10 Comments »